Gairah Cewek Pecandu Ecstasy | cerita dewasa | bandar bola piala eropa 2016

Kehidupanku amatlah nikmat dan glamour. Uang, mobil mewah, handphone semuanya disediakan. Aku juga kos di tempat yang megah dengan kamar ber-AC.

Tapi kehidupan Jakarta yang penuh godaan membuatku terjerumus. Semua hal yang buruk pernah kujalani di Jakarta. Dan yang paling parah aku sering berjudi. Karena hobi berjudi itulah, aku kena batunya.



Waktu itu pertandingannya Chelsea vs Tromso, aku pasang pertama 10 juta, setengah permainan aku pasang lagi 10 juta. Seperti yang kalian tau Chelsea membantai Tromso 7-1 dan aku kalah sekitar 30 jutaan.

Dengan perasaan takut aku segera telepon orang tuaku. Seketika itu juga mereka mengirimkan uang dan segera menarikku dengan paksa dari Jakarta kembali ke Solo.

Di Solo aku menjadi pengangguran. Tiap hari dimarahi oleh orang tuaku. Dalam hatiku, aku ingin sekali berubah dan melanjutkan studiku kembali. Kusampaikan keinginanku dan kedua orang tuaku menerimanya. Mereka mengusulkan agar aku kuliah saja di UKSW Salatiga karena dekat dengan Solo.
Akhirnya aku kuliah di Salatiga, kota kecil yang sepi. Kehidupan Jakarta yang ramai dan ceria berubah menjadi suram dan sepi. Tapi apa mau dikata, aku harus mengembalikan kepercayaan orang tuaku. Aku mengambil jurusan Pariwisata atau setara dengan D2. Aku disana mempunyai pacar sebut saja namanya Mila, anak Semarang.

Kadang-kadang rasa sepi menghantui diriku. Kehidupan kota metropolitan yang serba nikmat membuatku ketagihan. Kadang aku ke diskotik di kota Solo, Legend atau Nirwana dan tripping di sana. Mila tentu saja tidak mengetahuinya karena aku selalu pergi setelah kosnya tutup.

Pada hari Selasa, aku pergi ke Solo setelah kos Mila tutup. Sudah lama aku tidak trip. Kulihat banyak juga anak Salatiga yang juga tripping di sana. Aku juga “neken”, obatnya waktu itu Pink Love kalo tidak salah. Memang benar-benar nikmat obat itu.

Nah, pada saat aku asyik trip, ada seorang cewek di sebelahku yang juga triping. Usianya sekitar 23-an, tubuhnya seksi luar biasa. Kaos yang dipakainya tidak dapat menyembunyikan kebesaran buah dadanya ditambah lagi pantat yang seksi, yang terus bergoyang sensual mengikuti irama house music. Aku cuek saja, mencoba menikmati obatku.
Tiba-tiba saja dia terhuyung-huyung dan hampir menjatuhi aku.

Aku segera menangkapnya dan langsung BT. Sialan! Kulihat raut wajahnya pucat pasi dan nafasnya memburu. Nih, cewek pasti over dosis! Kulihat di mejanya ada dua gelas Long Island. Kulihat keadaannya agak gawat. Kupapah dia keluar diskotik dan kumasukkan ke mobilku. Aku segera melarikan mobilku ke Rumah Sakit.

“Eh… jangan ke Rumah Sakit… jangan!” begitu rintihnya ketika dia mengetahui bahwa aku menuju ke RS.

“Terus ke mana, kamu kan OD! Minum berapa sih?”
“Pertamanya cuma 2 tapi disodok lagi 1 sama temenku terus ditambahin Long Island.” Aku berpikir nih cewek pasti OD sekaligus mabuk.

Setelah kubelikan susu, kami akhirnya malah jalan-jalan keliling Solo. Kami berkenalan, dia bernama Sandra.

“Kamu sering trip, San?” terus dia jawab

“Baru tiga kali.” Aku heran banget baru tiga kali dosisnya sudah segitu banyak.

“Kamu kuliah di Salatiga kan?” tanyanya.

Aku jawab, “Dari mana kamu tau?”

Dia jawab, “Siapa sih mahasiswa UKSW yang bawa…” katanya sambil menyebut merek mobilku. Aku hanya tersenyum, memang di Salatiga cuma aku yang bawa jeep berkelas di kota sekecil ini. Rada kampungan!
Dia sebenarnya datang bersama teman-temannya tapi entah kenapa teman-temannya malah pergi ke Balekambang. Dia mengajakku langsung ke Salatiga sekalian pulang. Tak lama kemudian aku sampai ke Salatiga. Dia hendak kuantar ke kosnya di Jalan Diponegoro. Tapi dia menolak dengan alasan dia “on” lagi. Memang kurasakan tangannya kembali dingin dan tubuhnya bergetar.

Aduh… payah, nih! Dengan terpaksa aku ke kosku. Kasihan kalau dia masih “on”. Waktu itu masih jam 02.30. Begitu masuk ke kontrakanku, giginya sudah gemeretak tanda sudah tinggi. Segera saja kuputarkan house music di kamarku. Dia menggerakkan kembali tubuhnya dengan gerakan yang sensual dan merangsang birahi. Tapi aku cuek saja. Mau ereksi saja susah! Aku juga merasa “on” lagi. Sambil bersandar di sofa, aku mulai menggelengkan kepala.

Hentakan house music semakin meninggi, dia semakin gencar menggerakkan tubuhnya. Buah dadanya yang menggunung bergoyang seperti kesetanan. Kaos ketatnya sudah basah oleh keringat. Tiba-tiba saja Sandra menjatuhkan tubuhnya serta merangkul tubuhku dan kurasakan buah dadanya yang montok itu menggencet dadaku. Aduh… empuknya! lalu kubiarkankan saja, sama-sama nikmat sih! Dan seketika juga kurasakan nafas Sandra memburu dan mempererat rangkulannya. Bagian bawah tubuhnya digeser-geserkan dengan nafsu. Sekali lagi aduh… enaknya! bandar bola piala eropa 2016

Tak disangka-sangka dia mencium bibirku dengan nafsu, aku sempat gelagapan. Tapi segera kubalas dengan penuh nafsu pula. Entah kenapa, padahal aku sedang tidak mood! Tangannya mulai meraba kemaluanku dan mulai diremas-remasnya. Aku pun mulai membalas meremas-remas buah dadanya yang besar itu. Aku benar-benar merasakan kenikmatan surga dunia. Tapi anehnya kemaluanku tetap saja tidak bereaksi. Sandra melepaskan rangkulannya dan berlutut sambil tangannya membuka paksa celana pendekku. Dikocoknya kemaluanku dengan bernafsu. Aku merasa geli sebab kemaluanku tidak berdiri. Aku bukan pertama kali ini senggama tapi baru kali ini kurasakan hal yang aneh seperti ini.

Dengan penuh nafsu, dihisapnya kemaluanku dari batang kepala sampai batangnya. Aku merasa terkejut dan merasakan kenikmatan yang luar biasa. Tiba-tiba saja aku merasa detak jantungku semakin menggebu, entah kenapa. Kulihat saja kepala Sandra maju mundur menghisap kemaluanku sambil kubelai-belai rambutnya yang disemir pirang. Usahanya mulai menampakkan sedikit hasil.
Kemaluanku mulai bangkit secara perlahan. Dia melepaskan kaosnya dan tampaklah buah dadanya yang terbungkus BH putih. Kemudian dia melepas BH-nya dan mataku langsung berbinar melihat pemandangan seindah itu. Buah dada yang montok menggunung dengan bentuk yang bagus dan puting susu yang kecil berwarna kemerah-merahan.

Kepala kemaluanku diusap-usapkan ke putingnya sambil terus dikocok-kocok batangnya. Aduh… aku mulai merasakan kemaluanku betul-betul tegang. Aku merasakan detak jantungku semakin menggila, mungkin darah dari jantungku terpompa ke kemaluanku. Dadaku rasanya kosong dan deg-degan. Sandra tersenyum kegirangan karena usahanya berhasil.

Dia bangkit dan melepas celana panjangnya. Aku menghempaskan tubuhku di kasur dan kulihat kemaluanku mulai lemas lagi. Sandra melepas juga celana dalam putihnya dan kulihat bulu kemaluannya yang menghiasi lubang vaginanya tidak begitu banyak dan jarang-jarang. Pantatnya yang putih dan seksi serta berisi terlihat jelas. Tubuhnya putih bersih dan seksi bahkan kubilang terlalu seksi karena pantat dan buah dadanya besar sementara pinggangnya kecil. bandar bola

Karena melihat pemandangan seperti itu, kemaluanku bangkit kembali. Sambil tetap duduk di sofa, digenggamnya kemaluanku dan digesek-gesekkan di pintu masuk lubangnya. Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa. Kemudian dimasukkannya kepala kemaluanku secara perlahan kevaginanya. Aku hanya merem melek keenakan. Sandra terus menaik-turunkan tubuhnya sementara house music terus mengalun. Buah dadanya bergoyang mengikuti gerakan naik-turun tubuhnya. Kutarik punggungnya hingga buah dadanya tepat berada di depan mulutku dan langsung kulumat-lumat dan kuhisap-hisap. Sandra mendesah-desah keenakan. Dia terus menduduki kemaluanku dan menggoyang-goyangkannya.

Setelah sekian lama dengan posisi naik kuda seperti itu, aku merubah posisiku di atas dan dia di bawah. Langsung kugojlok kemaluanku sambil kupeluk dia erat-erat. Kuciumi sekujur wajahnya, telinganya, hidungnya. Dadanya tergencet bulat dan hangat di dadaku. Kupacu terus pantatku sampai aku merasa pegal semua. Keringatku terus mengucur dari seluruh pori-poriku tapi aku tak peduli. Sandra hanya meringis-ringis keenakan. Kami sudah tidak mempedulikan keadaan sekitar. Suara dengusan dan rintihan bercampur menjadi satu. taruhan bola

Aku terus berjuang agar aku bisa mencapai puncak. Sudah tidak terhitung berapa kali batang kemaluanku mengobel lubang vaginanya. Aku terus mengocok vaginanya sambil memegang kedua belah kakinya. Aku harus tetap berkonsentrasi dengan memandang wajahnya sebab bila aku menutup mataku sebentar saja maka segera kurasakan batang kemaluanku mengecil. Kadang-kadang dengan posisi seperti itu, aku memegangi sepasang buah dadanya yang berayun. Sandra memintaku untuk menusuknya dari belakang, aku pun oke-oke saja.

Keinginanku untuk mencapai kenikmatan sudah menggebu-gebu. Langsung kumasukkan saja kemaluanku dari belakang dan kumaju-mundurkan dengan agak kasar. Terus kukeluar-masukkan sambil kupegangi pinggulnya. Dia hanya merintih dan mendesah saja sambil memegangi kedua buah dadanya. Aku tanya kenapa dan dia jawab “Biar nggak kendor…” Aku gemas mendengar jawabannya itu. Dari belakang kupegangi buah dadanya yang bergoyang mengikuti gerakan pantatku. Saat itu tidak lagi kurasakan kenikmatan bersenggama tapi yang ada adalah keinginan untuk mencapai klimaks.
Setelah beberapa saat, kami berganti posisi lagi. Kami bersenggama dengan posisi miring. Agak susah memang karena ukuran kemaluanku tidak sepanjang milik orang-orang bule. Satu kaki kuangkat dan begitu celah kewanitaannya merekah langsung kusumbat dengan kejantananku. Aku mencium bibirnya dengan nafsu sambil terus kugoyangkan pantatku. Sampai suatu saat aku benar-benar kelelahan dan kuhentikan gerakanku. judi bola

Sandra yang menyadari hal itu dan merasakan kemaluanku mulai mengecil langsung mencabutnya dan dikocoknya.

“Jangan lemas dulu… dong! Aduh…!” Dia membimbingku duduk dan dia memaksa kemaluanku untuk masuk ke vaginanya. Sambil duduk, dia yang menaik-turunkan pantatnya. Dia memeluk tubuhku erat-erat sehingga wajahku tergencet buah dadanya. Aku merasa kemaluanku bangkit kembali bahkan lebih perkasa. Kukonsentrasikan perhatianku.

Terpaksa cerita ini kusingkat sebab kami bertempur seperti kesetanan dan kalau diceritakan akan panjang sekali. Fight to the death, man!

Suatu saat aku merasakan bendunganku hampir jebol, “San… San… aku mau keluar nih.. San… Sandra…!”
Begitu dia mendengar begitu, dia langsung menggoyang-goyangkan pinggulnya “Ya… ya… keluarin saja… aku juga sudah capek!”

Dan jruooot… jrooot… Aku bergetar hebat ketika air maniku keluar. Sukmaku melayang ke langit yang paling tinggi. Nyawaku seakan-akan dicabut dari tempatnya. Benar-benar dapat dikatakan banjir karena banyak sekali. Mungkin ada 30 sendok makan. Air maniku seperti ceret yang dituang ke cangkir, gluk… gluk… dan seperti berebutan keluar. Semua bagian tubuhku lemas dan seperti mati rasa. Benar-benar nikmat, Sandra hanya memejamkan mata ketika air maniku membanjiri vaginanya.
Kami berdua segera berbaring kelelahan.

Benar-benar suatu pengalaman yang menyakitkan. Kulihat jamku sudah menunjukkan 5.30! Berarti kami bersetubuh hampir 3 jam. Setelah pengaruh ecstasy mulai terasa habis, aku merasa kemaluanku perih dan sakit semua. Kulihat batang dan kepalanya lecet-lecet dan luka. Dan kulihat juga vagina Sandra memerah dan seperti terbakar. Ternyata kami berdua terpengaruh ecstasy jenis yang sama, yang memang mencegah ereksi tapi begitu sekali ereksi wah bisa tahan berjam-jam. Apalagi kata teman-teman, Pink Love memang pada akhirnya menjurus ke arah seks.

Sandra ketika kutanya bahkan mengaku orgasme sampai 34 kali dan itu bisa diaturnya. Ejekulasi kalau lagi “on” amat berbeda rasanya. Enak dan nikmat dan lain sebagainya. Malam itu benar-benar pengalaman yang tak terlupakan. Aku hampir seminggu sekali pasti trip dengan Sandra dan setelah pulang langsung bermain seks sampai pagi.

Dan semua itu berakibat fatal karena pada saat kami pertama kali bersetubuh spermaku telanjur masuk sehingga pada akhirnya Sandra hamil dan aku akhirnya mengawininya. Kuliahku berhenti di tengah jalan padahal hanya kurang 1 semester. Papa dan mamaku sebenarnya tidak setuju kalau aku mengawini Sandra tapi apa mau dikata. Mereka mengatakan kalau Sandra wanita murahan, pelacur, perek dan lain sebagainya. Tapi aku yakin dia tidak seperti itu.

Dia memang pernah melakukan hubungan seks sebelumnya dengan pacar lamanya. Tapi yang paling penting dia mengandung bayiku! Semua ini gara-gara ecstasy, pil kecil seharga Rp 35.000, yang nikmat. Pil kecil itu pula yang membuyarkan semua cita-citaku dan memutuskan hubunganku dengan Mila.

Sungguh hancur hati Mila ketika mendengar aku menghamili Sandra. Sampai sekarang Mila tidak mau bicara atau bertemu denganku. Aku merasa sedih sekali kalau mengingat masa lalu yang indah dengannya. Saat kami berdua jalan-jalan di sepanjang jalan Diponegoro atau surfing Internet bersama-sama. Ah… nggak mungkin hal tersebut terulang lagi. Biarlah!

Semuanya telah terjadi, sekarang kami hidup dengan tenang di Solo dan aku meneruskan usaha ayahku di bidang angkutan

MBAK SANTI BINAL | CERITA DEWASA | BANDAR BOLA PIALA EROPA 2016

Eko, sebutlah begitu namanya. umur 19 tahun, tinggi 175cm, berkulit sawo matang, berwajah lumayan ganteng khas suku jawa.

Setelah selesai sekolahnya di sebuah SMK di kampungnya, hanya berbekal ijasah SMK dia nekat mencoba mengadu nasib di Jakarta.



Berangkatlah Eko hari itu ke Jakarta berbekal uang secukupnya dan secarik kertas berisi alamat yang akan di tujunya.

Mbak Santi… guman Eko sambil melihat kertas beriskan alamat yang akan di tujunya.
Mbak Santi inilah yang akan menampung si Eko sebelum si Eko mendapatkan pekerjaan dan bisa membiayai hidupnya sendiri.

Santi, wanita yang di panggil mbak oleh Eko ini adalah wanita berumur 25 tahun.
Wajahnya tidak jelek tapi juga tidak cantik, biasa biasa saja tapi manis khas perempuan jawa.

” Jatinegara jatinegara…. ” suara pedagang asongan yang membuyarkan lamunan Eko.

” wahh…. akhirnya nyampe juga ” batin Eko sambil melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 08:20, yang berarti sudah hampir jam stengah sembilan.

Eko pun lalu turut berdesak desakan dengan penumpang kereta yang laen untuk keluar dari kereta MATARMAJA yang membawanya dari kampung halamannya ke kota Jakarta.

Sesampainya Eko di jakarta, dia langsung mencari taksi untuk mengantarnya menuju alamat mbak Santi.

inilah pengalaman pertama eko jauh dari rumah, dan pengalaman pertama dia juga naik taksi.
Eko memang pemuda yang cerdas dan supel, jadi walaupun ini pengalaman pertamanya di kota besar tapi dia tidak kelihatan kampungan ataupun kiku.

di stopnyalah taksi kosti jaya yang sedang melintas di depat stasiun Jatinegara.

” mau kemana mas? ” tanya sang sopir taksi yang di berhentikan Eko.

” bisa antar saya ke alamat ini pak? ” jawab Eko dengan logat jawanya sambil menyerahkan secarik kertas alamat mbak Santi.
” oh, iya mas bisa. silahkan masuk. ” jawab sang sopir taksi sambil menyerahkan kebali kertas yang di berikan Eko.

lalu Eko pun masuk ke dalam taksi, tapi dia memilih untuk duduk di kursi depan samping pengemudi.

Taksipun mulai jalan sesaat setelah Eko masuk.

Setelah mobil berjalan sekitar setengah jam di padatnya jalan ibu kota, akhirnya sampai juga Eko di alamat yang di tuju.

” sudah sampai mas. alamat yang mas cari masuk ke gang itu. ” kata sang sopir taksi sambil menunjuk ke arah sebuah gang di seberang jalan.

” oh iya mas, terima kasih.” ” taksinya berapa mas?” jawab Eko sambil merogoh dompet di kantongnya.

” 25 ribu mas.” kata sang sopir sambil menunjukkan angka argo yang tertera.

Setelah membayar dan keluar dari taksi lalu Eko pun menyebrang dan berjalan masuk ke gang yang tadi di tunjukkan sang sopir taksi.
sambil berjalan menyusuri gang sempit yang hanya muat untuk 2 motor itu, Eko mengeluarkan lagi secarik kertas yang berisi alamat mbak Santi.
” Rt 5, Rw 3, kontrakan bercat hijau punya Pak Said.” baca si Eko.

setelah berjalan dan bertanya sana sini akhirnya Eko menemukan Kontrakan yang di carinya.
” tapi kok sepi ya, mbak santi kemana?” batin eko sambil melangkah masuk ke halaman kontakan yang berderet ada 8 pintu itu.

” kontrakan mbak Santi pintu yang mana ya.” batin eko karena di kertas alamat tidak tertulis pintu berapanya.

Saat Eko sedang melamun karena bingung tiba tiba saja dia di kejutkan oleh sebuah suara yang menegurnya.

” nyari siapa ya dik?” suara yang menegur Eko.

Eko pun berbalik kearas suara itu dan dilihatnya seorang ibu2 memakai daster biru sambil menggendon bayi.

” nyari kontrakan mbak Santi buk, yang sebelah mana ya?” jawab Eko.

” mbak santinya lg nggak ada mas, lg kepasar. td katanya mau ada sodaranya yang datang dari kampung. klo boleh tau mas ini siapa ya?” jawab sang ibu berdaster biru.
” saya sodaranya mbak Santi dari kampung buk.” jawab Eko masih dengan logat medoknya.
” oooo….. nah itu dia mbak Santi.” jawab si ibu berdaster biru lagi sambil menunjuk ke arah perempuan yang sedang menenteng belanjaan.

Eko lalu melihat ke arah yang di tunjuk sang ibu itu tadi.

” EKO…. dah lama ko?” tanya si mbak yang menenteng belanjaan yang ternyata mbak Santi itu.
” b.b.b.baru saja mbak.” jawab Eko terbata bata karena setengah nggak percaya klo wanita itu mbakSanti yang sedang di carinya.

Eko tertegun nenatap sosok Santi yang sekarang beda dengan yang dia ingat dulu di kampung.
Santi sekarang yang dilihat Eko adalah wanita yang manis dan sexy dengan balutan kaos ketat warna putih yang menonjolkan payudaranya yang montok walau tidak terlalu besar di padu dengan rok jeans span selutut makin menambah manis wanita ini.

” oh iya buk, kenalin ini Eko sodara saya dari kampung.” kata Santi kepada wanita berdaster biru mengenalkan si Eko.

lalu Eko dan si ibu berjabat tangan sambil tersenyum sopan.

” ayo masuk ko, mari bu.” kata Santi mengajak eko masuk sambil berpamitan kepada ibu berdaster biru.

lalu santi membuka kunci pintu dan masuk ke kontrakan yang ternyata berada di paling ujung deretan kontrakan itu di ikuti Eko.

” ya beginilah kontrakan mbak ko, alakadarnya.” si santi menunjukkan keadaan kontrakannya.
kotrakan Santi adalah kontrakan satu ruangan, lumayan luas dengan kamar mandi di dalam.
di dalamnya lumayan lengkap ada tivi, kulkas, springbed ukuran jumbo dan peralatan2 laennya.
” trus ntar aku tidur dimana.” batin Eko setelah melihat2 ruangan kontrakan Santi.

saat Eko melamun tiba2 dia di kagetkan suara santi yang menyuruhnya mandi trus istirahat.
mendengar perintah Santi, Eko pun lalu meletakkan tas ranselnya di depan rak tivi mengambil handuk peralatan mandi lalu menuju kamar mandi.

sesampainya di kamar mandi Eko pun kembali bingung, karena kamar mandinya nggak ada pintunya.

“ah bodo amat” batin Eko karena dia pengen buru2 mandi trus langsung tidur karena capek habis perjalanan jauh.

selesai mandi dan berganti pakaian lalu Eko pun pamit buat istirahat tidur.
“tidurnya di ranjang aja ko.” kata Santi.

“iya mbak.” jawab Eko sambil merebahkan diri ke springbed embuk bercover biru muda.
tak terasa Eko sudah tertidur hampir 6 jam. Eko terbangun karena mendengar suara orang sedang mandi.

sampai di sini Eko belum punya pikiran macam macam.
setelah selesai mandi dengan menggunakan daster warna ungu, lalu santi mengajak Eko untuk makan.
” ayo makan ko. td mbak gk tega mo ngbangunin kamu. kamunya nyenyak banget tidurnya.”
” iya mbak.” jawab Eko.

merekapun lalu makan masakan Santi yang di masak tadi waktu Eko sedang tidur.
sambil makan merekapun bercakap2 mengakrabkan diri, sambil santi Menanyakan keadaan di kampung.

maklum, santi sudah hampir 4 tahun nggak pulang kampung.
nggak terasa merekapun sudah semakin akrab dan waktupun tak terasa sudah larut malam.
” aku tidur di mana mbak?”

” di mana aja ko, klo mau di kasur bareng mbak juga boleh.”

DEG….. eko terkejut dengan jawaban Santi.

” aku tidur di bawah aja lah mbak, di depan tivi.”

” ok lah terserah kamu.” jawab santi.

hari berganti minggu, minggu berganti bulan, tak terasa Eko sudah 4 bulan numpang di kontrakan Santi.

selama 4 bulan itu juga Eko sudah mondar mandir kesana kemari melamar kerja bermodalkan ijasah SMK, tapi sayang belum juga mendapatkan pekerjaan.
dan selama 4 bulan itu jugalah si Eko lama2 mempunyai hasrat terpendam dengan mbak santi.
bagaimana tidak, selama 4 bulan mereka tinggal berdua dengan kamar mandi yang gak ada pintunya dan kadang merekapun tidur seranjang berdua.

di tambah lagi dengan gaya berpakaian santi yang terbilang berani kalo di dalam kontrakan.
kadang santi suka memakai hot pants yang super pendek dan ketat, baju tidur yang tipis merangsang, bahkan sering juga santi hanya memakai kaos oblong yang kebesaran tanpa memakai bawahan, hingga kadan2 CD nya terexpost mata elang Eko.
di tambah lagi kamar mandi yang tak berpintu itu kadang membuat eko tambah blingsatan menahan konak.

karena pernah beberapa kali eko tanpa sengaja memergoki santi lagi telanjang di kamar mandi begitu pula sebaliknya.

kalau sudah nggak tahan eko terpaksa onani diam2 di tengah malam sambil membayangkan santi.
tanpa eko sadari sebenarnya santi pun juga sama. diam2 santi pun juga sering di landa birahi karena pernah beberapa kali memergoki eko yang sedang mandi.

santi selalu terbayang kontol eko yang lumayan besar dan panjang itu walaupun sedang tidak ereksi.

setelah selama 4 bulan itu mereka hanya memendam nafsu masing2 tanpa ada yang berani mengungkapkan.

akhirnya pada suatu hari kejadian itu di mulai dan terjadi juga.

waktu itu di suatu pagi, jam masih menunjukkan pukul 6 pagi, santi bangun dari tempat tidur langsung bergegas ke kamar mandi karena mau berangkat kerja. sesampainya di kamar mandi santi langsung melepas baju tidurnya yang berupa daster tipis itu skalian BH dan CD nya.
sejenak santi mematut dirinya di cermin mengagumi tubuhnya yang montok.

“ah… sudah terlalu panjang.” batin santi melihat bulu memeknya yang sudah mulai panjang.
santi memang tipe wanita yang nggak mau atau risih kalo bulu memeknya panjang. dia lebih suka dengan memeknya yang gundul tanpa sehelapuni bulu jembut.

dengan begitu daging memeknya yang tebal tembem semakin kelihatan dengan belahan memek yang masih rapat dan clitarisnya ya besar itu semakin menantang.

segera santi mengambil silet cukur, sambil duduk mengangkang di bak mandi santi mulai mencukur habis bulu jembutnya.

selesai mencukur bulu jembut lalu santi membasuh memeknya untuk membersihkan bulu jembut yg menempel sehabis di cukur.

waktu menyiram dan membersihkan bulu jembut yang habis di cukur tiba2 saja birahi melandanya.
di letakkannya gayung yg di pegangnya sambil makin mengangkangkan kakinya santi mulai meraba2 memeknya sendiri.

di putar-putarkannya jempol tangan kirinya di clitaorisnya yang semakin keras dan membesar, sambil tangan kanannya meremas2 payudaranya sebelah kiri.

seiring rangsangan di clitoris memek santi mulah basah dengan cairan kawinnya sendiri.

” uuuuuh…… hhhhmmmmm………”

” ooh….sssstttt….. oh… yeah….. ennmakkk…..”

pelan2 mulai keluar desahan santi

tangan kirinya yang tadi bermain di clitorisnya kini sudah berpindah ke lubang memeknya. di usap2 memeknya sambil sesekali jari tengahnya menyusup mengorek2 belahan memeknya.

makin lama makin basah dan makin cepat pula tangan kirinya mengusap2 memeknya sendiri, sambil tangannya yang kanan berpegangan pada kran air takut terjatuh.

” ooooohhhgmmm…… iyyyyy….. eeennakkk……”

tapi tiba2 santi menghentikan aktifitasnya. dia ingin merasakan yang lebih enak dengan posisi yang lebih nyaman.
santi mengintip ke ruangan kontrakannya memastikan kalau eko masih tidur. lalu dia berjalan telanjang bulat berjingkat lalu lansung naik ke tempat tidur dan menarik selimut untuk menutupi ketelanjangannya.
sebelum melanjutkan masturbasinya santi mengambil sesuatu dari laci yang ada di samping tempat tidur. dan ternyata yang di ambilnya adalah sebuah dildo berukuran sedang dengan vibrator.

pelan2 di arahkannya dildo itu ke lubang memeknya, di usap2 kannya di situ sampai memeknya kembali basah kuyup dg cairan kawinnya.
pelan tapi pasti sambil terpejam dildo itupun mulai masuk ke lubang memeknya. di diamkan di nikmati keberadaannya sebentar di dlm memeknya sebelum mulai di gerakkan keluar masuk.
santi mulai mendesah lagi seiring dildo mengobok2 lobang memeknya.
“ssssstttttt……mnmmmmm…….oh oooogh….. yesss……..
aaaaagrhg…… ooh…. enak…. nikmat banget…. hhhhuuuug……..
memmmek…. enaaaak mmmmeem….ekku…… hiiiiaaaaa……
ggggatttteell…..”

desah santi yang makin lama makin keras tak terkontrol. tubuhnya mengelijang2 seperti cacing kepanasan. masih kuran puas lalu santi menghidupkan fibrator dildonya.
“ngngngngngng…….”
bunyi vibrator dildo yang bergetar mengobok2 lubang memeknya. desahan santi sekarang makin keras, malah bisa di sebut jeritan2 kecil.

tubuhnya mengelijang2, matanya terpejam menikmati deraan knikmatan di selangkangannya. karena gerakannya tanpa dia sadari bahwa selimut yang tadi di pakai buat menutupi tubuhnya sekarang hilang entak kemana.
sengga tubuh telanjang, kakinya yang terkangkang dengan dildo ya dia pegang keluar masuk dan bergetar di memeknya tak lagi tertutupi.
“oooooohhhh………aaaaaiiiiihhi…….
mmmmmm……

yyyyeeess….
enak bbbanggget mmmmemeeekkkkuuuuhh…..
desah santi yang makin dan semakin keras.

tanpa santi sadari bahwa desahannya telah membangunkan eko dari tidurnya.
terbangun dari tidurnya karena desahan santi yang makin keras lalu eko bangun dan melihat ke arah ranjang tempat asalnya suara itu.

betapa terkejutnya eko nenjumpai sesosok wanita mengangkan di tempat tidur mendesah2 birahi sambil mencucukan dildo keluar masuk ke memeknya.
tertegun eko melihat pemandangan seperti itu, sehingga pelan tapi pasti birahi mulai menguasainya.

karena sudah gk kuat menahan birahi lalu eko dengan cepat mengeluarkan kontolnya dari celananya dan mulai mengocok pelan sambil menikmati siaran langsung santi.
pelan tapi pasti kontol eko mulai ereksi sempurna. karena kurang nyaman lalu eko skalian lepas celana dan bajunya telanjang bulat juga, sambil terus mengurut2 kontolnya mencari kenikmatannya sendiri.

bersamaan dg itu tiba2 saja santi membuka matanya. melotot seakan mau keluar bola matanya. mulutnya meracau tidak karuan.

“oooogghhh….. aaaaaaaaa…… aku utt…. ennnakk…… yeeeeaaa……
eeekkk…koo….. huhhuhhuh……. nggggapppaii…..mmmmmm…….
kammmmuuu….. a aaa….. akku keeee…..llu……
ooooooh…… iiiiyyyyyaaaaaaa…….
ekkkkooooo………

tubuh santi mengelijang2 tanda dia mau orgasme yang dahsyat. dan……
crot…. crot…. crot…. crot…..
aaaaaaaaaaaahhhhh…….
santipun orgasme dengan dahsyatnya tanpa sanggup dia hentikan walapun dia tahu eko sedang melihatnya orgasme sambil telanjang bulat mengocok2 kontolnya.
hhhhhhg….. dengus nafas santi menikmati sisa2 orgasmenya sambil mengeluarkan dildo yang mengentot memeknya sambil tepejam dan masih mengangkang.

entah setan mana yang menghinggapi eko sehingga dia pelan2 naek ke atas ranjang, memposisikan tubuhnya di tengah2 kangkangan santi lalu memegang kotolnya dan dengan satu dorongan langsung membenampan ke memek santi yang baru saja orgasme dengan dahsyat.
tersentak santi merasakan ada sesuatu yang menerobos masuk lobang memeknya. santi merasakan perih di memeknya karena kontol eko di masukkan dengan paksa dan cepat. lg pula kontol eko lebih besar dah panjan dari pada dildo yang baru di pakai santi.
sehingga santi bisa merasakan kalau kontol eko masuk terlalu dalam sampai tembus pintu rahimnya.

mata santi melotot, mencoba meronta tapi apa daya. tubuhnya lemah tanpa daya karena baru mendapat orgasme yang sangat dahsyat.

setelah memasukkan kontolnya ke memek santi, eko tidak langsung mengocoknya melaindah didiamkan terbenam sambil menikmati kedutan memek santi yang baru orgasme.
” EKO..!!! apa yang kamu lakuin???. cabut.!!….” santi mencoba menghardik eko.
” gila kamuu u… ko….. cabut ko… please… mbak hhhhmmmmm……
tanpa memperdulikan perintah santi pelan2 eko mulai menggenjot santi. pertama pelan lalu makin lama makin kencang makin lama makin beringas.

” ooooohhh….. kontolku enak mbak…… huuuhhh…… enaaaakkk….. mbaaakkk……
memmmee…… uhhh….sssrrt……” eko mendesah meracau.
” stooopppssphhh….. aaaaahhh… hhhhhiih……” kata santi sambil terus meronta melawan tapi juga mendesah.
“uddddaaaa….aaaaahhhh……. aaaammmpun ko…… kontolmu tembus rahhhimku kooo…….
plok plok plok plok……

clep clep clep clep clep…….
suara selangkangan meraka beradu bertumbukan.

santi meronta tapi sebenarnya dia juga merasakan nikmat yang teramat sangat sehingga santipun merasa hampir mendapatkan orgasme lagi.

“ooh…. memekmu dahsyaaaatttt mmmmmm……. mbbaaak……
ayooooo…… aku mau keluar….. aaaaarrrsgggtttthg…….” desah eko.
seketika juga santi terkejut.
“..jjjjjaaaa…..nggaaaan………..

aaaaaahhhh…….. ssssrr……”
tiba2 tubuh santi mengejang, tangan dan kakinya memeluk eko dengan erat, pinggulnya bergetar hebat tanda santi sedang orgasme.
” aaakkuuu…. kelluaaa…… oooorrgghh…….”

dan… crot crot crot crot crot……….

eko orgasme juga hampir bermaan dengan santi. menyemprotkan banyak sperma langsung ke rahim santi.
” hhhhii…..uuuuh…… nikmat mbak……” guman eko.
” aaaaah…hhh…… jaangan di dalam…. nanti aku hamil…..” kata santi pelan, melarang eko tapi sudah terlambat, eko
telah menanamkan benihnya di rahim santi.

mereka masih bepelukan dengan kontol eko masih menancap di memek santi.
” kamu kok tega2 nya ko ama mbak?” kata santi pelan sambil menahan marah.
eko hanya diam menjawab.
pelan2 tetes bening air mata keluar dari sudut bening mata santi.
akhirnya setelah lelah bergulat mereka berdua tertidur berpelukan, dan santipun nggak jadi berangkat kerja

TERNYATA ISTRIKU BINAL | CERITA DEWASA | BANDAR BOLA PIALA EROPA 2016

Cantik, sexy… & berani, itu lah aku. Ga tingi-tinggi amat, berat 160cm, beratku 48an kg, bra nya 36C, ukuran yang cukup besar dan favorit kaum pria. Body ramping. Mukanya oval oriental asian face … dengan rambut panjang sepunggung yg dicat dark brown.



Sebelumnya kenalin namaku Vivy, umurku 26thn, married dengan cowok yang sanggup memenuhi semua kebutuhanku… Namanya Hendra, berumur 32 tahun dan seorang Bisnisman yang selalu sibuk dengan segala macam urusannya.

Sebelum married aku ga punya kerjaan tetep, kadang aja ada yang nawarin kerja sebagai SPG, mulai dari Rokok ternama sampai produk Automotive. Kadang-kadang ada yang meminta untuk handle penjualan/pameran property. Selama fee nya kurasa sebanding aku ga menolak. Aku ga betah bekerja terikat di suatu perusahaan, lebih suka bebas. Sampai aku married my hubby memintaku untuk pensiun dan stay at home.

Aku tinggal di kawasan pemukiman yang terbilang elite dengan segala macam fasilitasnya. Rumah kami pun bertype tunggal dengan halaman yang cukup luas. Aku merasa nyaman dengan kehidupanku, terkecuali jenuhku yang belakangan datang melanda. Aku terbiasa hidup bebas, bekerja, jalan-jalan, shoping, hangout sampai dugem. After married, my hubby melarangku untuk “mengulangnya”.

Pernah suatu ketika aku memohon kepadanya untuk mengijinkan ku bekerja, dia hanya menjawab “you’re mine now beibs….”. My hubby cukup tahu pekerjaanku di waktu silam, mungkin juga segala keliaranku. Aku pun menghargainya karena dia mau menerimaku apa adanya dan juga takut kehilangan semua yang kunikmati sekarang. Diapun tak mempersoalkan kesucian diriku karena aku sudah berkata sejujurnya.

Bekerja sebagai “contract girl” menuntutku dan menyeretkan untuk melakukan apa saja demi fee atau bayaran yang kuterima. Yupps… aku pernah tidur dengan beberapa orang, aku rela berpakain seronok sesuai pekerjaan ku, bahkan… aku rela difoto bugil untuk beberapa klub fotografer mesum yang berkedok sebagai “fotografer”, hihihi.

Di rumah, aku tinggal seorang diri. Rumah besar dengan segala macam perabotannya. Hanya seorang pembantu dan suaminya yang menempati kamar di belakang yang merawat dan membersihkan rumahku. Aku sendiri tidak perlu bekerja di rumah, sudah ada yang mengurusku. Jadilah aku seorang house wife yang lonely.
My hubby sering pulang malam dari tempatnya bekerja. Terkadang memeriksa laporan keuangan dan transaksi atau juga menemani beberapa client, sekedar makan malam atau mencari hiburan di pusat kota bersama client nya.
Jika malam menjelang aku hanya duduk sendiri di ruang tengah ditemani rokok dan segelas wine ataupun sekedar minuman hangat. Sering gairahku tiba-tiba melonjak dan aku hanya bisa menahannya. Paling hanya menelpon my hubby dan bertanya ada dimana dan kapan pulang.

Seperti malam ini, aku menelponnya
“Hi honey… where are you?”….

My hubby bilang dia sedang berada di pusat kota menemani client makan malam dan menyenangkan hati mereka.

“ Oww… with some chicks honey?”…

“Yup honey… for my client, not for me,” kilah my hubby.

“Ga ada apa-apanya dibanding kamu,”

Yahh… setidaknya my hubby jujur mengatakan posisinya berada dan ga sembunyi sembunyi mengunjungi tempat-tempat seperti itu. Tiba-tiba terlintas ide untuk kepalaku.

“ You know honey, let me entertaint you, tonight.”

“How? I’m still stuck here,” My hubby bingung.

“I’ll come for you, only half hour to prepare and half hour again to get there.

“Ga usah beibs… its okay, I’m fine here.”

“Heyy… Cuma nambah satu chick lagi kan, spesial chick for you, only for you, you said you can’t enjoy the party becouse I’m more than them, come on baby…” Aku merengek kepada my hubby. Akhirnya my Hubby menyerah dan memberitahu posisi nya dan room nya. Dia akan mengirimkan mobil dan sopirnya segera.
Aku langsung berlari menuju kamarku, aku mengambil gaun pesta pendek, well… sedikit menerawang. Karena pada dasarnya aku dah horny sengaja aku mengambil gaun yang menurutku paling sexy. Gaun tipis dari bahan chifon tipis yang diikatkan pada tengkuk leher, terbuka di bagian depan hingga perut, pentupnya hanya helaian kain bagian depan yang menutup my boobs.

Totally backless… hanya menutupi bongkahan pantat ke bawah dengan longgar, tidak ketat dan berkibar karena bahannya tipis, belahan pantatku terlihat dan menyembul karena dressny aku tarik kebawah. Aku pakai G string merah dengan T-back pengikat tali pinggang dan selangkangan dari bahan perak mengkilap. Ketika kukenakan T-Back di atas belahan pantatku melewati gaun yang menutup pantarku. Well… so bitchy tonight. Aku ingat ketika aku masih lajang dan suka hangout bersama gank ku dulu dan memakai pakaian sexy begini. Tak lupa aku membawa pakaian kejutan buat my hubby.

Tapi… sepertinya aku butuh sedikit “tester” deh… Hmm… di rumah tidak ada korban. Tidak ada ide lagi akhirnya aku berteriak dari ruang tengah setelah lampu ruangan tengah kunyalakan dan terang benderang….

“Bang Mamattt…..” Aku memanggil suami pembantuku

Bang Mamat datang tergopoh-gopoh. Aku sengaja berdiri membelakanginya sambil menghadap cermin besar di ruang tengah. Aku tahu Bang Mamat sudah berdiri di belakangku. Kubiarkan dia sejenak menikmati pemandangan indah. Usianya sekitar 40 thn an dengan badan kurus, tapi sejenak aku melirik ke bagian bawah tubuhnya dan tersenyum melihat ada tonjolan di balik sarungnya.

Dari Belakang aku seperti tidak mengenakan apapun dari punggung ke bagian bawah, bahkan belahan pantatku sedikit terlihat ditutupi tali G-String. Bang Mamat rupanya salah tingkah melihatku seperti itu. Yess,,,, sudah cukup OK sepertinya.

Kurasa cukup dan aku lalu berkata.
“Bang… saya pergi ya mau jemput Bapak… tolong kuci pintunya yah. Saya bawa kunci cadangan, nanti gampang bisa masuk sendiri.”

Aku bisa sih mengunci sendiri tapi sengaja aku panggil Bang Mamat (nama suami pembantuku) untuk sekedar pamer body dulu. Aku berbicara sambil terus membelakangi Bang Mamat…

“Iii…yaa… Nyonya….”

Aku langsung membalikan badanku dan berkata, “Ayo anter saya ke gerbang depan…”
“Sekarang nyonya? Tidak ganti baju dulu?” dengan gugup ang Mamat bertanya.

Aku tersenyum mendengar pertanyaannya, ohhh…. Alangkah lugunya, tidak mengerti model clubbing dress yang akukenakan ini.

“Kenapa? Baju ini jelek?” Aku memancingnya.

“Tidak nyonya… bu… bukan begituu…, saya kira ini baju rumahh….,” Tukas Bang Mamat.
“Ohh… ini baju pesta, udah agak lama sih jarang saya pake, nanti akan sering-sering saya pake baju-baju yang model begini. Bagus ga

“Iii..yaa… Nyonya…”

“Ya sudah antar saya ke depan dan buka pintu nya,”

“Ba… baik nyonyah…”

Bang Mamat berlari ke pintu dan membukakan untuk ku. Mobil jemputanku belum datang, aku mengobrol dengan Bang Mamat di pintu pagar sambil menunggu mobil. Aku melihat jakun lelaki 40 tahun ini trus menerus meneguk liur nya, entah apa yang dipikirkannya saat ini.
Mobil jemputanku tiba dan aku duduk di belakang. Pukul 22.00 malam, jalanan Jakarta tak seberapa macet. Aku tiba di club M di kawasan Kota. Mobil tidak bisa mengantarkanku sampai di depan teras lobby gedung, terpaksa aku harus berjalan sedikit untuk masuk ke gedung.

Aku merasa gugup ketika berjalan dari mobil hingga lobby gedung. Semua mata memandangku tajam, seperti aku ga memakai busana sama sekali. Memang busanaku lebih cock dipergunakan untuk suasana yang lebih intim… Tetapi aku malah merasa horny diperhatikan banyak pria, terasa G-stringku sudah mulai basah. Beberapa anak muda yang akan hangout malah mengapitku dan menegurku….

“Mbak… sexy nya gila… boleh minta fotonya donk…”

Sebelum sempat menjawab ada seseorang yang menarik tanganku dan mendekatkan mukanya serasa mengarahkan kamera ponselnya… … aihh, kaya artis aja. Hihihi. Mereka dengan ramah menjulurkan tanganya dan kusambut. Mereka memperkenalkan diri satu persatu dan aku menyebutkan namaku.

“Yuk, anterin aku masuk yuk, dah ditunggu nih,”

“Yahh…. Kirain free,”

Aku sedkit menggodanya dan berkata, “I’ll be arround”.
Aku tertarik dengan salah satu dari mereka, namanya Markus. Aku merapatkan badanku dengan badannya dan dia memeluk pinggangku seraya berjalan ke arah lift.

Salah seorang GRO menyambut kami dan menunjukan sofa di sudut yang temaram dan nyaman. Aku duduk sebentar mengobrol dengan mereka. Beberapa dancer topless tengah meliukan badannya di atas panggung, aku sedikit bergoyang walaupun masih duduk di sofa empuk kami. Bagian bawah dress ku tertarik hingga sudah tidak bisa menutupi G-String yang ada di selangkanganku.

Aku cuek saja… Kalo Lampunya terang sudah pasti mereka dapat melihat rambut vaginaku dan bibirnya karena g-stringku tipis dan mini. Aku sedikit menggoda mereka dengan mengangkat pantatku, berdiri agak menungging dan menundukan badanku seolah mengambil menu minuman yang ada di meja. Well, alhasil my Boobs menggantung dengan bebas. Markus menariku untuk duduk dipangkuannya hingga aku terjatuh dipangkuannya.

“Ouwwhh, nakal yah…,”

“Yup… Gw pingin nakal bersamamu…,”

Aku menikmati sentuhan tangan markus yang bergerilya mengusap perut dan naik ke arah boobs ku.
Tiba-tiba ponselku bergetar dan kulihat ada message dari my hubby menanyakan keberadaanku. Aku balas dan bilang masih di rest room. Aku berbalik ke arah Markus dan mengecup bibirnya.

“I have to go, don’t go anywhere, I’ll be back for you,”

“Okay, I’ll be here”

Aku berdiri merapikan dress ku dan berlari ke rest room sekedar memeriksa make up dan merapikan dress ku. Aku segera keluar dan bertanya ke waiter ruangan VIP my Hubby. Sang Waiter mengantarku ke VIP Room yang dimaksud. Tanpa mengetuk pintu aku segera masuk.

“Hi honey,” Aku menghambur ke pelukan my Hubby. Aku mengecup bibirnya sebentar dan melihat ke isi ruangan. 2 orang Dancer Streap Dancer yang kutahu setelah berkenalan, Sisy dan Vina yang sedang meliukan badannya, tinggal bra dan celana dalam yang melekat di badannya. 3 orang lelaki (salah satunya my hubby) dan 2 orang LC masing-masing mengapit mesra kedua rekan bisnis my hubby.
Aku masih berdiri dan sambil membukukan badanku aku menyalami mereka satu persatu.
Sekedar show body dulu, hihihi. Aku bercakap cakap ringan sambil berdiri dan sedikit membungkukan badanku. Payudaraku sudah menggantung kemana-mana, I feel so sexy tonight.

“Oww… Mr. Hendra Wife… nice to meet you, you’re look wonderfull.”

Mr A Siang dan Mr. Rudy. Ada Rika dan Lusi yang masing-masing mengapit mereka. Aku tersenyum melihat pakaian mereka sudah bertebaran di sudut lantai, hanya mengenakan Bra dan CD saja. Mata mereka tak pernah luput dari melihat tubuhku. Aku tersenyum bangga dan tambah horny.

‘Honey, kanapa ga order cewek nih buat nemenin?” Aku liat my hubby duduk sendiri. 

“Because of you,”

“Oww… Is it right? I have something special for you,” tukasku.

“Apa tuh?”

“The other side of me”

“What??” My hubby rupanya tidak terlalu mengerti.

“Hmm… you look so sexy tonight, almost nude, malah ga usah pake baju aja kali.” My hubby berusaha protes kepadaku.

“Boleh?” Aku langsung balik bertanya

“Apanya yang boleh, kamu mau naked di sini, jangan gila donk.”

“Okay honey, if u said No, I’ll follow everything you said to me, OK.”

Tanganku sedikit bergerilnya di selangkangan suamiku… oww… sudah mengeras rupanya.

“You like it, right?”

“What?”

“My Dress, tonight….”

“I’m Jelouse, but…. I feel excited too, I have hot wife.”

“I’ll service you, tonight.”

Party terus berjalan, kami meminum coctail dan memesan beberapa macam minuman lagi diselingi canda tawa. Aku duduk dipangkuan suamiku. Aku memberikan sinyal kepada dua orang dancer di depan kami untuk mulai menanggalkan CD dan bra mereka.

Mereka dengan gaya erotis menanggalkan bajunya, sementara aku menggoda Sisy dan vina untuk menanggalkan pakaian dan berteriak kepada mereka untuk berusaha merayu Mr. Asiang dan Mr. Rudy untuk melepas kemeja mereka. Mereka menurutinya dan langsung mendekam di pelukan A Siang dan Rudy. Keliatannya my hubby sudah agak mabuk, A Siang dan Rudy sedang asyik dengan mainan mereka, 4 girls melawan 2 man, hihihi. Aku memberikan aba-aba kepada salah seorang dancer di depan untuk mendekat dan mengerjain my hubby.

“It’s OK honey…. Just for play… not intercourse,” Aku meyakinkan Hendra.

Sisy segera memberikan lap-dance di tubuh suamiku dan aku berbisik untuk membuka celana suamiku. Pada awalnya My hubby menolak. Aku mengerti rupaya my hubby belum sepenuhnya naik. Aku maju dan dance bersama Vina. Kami saling memegang, meraba dan tertawa. Mr A Siang yang melihatku begitu langsung berdiri dan menarik simpul ikatan dress di leherku. Bajuku langsung jatuh ke bawah karena tidak tidak ada lagi simpul lainnya yang menahan. judi bola

“Oww… Mr. Asiang, malu ahh…” Aku hanya berteriak kecil sambil menutupi kedua boobs ku. Aku tarik kembali bajuku dan tetap memeganginya menutupi payudaraku. Bisa saja aku tidak menutupi tubuhku, tapi aku pikir terlalu dini to be naked.

A Siang tertawa dan Rudy ganti mendekat dan merangkulku untuk mengajakku menari. Aku menari melenggokan badanku bersama Mr. Rudi. Mr. Rudy memeluk pinggangku erat.

Aku treus menari di sekililing ruangandan berjalan hilir. My hubby dengan mata sayu menatapku, antara mabuk dan horny. Tanpa sadar celananya sudah melorot kebawah dan penisnya mengacung yang dipegang oleh Sisy. Sisy mengelus elus penis Hendra dan dengan gerakan erotis Sisy mengulum penis Hendra.

“Teruskan Sy… buat sampe klimas.” Tukasku…

Mr. A Siang menyergapku dari belakang.

“Yeahh Vy… angkat tanganmu….”

Dia memegang pinggangku dan memeras kedua boobs ku. Aku lepas dress ku dan membiarkan jatuh ke lantai. Yupp… aku sengaja ingin memperlihatkan kepada My hubby tercintaku ketika dicumbu dengan orang lain. Aku melirik penis suamiku yang makin keras dan panjang.

Mr. A Asiang berusaha untuk memasukan tangannya ke dalam G-String yang masih ku pakai. Namun selalu kutepis. Sempat melorot sedikit tapi aku naikan lagi. Sebenarnya aku sudah terangsang berat, tapi aku tidak ingin dicumbu terlalu intim, Aku menjaga perasaan Hendra. Kulihat mata Hendra makin sayu dan aku berpikir, inilah saat nya.
Aku permisi dulu kepada A Siang untuk menghampiri suamiku. 

Aku berjalan mendekati Hendra, aq turunkan G-Stringku, kuminta Sisy berpindah ke samping dan kuminta Vina juga mendekat. Aku sudah telanjang bulat. Aku minta Sisy dan Vina memeluk badan suamiku dari samping kiri dan kanan.

“This time honey…”

“Yeachh,,,, I want to fuck u here babe…”

“Yes you will…,”

Aku mengangkang di depan suamiku, kutarik celana nya hingga terlepas dengan penis yang mengacung tegak ke atas. Masih mengkilap karena habis dilumat Sisy. Vina dan Sysy menjilati tubuh Hendra dengan rakusnya. Dengan perlahan aku merendahkan posisiku dan beberapa detik kemudian….

”Jleebb….”

Seluruh batang penisnya terbenam di vaginaku….

“Oucchhhh,” Hendra melenguh.

“Acchhh….” Aku menjerit. Aku memompa sekuat tenaga dengan gerakan naik turun dan maju mundur….

“ Fuck me harder honey…”

Tubuhku terguncang guncang….

Plak…Plak… Plak…….

Bokongku beradu dengan paha suamiku…. Vina dan Sisy merangkul hendran sambil menjilati dada dan putting Hendra.
Akhirnya badan kami sama-sama kejang dan… “Seerrrrrr… “Aku mendapat puncak kenikmatan duluan.

“‘Crotttt… Crott… crotttt” Sperma suamiku menyemprot ke dalam liang vaginaku….
Selama 2 menit kami berdiam.

“Gimana rasanya honey… Fucking your wife dan orgasme dengan diapit 2 bidadari cantik.”
“You’re a wild rose babe… Still wild until now,”

“Yup honey… Rose is Rose, never be a jasmine. Kombinasi antara keindahan dan sifat liarnya. Yeach babe, for you I’ll be everything you want. Kalo kamu memintaku untuk duduk diam dan mekar di taman dan kerajaanmu, aku akan menurutinya. Tapi kalo kamu biarkan aku terbang dan berkembang seperti tadi, aku siap menjalaninya. Aku tetap milikmu, no one can touch me deeply like you. Nikmati saja sensasinya.”
“OK baby, I’ll let u fly… wherever you want to go… whatever you wanna be….’
“Thankyou honey… I promise I’ll be yours forever.”

Aku menciumnya dengan mesra. Tak sadar jika penisnya masih menancap di vaginaku dan baru tersadar jika lendir cinta mulai merembes keluar.

Segera aku lari ke rest room di ruangan membersihkan sisa-sia sperma di dalam vaginaku. Aku baru inget di tas ku aku membawa lingerie sebagai pakaian ganti. Aku segera keluar dan aku tersenyum melihat pemandangan di dalam ruangan. Mr. A Siang dan Mr. Rudy tak mau kalah…. Mereka asyik bercinta dengan LC mereka. Disaksikan oleh Sisy dan vina.

Aku segera mencari dan mengenakan G string ku dan aku menarik My hubby keluar room untuk.

“Oh Shit… kamu ga pake sesuatu dulu untuk menutupi tubuhmu.”

“It’s OK honey, you’ll see…”

Sebelum married aku dah beberapa kali hangout di tempat itu dan sudah tahu benar acara apa yang sedang berlansung di hall.

Tebakanku tak salah, di atas panggung para dancer sedang meliukan badannya tanpa sehelai benang pun dan di bawah…. Beberapa dancer menjajakan minuman Ladies Drink mereka, hanya memakai g-string dan topless….

“You see honey… I look like them. Jika aku bugilpun aku tidak akan mencolok sedikitpun….”

“I see..” gumam Hendra

“Lets have some fun here… biarkan A Siang dan Rudy menuntaskan birahinya di room.”
Kami mengitari panggung untuk mencari meja kosong, tapi pengunjung sedang padat dan kami tidak mendapatkannya. Akhirnya aku tarik tangan my hubby ke tengah hall dan here we are… Dance dengan tubuh rapat . Aku hanya mengenakan G-String saja dipeluk oleh Hendra dari belakang. Tangan Hendra mengelus boobs ku dan nafsuku kembali naik.
Kami dikelilingi oleh orang-orang yang berdecak kagum melihat tubuhku yang telanjang ini. Beberapa orang dengan iseng mencolek beberapa bagian tubuhku, aku biarkan saja. Dengan gerakan erotis aku mengangkat tangan ke belakangdan memegang kepala my hubby dari depan. Ada yang tidak tahan di tengah kerumunan tiba-tiba meremas payudaraku dan menjilatnya. Aku hanya mendesis….

“Honey… I think I want more,” aku berbisik
“Let me rest for a while… at least 1 hour beibs…”
“I know how make u fresh and mood again. Just stay there,” aku menunjuk suatu tempat di samping pilar.

“I’ll be back, just watch me where I’m going,” kataku tersenyum dan mengecup bibirnya.
Aku meninggalkan Hendra dan berjalan ke meja pojok. Meja itu sudah penuh dengan botol dan gelas serta tempat es batu. Sofanya penuh dengan pasangan gerombolan Markus dan kawan-kawannya, asyik bermasyuk ria dengan beberapa orang LC.
Aku menghempaskan pantatku di sofa itu.
“Hi…. I’m backk….,”

Markus takjub melihatku hanya yang bertelajang dada.
“Wow… Vy…. You look greatt…”
“Can I have some drink here?”
‘Sure Vy… just order whatever you want.”
“No… cukup ini saja.”

Aku bangkit membelakangi markus menghadap meja, menunduk dan mengambil gelas, es batu dan menuangkan Blue Label. Pantatku persis didepan Markus. Belum selesai aku menuangkan minuman aku sudah ditarik dan jatuh terduduk di pangkuan Markus.
“I want you tonight” Markus berbisik
“Now..?” Aku tersenyum menjawabnya
“Yeah, noww…”

Aku membalikan badan dengan manja dan bergelayut di lengannya. Markus menciumku dan tangannya dengan nakal langsung menyusup ke dalam G Stringku…

“Ouchh…” Aku menjerit kecil ketika jemari Markus masuk ke dalam liang vaginaku.
Aku kuatir Hendra akan melihat ini dan aku juga kuatir aku tidak dapat mengontrol diriku. Aku naik di tengah sofa sambil menghadap suami yang berada di ujung pilar, Hendra membelakangi Suamiku yang melihat dari kejauhan.

Aku melihat kesempatan ini, jika aku bisa intercourse dengan Markus tanpa terlihat. Aku membuka zipper celana Hendra, mebuka dan memelorotkannya sedikit. Batas Penis Markus mencuat, aku sibakan G-Stringku di bagian bibir vagina ku dan segera kupasang posisi kepalanya tepat di bibir vaginaku. Lalu aku menghentak ke bawah dan lagi-lagi….
”Jlebb…””

“Ouchh….” Aku menjerit
Aku menggoyang perlahan.
“Mainkan pinggulmu,” aku berbisik ke Markus
Aku menaik turunkan pinggulku perlahan. Aku tahu ini tidak akan terasa nyaman berhubungan sex dengan cara ini.
“Another day… another time… I’ll call u” Bisikku….
Aku berdiri dan dengan cepat merapikan G String ku.
Markus merogoh dompetnya dan memberikan secarik kartu nama. Aku lipat dan aku sembunyikan di balik G Stringku.
Aku kecup kening markus dan pergi….

Aku kembali…
“You saw that…” Aku bertanya
“ Yahhh…. Pretty wild…” Jawab Hendra
“Lets go home… I can’t wait, just fuck me honey….”

“ OK…”

Kami kembali ke room dan pertarungan di room telah usai. Kami bersiap pulang dan aku memakai Lingerie yang aku bawa dari rumah. Lingeri dari bahan tipis bermotif bunga. Sebenarnya bahannya sangat tipis, hanya motif bunga yang memberikan kesan menutupi bagian-bagian tertentu tubuhku. Panjangnya hanya separuh pantatku.

Kami harus mengantar Mr. A Siang dan Mr Edy kembali ke hotel mereka tempat menginap. Mobil cuman satu dan terpaksa kami berhimpit berlima termasuk supir di mobil Hendra. Aku duduk di pingir di jok belakang. Hendra dan Edy di sampingku.

Di depan Supir dan A Siang. Tiba di teras Lobby hotel aku harus turun untuk mempersilahkan Mr. A Siang dan Edy turun. Ketika aku turun beberapa security hotel berdehem melihat penampilanku. Aku tidak menghiraukan mereka. Di pintu hotel kami bersalaman dan cipika cipiki. Aku tak peduliku security hotel melotot melihat pantatku yang ter ekspos bebas. Hendra keliatan gugup melihatku. Aku mengedipkan sebelah mataku.

Kami segera pulang, Sopir kami turunkan sebelum masuk komplek perumahan kami karena dia akan pulang ke rumahnya sendiri. Hendra my hubby membawa mobil dan kesempatan ini tak kusia siakan… sambil menyetir aku meloloskan celana Hendra dan segera kulumat batang penisnya…
Ketika masuk komplek perumahan Satpam membukakan portal dan tidak menyadari aku tengah melumat dan mengocok penis Hendra.

Hendra turun dan mematikan mesin. Mobil kami parkir di jalanan komplek karena cukup aman. Aku setengah berlari masuk ke apagar rumah kuatir tetangga melihat. Hendra mengunci kembali pintu pagar dan menggandengku masuk ke rumah. Namun aku berpikiran lain, aku menarik tangan my hubby ke taman di depan rumah…
“Come On honey… udah ga tahan nih…”

“Here?” My Hubby balik bertanya.
“Yup… fuck me here,”

Kami bercinta di gazebo taman depan rumah… Sensasinya luar biasa antara birahi dan takut kelihatan tetangga karena rumah di blok kami berlantai 2 semua.
Aku lihat lampu-lampu ruangan rumah depan mati semua…. I don’t know, mungkin saja ada pengintip atau memang tidak ada yg melihat. Aku hanya mendengar deru sepeda motor yang berhenti di depan rumah untuk memeriksa mobil My Hubby karena terparkir di depan rumah. Kami saling menahan napas dan berusaha untuk tidak melenguh dan mengeluarkan suara. Kami teruskan bercinta sewaktu security telah pergi.

Moci, Simpanse Tersayang | cerita dewasa | bandar bola piala eropa 2016

Moci, Simpanse Tersayang || Namaku Herlin. Aku adalah seorang pegawai swasta di sebuah perusahaan jasa kontraktor di Sorong, Irian Jaya. Ibuku dari Solo dan Papa dari Manado. Sudah hampir 4 tahunan aku tinggal di Sorong, Irian Jaya. Tadinya aku ikut suamiku yang kebetulan Pegawai Negeri di Dinas Kehutanan yang dipindahkan bertugas di Sorong. Eh, dari pada menganggur, aku melamar kerja dan diterima, setahun setelah kami pindah. 



Mas Johan, suamiku pun tidak keberatan kalau aku bekerja. Hitung-hitung cari pengalaman, katanya. Kisahku ini mungkin agak menggelikan dan menjijikan, tetapi ini bukan basa-basi loh..! Di kota yang terbilang indah tetapi sepi ini, aku mempunyai seorang teman akrab, Susan namanya. Susan itu istri Marcel, teman sekantor suamiku. Nah, jika suamiku dan Marcel sedang tugas di luar Sorong, biasanya Susan menginap di rumahku. Atau kadang aku yang menginap di rumahnya. Kami pun jadi sangat akrab seperti saudara. 

Maklum, kami juga sama-sama belum dikaruniai anak, jadi rasa senasib terasa benar di antara kami. Cerita ini berawal saat bulan Juni 2 tahun lalu, Mas Johan dan Marcel, suami Susan dapat panggilan pendidikan di Denpasar. Kami pun memutuskan bahwa aku lah yang harus menginap di rumah Susan selama dua minggu. Hari-hari pertama tidak ada yang ganjil bagiku. Rumah Susan menyenangkan. Maklum suaminya yang hobby mengoleksi hewan langka begitu pandai menata rumahnya.
Ada dua binatang kesayangan Marcel yang juga kesayangan Susan. Si Blacky anjing herder jantan dan Moci si Simpanse jantan pula. Blakcki anjing yang pintar, dan Moci pun Simpanse yang cerdik, jadi mereka tetap akur. Dan, saking sayangnya Susan dan Marcel pada mereka, mereka dibiarkan terlepas tidak terikat, apalagi dikurung. Nah, suatu sore, sepulang aku dari kantorku, aku langsung mandi. Susan yang katanya lagi kangen berat sama Marcel tengah asik nonton VCD. Tidak tahu apa filmnya, tetapi yang jelas Susan suka drama yang romantis. Usai mandi aku menemani Susan menonton VCD. Tentu saja Moci dan Blacky setia menemani kami.

"Wuih seriusnya. Film apaan sih San..?" tanyaku. "Dramanya Roberth de Niro nih Lin. Lagi seru. Eh, tadi si Ivon kemari ngasih titipan buat kamu, tuh ada di meja tengah..!" jawab Susan sekaligus memberitahuku kalau si Ivon memberikan titipan. Ivon itu kenalan baruku, pemilik Salon Ivon. Dan ternyata yang dibawanya adalah titipan Mas Johan, VCD porno, he.. he.. he..! "Apaan tuh Lin..?" tanya Susan saat aku membuka koran bungkusan VCD itu. "Eh, ini Sus.., titipannya Mas Johan. Film BF..," jawabku sekenanya. Tanpa basa basi, Susan langsung merebut 3 keping VCD porno itu dari tanganku. 
"Kita nonton yuk..! Buat hiburan..," katanya. Yah, sore itu 3 film BF kami lihat bersama-sama, Moci dan Blacki kami ungsikan dulu keluar kamar. Malam harinya, setelah makan malam, rasanya aku mengantuk sekali, aku pun langsung tidur. Tetapi aku terjaga sekitar pukul 12 malam, biasa, kebelet pipis. Eh, tiba-tiba aku sadar kalau si Susan tidak ada di sisiku. Kemana ya..? Ah, aku langsng saja ke kamar mandi untuk pipis. Setelah itu baru aku cari Susan.

Aku mencarinya hingga ke dapur, tetapi tetap tidak ada. Lalu aku sedikit tersentak ketika melihat bayangan di ruang kerja Marcel. Aku juga mendengar erangan Susan. Sepetinya lagi dilanda birahi yang sangat tinggi. Aku mendekat ke arah pintu ruangan itu, dan kuintip dari lubang pintu. Astaga, dalam keremangan itu aku melihat Susan yang sudah tidak berbusana tengah dicumbui oleh Moci, simpanse kesayangannya. "Ohh.., hsst.., ngghh.., Moci sayankhh..," ceracau Susan tidak karuan. Moci yang tingginya sekitar 160 cm dan berbadan besar itu tengah mengarahkan mulutnya ke selangkangan Susan. Susan sendiri matanya terpejam dan mengangkangkan kakinya sambil tiduran. Ihh serem..! Aktifitas Moci makin menggila, Susan dibopongnya dan dibantingnya kembali ke Sofa sehingga posisi Susan jadi membelakanginya. 
Lalu.., wow..! Batang penis Moci yang sudah mekar membesar itu langsung disodokkan ke arah liang senggamanya Susan. "Ahh.., hhsst.. ayoo Moci..!" perintah Susan. Bagaikan budak yang baik, Moci langsung memompa pantatnya maju mundur, sehingga batang kemaluannya yang berbulu menerobos masuk keluar vagina Susan. "Oarghhk.., rggkk..," Moci mengerang ganas. Susan terpontang-panting, kepalanya bergoyang-goyang. Kupikir, pastilah Susan merasakan kenikmatan luar biasa dari penis Moci. agen bola

Aku yang melihat adegan Moci-Susan menjadi tidak kuasa menahan gejolak yang mulai menjalari tubuhku. Ah.., bersetubuh dengan hewan..? Tanpa sadar aku meraba-raba sendiri payudaraku. Lalu tanganku menyusup ke selangkanganku yang memang sudah tidak terbungkus (kalau tidur aku memang malas pakai CD dan Bra). 

"Ooohh.., nikmatnya..," sambil mataku tetap memandangi tubuh Susan yang tengah digagahi Moci. Tapi tiba-tiba aku dikejutkan oleh jilatan-jilatan halus di betisku. Dan, astaga.., si Blacki tengah menjilati betisku. Aku ingin marah, tetapi saat itu aku merasa kenikmatan tersendiri dari lidah Blacki. Aku pun membiarkan Blacki menjilati betisku, dan mataku kembali ke lubang pintu, melihat Susan dan Moci. bandar bola

Susan kini sudah ganti posisi. Kulihat dia telentang di Sofa, sementara Moci menggenjotnya dari atas. "Teruuss, Moci sayang.., aku kenikmataann niih..!" desah Susan. Pemandangan di dalam ruang kerja Marcel itu membat birahiku segera memuncak. Apalagi jilatan Blacki sudah mulai naik hingga belahan pantatku yang memang menjorok ke belakang, karena aku sedang mengintip. Blacki nampaknya tengah birahi pula, pikirku. "Hiisst.., Blacckkiih..," desahku tanpa sadar. Blacki memang pintar menaikan birahiku. Daerah betis hingga belahan pantatku terus saja dijilati lidahnya yang berstruktur agak kasar. Lama-lama aku sudah tidak konsentrasi lagi dengan Susan-Moci. 
Aku melangkah perlahan ke kamar tidur, sedangkan Blakci terus mengikutiku sambil menjilati pahaku. Kadang jilatan itu sampai juga ke vaginaku yang mulai berlendir. Aku duduk di tepi ranjang dengan kaki ternganga lebar, dan kubiar Blacki kini menjilati vaginaku dengan leluasa. "Lakukanlah Black.., aku milikmu sayang..!" rintihku. Blacki sermakin agresif menjilati vaginaku. Yang kurasakan saat itu tulang-tulangku seakan luluh lemas dan ingin segera menuju puncak kenikmatan. "Ohh.., Black.., sstt.., yyeaahh..," desahku nikmat. Kemudian mendadak Blacki berhenti beraksi. "Grrhhkk..," dia menggumam seperti marah padaku. Tetapi aku segera mengerti, Blacki rupanya ingin segera menyetubuhiku. 

Aku pun segera turun dari ranjang dan merangkak membelakangi Blacki. Tidak lama kemudian Blacki mengangkat dua kaki depannya dan menekan pinggangku. Kini posisi kami layaknya sepasang anjing yang akan kawin. "Auuhhsstt.., ohh..," desahku ketika merasakan ada benda yang agak kasar menerobos masuk di lubang senggamaku. Blacki memang sudah birahi, dan langsung memompa kemaluanku dengan batang kemaluannya yang dua kali lebih besar dari milik Mas Johan suamiku. 
Vaginaku terasa sesak dan penuh oleh kemaluan anjing Herder itu. 15 menit kemudian, "Ohh.., Blacki sayanggkkhh.. aku keluar sayanghkk.." teriakku histeris saat merasakan seluruh otot vaginaku berkontraksi cepat. Yaa, aku orgasme. Tidak lama kemudian aku terkulai lemas seperti bersujud. Blacki masih aktif memompaku. Hingga kusadar, kini posisi Blacki membelakangiku. Kami saling adu pantat, dengan kelamin bertemu (seperti anjing kawin itu lho). "Ehh.. Herlin.., Kamuu..?" Susan kaget saat mendapatiku dalam posisi kawin anjing begitu. "Kamu juga kan San..? Sama si Moci..?" jawabku kelelahan. Susan pun tersenyum. Sejak saat itu, selama dua minggu suami kami pergi pendidikan ke Denpasar, kami selalu dapat menuai kenikmatan dari binatang kesayangan Marcel dan Susan itu. Yah.. hitung-hitung selingkuh tidak beresiko lah..! TAMAT

Foto Memek Perawan Asli ABG Bule Di Masuki Kontol Gede

Foto Memek Perawan Asli ABG Bule Di Masuki Kontol Gede – Foto Memek Asli Perawan Anak Di Bawah Umur –Foto Memek perawan – perawan – memek perawan – Memek abg – Kontol Gede –Foto Kontol – Gambar memek –Foto memek asli – Foto Bugil – Orang barat – Abg Bule – orang bule -bocah di bawah umur – Anak Di bawah umur – memek – foto – Perawan – Abg – Bule –Kontol
Memek Perawan Bocah Bawah Umur
http://www.medialangka.com/2013/10/foto-memek-perawan-asli-abg-bule-di-masuki-kontol-gede.html

Arsip Blog