RASA HATI (POLISI)

Sebut aja namaku Bayu,umurku 23 tahun
Aku asli dari Kota Solo dan sekarang menetap dan dinas di Papua

Aku terlahir dari keluarga yang sangat sederhana,
Masa kecilku aku habiskan di Kampung di pinggiran Kota Solo,
Sejak kecil aku sudah merasa ada kelainan di diriku,
Aku ingat waktu duduk di bangku SD aku suka banget sama kakak kelasku,
Dia cakep dan suka jailin aku,tapi aku tak peduli meski aku mengharapkan perhatian darinya,

Sejak sekolah sampe lulus sekolah aku belum mengerti tentang hubungan sejenis,sampe akhirnya aku merantau ke Papua...
Setelah aku dinas selama dua tahun baru aku berani jalan-jalan ke kota dan akhirnya aku bertemu dengan seorang laki-laki yang cukup keren dan cukup humoris,
Aku gak tahu kalau dia ternyata Gay dan akhirnya hubungan kita semakin dekat dan kitapun menjalin hubungan percintaan,

Ternyata hubungan kita gak berjalan lama,karna aku gak mau terlalu di kekang dan akhirnya akupun putus dan menjalin hubungan percintaan dengan beberapa orang diantaranya seorang Dokter,Pegawai Bank dan PNS di salah satu institusi di Papua...!!
Aku bahagia selama pacaran dengan mereka,tapi aku masih ragu napa aku lum bisa mencintai mereka dengan sepenuh hatiku seperti mereka mencintaiku...!!
Aku selalu di kekang dan banyak larangan saat menjalin hubungan sejenis...
Itu membuatku gak nyaman dan ingin secepatnya putus dari mereka...!!!

Saat ini aku menjalin hubungan dengan seorang pegawai BUMN tapi sayang dia dinas di Jakarta,dia tak hanya cakep tapi baek banget sama aku....!!
Hubungan kita sudah hampir setahun,tapi aku gak tau mau dibawa kemana hubungan ini...@@

Disaat aku menjalin hubungan dengan dia,hadirlah sesosok orang yang sangat aku kenal dan jujur aku sangat suka dengannya,
Dia seorang abdi negara juga,dia tentara dan tugas di Papua
Aku gak nyangka kalau ternyata dia Gay dan suka sama aku
Hubungan kita sudah sebulan lebih tapi aku masih lum bisa melupakan pacarku yg di jakarta,

Saat ini aku bingung,aku harus memilih yang mana,tapi yang jelas aku seneng banget bisa menjalin hubungan dengan mereka,,

KENALAN DENGAN TENTARA :

Kira-kira setahun yang lalu laaah…

Disana enak banget,segala fasilitas lengkap ada disana..
Selama 4 bulan itu aku tinggal di salah satu Hotel yang memang diperuntuhkan untuk perwakilan Anggota Pengamanan di Perusahaan…!!

Setiap harinya apel pagi gabungan tetap dilaksanakan di Halaman Hotel..
Seperti biasa habis apel pagi kita sarapan di restorant….
Aku masih begitu ingat ketika pertama kalinya aku makan di restoran Hotel itu..

Sebut aja namanya Mas Robi,dia seorang tentara yang ikut melaksanakan Pengamanan di Perusahaan..
Dia asli Bandung umur 27 tahun…
Badannya keren,lebih keren lah dari badanku
Maklum tentara latihan fisik lebih teratur di banding Polisi

Saat itu aku makan pagi bareng temen-temen polisi dan ada beberapa tentara yang ikut gabung termasuk Mas Robi…
Aku sarapan nasi goreng sedangkan Mas Robi sarapan roti bakar dan segelas susu …
Di meja makan kita saling cerita pengalaman di tempat tugas masing-masing…

Aku hanya ingat cerita dari Mas Robi bahwa dia sangat kecewa saat ditempatkan di Papua Padahal dia pendidikan di Bandung….!!
Tapi lama kelamaan Mas Robi betah juga di Papua karena dia punya cewek disini…

Hatiku mengatakan Mas Robi gak mungkin lah mempunyai kelainan Sex apa lagi berfikir kalau dia seorang Gay….!!!
Karena aku fikir dia udah punya cewek disini dan diapun sering telepon ceweknya…!

Saat itu Aku dan Mas Robi satu ruang kerja…
Aku perwakilan dari Polisi dan Mas Robi juga perwakilan dari Tentara
Selama 4 bulan itu kita lewati hari-hari bersama dengan teman-teman lainnya…

Gak sedikitpun terlintas di benakku untuk lebih dekat dengan Mas Robi
Hingga akhirnya kontrak pengamanan di perusahaan itu berakhir…
Dan kitapun kembali ke tempat tugas masing-masing…

Pada saat di tempat tugas masing-masing aku jarang sekali bahkan gak pernah berhubungan dengan Mas Robi…
Hingga suatu saat aku iseng-iseng buat FB khusus temen-temen Gay…
Gak tanggung-tanggung aku buat FB dengan Nickname “Polisi Papua”
Meski Foto Profilku di FB gak ada Wajahku tapi respon dari temen2 bagus sekali
FBku belum genap 2 bulan tapi temenku udah hampir 3.000 si seluruh Indonesia…
Pesan di Inbox FBku banyak bangeeet…
Sampai-sampai aku kualahan untuk balesnya…
Hingga suatu saat ada inbox yang ngakunya dia seorang Tentara..

Aku gak begitu merespon pesan itu karena FBnya gak ada foto sama sekali..
Aku fikir paling-paling orang iseng yang Cuma pingin kenal aku aja…
Selama seminggu dia minta no Hpku tapi aku gak mau kasih,,
Hingga dia pasang Foto telanjangnya tapi tetep gak ada wajahnya….

Jujur aku suka banget bentuk badannya yang di pasang di Foto Profil
Tapi aku masih jaim dan aku Tanya ke dia itu foto asli atau bukan
Dan dia bersumpah bahwa itu memang asli fotonya…
Hingga akhirnya aku kasih lah no Hpku lewat pesan di FB

Sejak aku kasih No Hp diapun sering sms ke aku..
Aku masih kurang respek sama dia,karena aku orangnya memang kurang begitu respek sama siapapun yang gak jelas wajahnya,ntah diaTentara atau Jendral sekalipun….

Tiap kali aku minta fotonya dikirim lewat MMS dia gak mau kasih,
Begitupun juga aku…
Maklum kita sama-sama jaga gengsi…

Setelah seminggu kita komunikasi lewat sms,
Tiba-tiba aku berfikir untuk telpon 3G ke dia..
Dan diapun setuju buat 3Gan..

Setelah kita telepon,aku kaget setengah mati…
Ternyata Tentara itu adalah Mas Robi..
Aku ketawa terbahak-bahak begitupun juga dia…

Gilaaaa……..!!!
Aku gak nyangka sama sekali kalau orang yang mengaku Tentara itu ternyata Mas Robi
Aku fikir dia Normal dan sangat bahagia dengan hidupnya,,,
Ternyata semua dugaanku salah kaprah…

Kitapun telpon 3G hampir 2 jam..
Aku dan dia saling curhat lewat telpon..
Hingga Akhirnya kita sex by 3G..

Gilaaaaa…..!!
Kontolnya Gede bangeeeet….!!
Kitapun Coli sama-sama lewat 3G..
Sungguh luaaaar biasa kebahagiaanku…

Menurutku Ini sungguh pengalaman yang luar biasa …
Seorang Mas Roby ternyata seorang Gay dan suka sama aku …
Kenapa kita gak dipertemukan saat kami bertugas sama-sama…

Tuhaaaan,…..!!
Aku gak tahu rahasia apa yang ada di hidupku..
Aku bersyukur bisa mendapatkan orang-orang yang menurutku sungguh luar biasa…
Tapi Apakah ini cobaan darimu?????????

Ini adalah pengalamanku yang baru aja aku alami…
Kita berdua berusaha untuk bertemu kembali dan meluapkan rasa kagum kita…
Meskipun kita belum pernah ML langsung tapi aku yakin suatu saat kita akan dipertemukan di suatu kamar dengan kasur yang empuuuuK…..!!!

Sampai saat ini kitapun masih sering Sex by 3G
Kita sudah berjanji sampai kapanpun kita akan menjadi sahabat..
Sampai kakek-kakek deeeeeh…..!!!
Doakan yaaa semoga aku bisa ketemu dia secepatnya…!!
Hehehehe…..

BERCINTA DENGAN STEVE :

Kejadian ini berawal sekitar dua tahun yang lalu

Awalnya kita berteman seperti biasa bercanda,ketawa,makan bareng,masak bareng dan lain sebaginya...!!

Sebut aja namaku bayu dan dia steve,aku asli jawa tulen sedang dia asli Padang campuran jawa..

Kita memang ditugaskan beda tempat,dia ditugaskan di perusahaannya langsung dan aku di tugaskan di kota...
Seminggu sekali dia datang ke messku di kota..

Malam itu seperti malam-malam biasanya..
Kita ngobrol bersama temen-temen yang lainnya,minum teh dan main kartu sama-sama...
Dia memang gagah,jujur aku juga tertarik dengannya tapi aku gak berfikir sedikitpun buat mendekati dia apalagi buat ML...!!karena prinsipku aku gak akan pernah menunjukkan kekuranganku ini di depan temen-temen seprovesiku...!!akupun saat ini punya cewek dan suatu saat aku juga akan menikah..

Malam semakin larut dan matakupun sudah ngantuk berat...
Saat itu aku ijin untuk tidur duluan dan temen-temen yang lain masih pada main kartu..
Akupun masuk ke kamarku,sambil denger lagu favoritku lewat hp sampai aku tertidur pulas..

Mungkin karena kecapean,akupun tidur enak banget sampai-sampai hpku lupa aku matiin,,
Saat aku tertidur lelap tiba-tiba ada tangan jail yang raba-raba pahaku,
Serentak aku kaget dan terbangun tapi aku gak berontak melainkan mendiamkan saja aksinya,ternyata yang meraba pahaku adalah Steve..

Aku heran napa dia udah tidur disampingku,maklum dia gak punya kamar di messku,jadinya dia nebeng tidur di kamarku...
Saat itu model tempat tidurnya tingkat,aku diatas dan ada temen satu lagi tidur dibawah..
Akupun bertanya dalam hati,napa dia tidur disampingku,padahal di bawah juga ada temenku...???

Tapi masa bodoh lah dia mau tidur dimana,yang jelas aksinya meraba pahaku buat aku terbangun dan sejenak berfikir,kenapa dia melakukan itu???
Saat itu posisiku miring membelakangi dia,tak lama kemudian aku tidur dengan pososisi terlentang...
Ternyata dia tetap meraba pahaku,selanjutnya wajahku aku hadapkan ke wajahnya tetapi tetap dengan mata terpejam...!!!

Waktu itu secara sepontan aku cium bibirnya,aku gak berfikir panjang lagi untuk mencium bibirnya yang merah dan sexy itu...
Ternyata dia gak menolak aku cium bibirbnya,kejadian itu berulang aku lakukan sampai kita bener-bener ciuman selayaknya orang bercinta...

Serentak aku berfikir,napa kita bisa melakukan hal ini,sepertinya gak mungkin tapi ini bukan mimpi...
Selanjutnya aku menyudahi aksi ciuman itu dan aku kembali dengan posisi tidur membelakangi dia sampai pagi tiba...

Setelah pagi datang akupun bangun dan mengingat kejadian semalam..
Ternyata dia masih tidur lelap disampingku dan aku langsung turun dari tempat tidurku dan langsung ke dapur bikin teh hangat,maklum kebiasanku setelah bangun pagi harus minum teh hangat..

Sambil denger lagu di depan komputer dan menikmati teh hangatku,tiba-tiba Steve datang menghampiriku dan menyapaku...
Aku hanya melemparkan senyum kecil saja buat dia,karena aku masih merasa bersalah telah menciumnya,waktu itu aku merasa takut kalau seandainya dia cerita kepada temen-temen yang lain atas kejadian semalam...

Ternyata aksi ciuman itu kembali terjadi malam berikutnya,malam pertama dan kedua kita hanya sekedar ciuman...
Sampai akhirnya dia balik ke tempat tugasnya,

Hari berganti hari dan minggu berganti minggu,
Steve selalu rutin datang ke messku tiap minggu sekali..
Hubungan kamipun semakin intim,meski hanya sekedar ciuman tapi aku merasa seneng banget...

Puncaknya waktu malam lebaran dua tahun yang lalu,saat itu di kamarku Cuma ada aku karena temenku yang satu kamar lagi cuti lebaran ke medan...
Malam itu Steve tetap tidur disampingku padahal tempat tidur dibawah kosong...

Malam itu aku sangat grogi dan sedikit deg-degan,jantungku berdetak kencang saat dia tidur disampingku,
Tuhan apa yang akan terjadi pada malam takbiran ini..???
Ternyata dia mengulangi lagi aksi nakalnya dengan meraba pantatku...

Akupun respon aksi nakal Steve,aku berabalik muka dan aku cium bibirnya...
Kita ciuman cukup lama dan rupanya tanganku yang lebih nakal...
Aku pegang kemaluannya yang sudah mengeras itu..
Aku buka celana Steve dan steve juga buka celanaku...

Malam itu sungguh tak bisa aku lupakan...
Secara spontan aku jilatin kontolnya,dan rupanya dia menikmati jilatan lidah sexyku....
Lidahku beramain cukup lama di batang yang keras itu...
Sampai akhirnya kita berdua bugil dan tanpa sehelai kainpun yang menempel di bandan....
Ternyata steve gak selugu yang aku kira,meski dia gak melumat kontolku tapi dia jilatin punting susuku sampai aku gak berdaya dibuatnya...
Sungguh nikmat tak terkira yang telah dia buat untukku....

Hampir setengah jam kita pemanasan...
Dan rupanya dia sudah gak tahan ingin nembak aku...
Akupun pasrah apa yang akan dia lakukan,aku di fuck olehnya...
Sungguh nikmat malam itu...
Aku pandangi wajah gantengnya dan kita ML seperti dalam film..
Sesekali kita ciuman dan berganti banyak gaya...

Si Steve rupanya sudah mau muncrat,,
Dia menggerang keenakkan....
Akupun gak kalah,aku muncrat duluaan dan gak lama dia juga muncrat di dalam lubang kenikmatanku...

Selesai sudah ML kita di malam takbiran itu,
Aku merasa berdosa tapi aku juga seneng banget..
Malam itu kamipun ngobrol di tempat tidur sampai pagi menjelang..
Sampai-sampai malam itu aku gak tidur dan langsung sholat Ied...

Dia mengungkapkan penyesalannya dan dia juga mengungkapkan kepuasannya telah menyetubuhiku...
Dia bilang malam ini adalah malam terakhir kita ML tapi kenyatannya kita masih mengulangi lagi kejadian itu...

Tapi sekarang hubungan kita sudah renggang,karena dia sudah mau menikah..
Aku sih berharap hubungan kita baik-baik saja tapi ternyata dia bener-bener udah mau melupakanku dan semua kejadian itu....
Semoga dia bahagia dengan kehidupannya....

~Steve~..... kau adalah lelaki terindah yang pernah mengisi hari-hariku...
Meski ini Cuma kenangan tapi aku gak akan pernah bisa melupakanmu...
Kau terlampau indah untuk dilupakan....!!!

DIGILIR POLISI

Ujang adalah seorang anak desa yang masih polos, usianya baru 18 tahun, lahir dari keluarga yang berkecukupan di desanya.orang tuanya adalah seorang petani yang cukup berhasil. kakak-kakaknya sudah bekerja dan berkuliah di kota, hanya Ujang yang masih tinggal di desa membantu ayah dan ibunya.

sebagai anak yang baru dewasa, Ujang memiliki tubuh yang tumbuh sempurna, layaknya anak remaja kebanyakan Ujang memang orang yang bersih dan mulus dengan kulit kuning langsat, dan wajah yang menawan. bibir kemerahan dan mata yang sayu menawan. tingginya 168 cm, berdada bidang dan berpostur dengan otot-otot tubuh yang berisi...

suatu ketika sebagai anak baru dewasa Ujang melakukan hal yang kurang baik memang, yaitu mengintip seorang gadis yang sedang mandi, memang dari kecil Ujang adalah anak yang jarang bergaul dengan anak-anak gadis...sial baginya hal tersebut tertangkap basah seorang warga yang melihatnya berkasak kusuk di daerah tersebut.

Ujang yang hanya mengenakan sarung lalu di bawa kebalai desa untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. warga menginginkan hal ini di proses di kepolisian. akhirnya Ujang pun di bawa ke kantor polisi yang dekat dengan daerahnya...

sesampai di kantor polisi Ujang di "STRAP" untuk berdiri, hanya mengenakan sarung yang membungkus setengah tubuhnya...laporan yang dibuat warga sehingga membuat Ujang harus tinggal di kantor Polisi...

kebetulan disana ada 3 orang polisi yang berjaga piket...
"ngintip cewe, awas mata lo bintitan lo..."hahaha

"baru pertama yah, belum pernah liat..."
Polisi tersebut mengolok-olok Ujang yang masih berdiri tegap...
tiba-tiba seorang polisi sengaja menarik sarung Ujang...dan lepas, sehingga Ujang kini bertelanjang bulat...

Ujang berusaha mengambil sarungnya...
"Eit...diam, kamu berdiri aja sana...tangan di belakang kepala..."
Kini Ujang berdiri dengan BERTELANJANG BULAT, tangannya di taruh di belakang kepala mempertontonkan bagian KETIAKNYA yang putih mulus dengan sedikit bulu-bulu ketiaknya...menyusuri dada bidangnya...menuju bagian perutnya yang sedikit berbulu halus sampai ke JEMBUTnya yang hitam agak lebat tetapi halus...KONTOL Ujang nampak menggantung lemas dengan BIJI ZAKAR yang cukup besar...

ke3 Polisi tadi menonton, ada yang duduk dan berdiri...
salah seorang dari mereka mendekati Ujang, tubuh tegal bersisi dan gagah dengan postur berotot yang kekar...
Polisi tadi membelakangi Ujang, memegang pundaknya, menyusuti sampai ke punggung dan membelai sampai kedada Ujang...
"diam, tangan lo tetap di belakang kepala..."

Perintah tegas tadi mengurungkan niat Ujang untuk berusaha melepaskan belayan Polisi tadi...terus dilanjutkan aksi tersebut dengan membelai bagian KETIAK Ujang, menyusuru dadanya hingga memainkan PUTING SUSU Ujang dengan mencubit dan memelintir halus sesekali...

Tak lama polisi tadi membelai lelkukan pinggang Ujang hingga keperutnya, sambil mengacup punggung Ujang...tiba-tiba dengan agak kuat meremas, KONTOL Ujang yang masih lemas, Ujang yang kaget hanya bisa diam...
"lo diam dannikmati aja...COWO baru gede kayak LO harus diajarin kayak begini..."

Polisi yang lain hanya menonton sambil tertawa kecil...
KONTOL Ujang diremas-reman hingga membuatnya terangsang dan mulai NGACENG...polisi tadi mengocok BATANG KONTOL Ujang...
"hem, enak kan...sekarang lo tau selain CEWE kenikmatan bisa dari COWO juga...apalagi soal NGENTOT, bukan MEMEK aja bisa DIENTOT...LOBANG BOOL lo juga bisa..."hahahaha...

Polisi tadi menjambak rambut Ujang,menghadapkan muka Ujang tepat dimuka Polisi tersebut"lo paham maksud gw...Jawab..."
"pa...paham kang..."

"Bagus...hoi, kita kerjain nih anak,biar dia tau siapa bos-nya..."
kedua polisi tadi langsung bangun dan beranjak mendekati Ujang...Ujang diposisikan berjongkok...menekan kepalanya kebawan dengan tetap di jambak...
"Lo liat KONTOL gw...sekarang lo ISEP sampai PUAS..."

Ujang kaget dengan KONTOL BESAR para polisi tersebut...bingung apa yang harus dilakukannya "Isep cepet..."
mendorong kepala Ujang mendekati KONTOL Polisi tersebut Ujang terpaksa menghisap KONTOL tersebut...

Polisi tadi menggerekan kepala Ujang maju mundur...menggoyangnya keras dengan mengguncang-guncangnkannya...menekannya sampai dalam, hingga BATANG KONTOLnya masuk semua...Ujang nampak kewalahan hingga hampir muntah...
Lalu di gantikan dengan menggoyangkan PINGGUL Polisi tadi maju mundur layaknya MENGENTOT mulut Ujang...

ketiga polisi tadi bergantian memasukan BATANG KONTOL mereka kedalam mulut Ujang...aroma KELAKI_LAKIAN yang menyeruak di mulut Ujang membuat sensasi lain, yang menimbulkan gairah pada diri Ujang yang baru merasakannya...tetapi dirinya tidak tau apakah ini...

Bosan dengan hal tersebut Ujang di suruh berdiri, kali ini bergantian ketiga polisi tadi menggereyangi tubuh Ujang...mereka menjilati setiap inci tubuh Ujang, dengan lidah dan bibir yang terus mengecup kulit tubuh Ujang...
menjilatinya mulai dari leher...dada bidang Ujang sampai KETIAK Ujang yang dijilati secara perlahan-lahan hingga beringas...menciumi dan menghisap PUTING SUSU Ujang hingga berwarna kebiruan...banyak jejak cupang yang mereka tinggalkan...Hingga akhirnya mereka menjilati LUBANG DUBUR Ujang...

Rasanya geli diawal, lidah Polisi yang bertemu dengan kulit sensitif DUBUR Ujang yang baru pertama kali di jilat..."Tahan...nanti juga Enak..."
terus menerus, sampai akhirnya Ujang menemukan kenikmatan yang menyebar di sekujur tubuhnya...

KONTOL Ujang juga demikian...Polisi tadi menghisap KONTOL Ujang hingga dalam...KONTOL yang tidak terlalu panjang hanya 12 cm itu dihisap hingga dalam...melumatnya hingga masuk kedalam mulut Polisi tersebut...dihisap dengan sekuat tenaga dan sesekali di kocok, BATANG KONTOL Ujang terangsang hebat...

Sebuah ciuman mendarat di bibir Ujang, kewalahan dengan hisapan kuat bibir polisi tersebut Ujang hanya pasrah...membalas sebisanya karena baru pertama dirasakannya, sampai kepada hisapan dan kocokan di KONTOLNYA, semua rangsangan tadi membuat Ujang BIRAHI TINGGI dan mencapai klimaks, memuntahkan isi KEJANTANANNYA, CAIRAN KEJANTANANNYA putih dan kental...memancur kencang dan panjang dalam kocokan tangan sang polisi...

"hahaha...akhirnya lo NGENCERET juga..."
"Kayaknya kita juga belom apa-apa...kita ENTOT yuk..."

Ujang disuruh menungging dengan tangan menopang diatas meja...
"Lo, harus melemaskan tubuh Lo...rasanya akan NIKMAT ketika BATANG KONTOL ini masuk kedalam BOOL lo..."

Ujang hanya mengangguk diam dan pasrah...
seorang Polisi membelakanginya, KONTOL yang ngaceng sepanjang hampir 17 cm dikocok dan dilumuri dengan LIUR mereka...
"bersiaplah...kali ini lo akan jadi milik gw..."

BATANG KONTOL Polisi tersebut maju menembus LOBANG DUBUR Ujang yang masih perawan...sangat ketat dan sempit, tetapi terus di tekan hingga memaksanya membuka...
Ujang hanya bertahan, rasa sakit sedikit-sedikit naik kekepalanya, perih dan panas di DUBUR Ujang...BATANG KONTOL tersebut terus maju..."Lo harus tahan...kalo nggak, bakalah g hajar dengan tangan gw lo..."

Ujang takut dan bertahan menerima BATANG KONTOL tersebut menembus ANUSNYA...dan akhirnya BATANG KONTOL tersebut mampu masuk sampai pangkalnya..."Siapkan diri lo...inilah rasa KEJANTANAN LAKI-LAKI yang sebenarnya..."
Polisi tadi mulai menggerekan pinggulnya melakukan gerakan maju-mundur...MENGENTOT Ujang yang pasrah...linangan air mata karena sakit bercucuran dari mata Ujang...tetapi lama kelamaan rasa sakit tersebut hilang dan nikmat yang dirasakan mengalir begitu deras...

Polisi lain naik keatas meja, KONTOLnya di perhadapkan pada wajah Ujang untuk DIHISAP...sambil menghisap Mulut Ujang DIENTOT dengan perlahan...polisi yang lain berjongkok dan menjilati KONTOL Ujang...menjilati BATANG KONTOL dan BIJI ZAKAR Ujang...
sesasi kenikmatan 3 kali yang diberikan dari polisi-polisi ini membuat Ujang sangat terangsang...

mereka saling bergantian mengentot Ujang...membuat KONTOL Ujang terus terangsang selama prosesi ENTOTAN tersebut...banyak GAYA NTOTAN di coba, dari menungging, berjongkok...mengangkat Ujang, sampai menterlentangkan Ujang...
Hingga satu saat, Ujang di ENTOT dengan 2 BATANG KONTOL sekaligus...sensasi kenimatan yang menakjubkan...rasa sakit yang dirasakan DUBUR ujang tak sebanding dengan kenimatan yang diberikan, walau sakit tetapi nikmat...

ketiga polisi tadi sudah puas MENGENTOT Ujang, mereka ingin mengeluarkan CAIRAN KEJANTANAN mereka pada Ujang...
Ujang di suruh menjilati setiap bagian tubuh mereka...PUTING SUSU hingga KETIAK sang polisi...AROMA JANTAN dan tubuh yang MERANGSANG...Mulut Ujang kembali di sumpal dengan BATANG KONTOL...
"Cccccrrrrroootttt...ccccrrrrootttt...crrrrrooottt..."
"Minum nih CAIRAN PEJU gw, CAIRAN KEJANTANAN laki-laki dasar HOMO..."

ini adalah kali pertama Ujang meminum CAIRAN KEJANTANAN Laki-laki...rasanya membuat mual, tetapi Ujang berusaha menelannya, sampai ketiga polisi tadi puas meminumkan CAIRAN KEJANTANAN mereka...
sambil menjambak Ujang dan menarik kepalanya kehadapan muka salah satu polisi berbicara kepada Ujang...
"Enak kan rasanya KONTOL, Kali ini lo uda nggak butuh ngintip-ngintip cewe mandi apalagi liat MEMEK ama TOKETnya...lo cuma butuh KEJANTANAN KONTOL kita ber3"

"tapi karena lo bersalah, maka hukuman lo adalah wajib lapor kepada kita ber3 setiap 2 x seminggu..."

"Wajib LAPOR LOBANG BOOL lo buat kita ENTOT dan menikmati CAIRAN KONTOL lo..."hahahahaha

Ujang hanya mengangguk pasrah, karena dirinya takut dipenjara...sepanjang sisa malam Ujang terus di kerjain oleh para polisi tersebut...mereka menyukai Uang sebagai bahan mainan mereka, Ujang disuruh memasukan TONGKAT POLISI kedalam DUBURnya dan tibur dengan menungging sepanjang malam...tetapi sebelumnya KONTOL UJANG terus di kocok hingga beberapa kali mengaluarkan SPERMAnya...DUBUR Ujang sedikit bengkak, tetapi Ujang merasa nikmat dengan KONTOL para polisi tadi.

kehidupan Ujang berubah total, ketertarikan ujang terhadap cewe sudah berubah. Ujang menikmati ketika DUBURNYA di ENTOT oleh para polisi, mereka melakukannya seminggu 2 x, kadang pergantian dinas POLISI datang yang baru, maka Ujanglah yang akan menghibur mereka, dengan menggunakan tubuhnya...mempersembahkan KONTOL dan LOBANG DUBURnya untuk epakai sebagai pemuas dan menerima kepuasan DIENTOT oleg para polisi...

Cerita Ngentot Dengan Tante Titik

Cerita Ngentot Dengan Tante Titik - Namaku Didi. Sekarang saya berkerja di salah satu perusahaan multinasional di kota B dan tinggal di daerah J sejak tahun 1995. Cerita yang akan saya tuturkan di bawah ini adalah kisah nyata yang terjadi beberapa tahun yang silam. Dulu saya tinggal bersama kedua orang tuaku di sebuah kompleks kecil milik sebuah instansi pemerintah dan dihuni oleh beberapa keluarga saja di dalam satu pagar. Tetangga yang paling dekat dengan kami adalah Om Yan dan Tante Titik yang mempunyai 2 orang anak laki-laki yang masih kecil-kecil, yang besar berumur 3 tahun dan yang kecil berumur 1 tahun.

Klik DI SINI

Untuk Info Tentang Prediksi Togel






Pada saat saya kelas 3 SMA, Om Yan secara kebetulan ditugaskan oleh kantornya untuk belajar ke Jepang (terakhir saya baru tahu kalau Om Yan bertugas selama 1 tahun lebih). Dan tinggallah Tante Titik dan 2 orang anaknya beserta 1 orang pembantunya. Keadaan tersebut membuat saya berhasrat untuk selalu bertandang ke rumahnya dengan alasan ingin bermain dengan kedua anaknya. Alasan tersebut cukup kuat karena orang tua saya dan Tante Titik tidak pernah curiga sama sekali. Seringkali saya juga memergoki Tante Titik sedang berganti pakaian di kamar dengan tidak menutup pintunya, atau mandi dengan tidak menutup pintunya.
Sampai pada suatu ketika, saat saya sedang bertandang ke rumahnya dan hanya Tante Titik yang ada di rumah. Kedua anaknya dan pembantunya di-hijrah-kan ke daerah KD, sebelah timur kota BT karena Tante Titik sering berpergian. Dan kebetulan juga orang tua saya saat itu sedang ditugaskan ke luar daerah. Dengan ikutnya ibu dan kakak saya, yang berarti saya juga hanya tinggal sendiri di rumah.
Sekedar gambaran, Tante Titik itu mempunyai tinggi badan sekitar 165 cm, mempunyai pinggul yang besar, buah pantat yang bulat, pinggang yang ramping, dan perut yang agak rata (ini dikarenakan senam aerobic, fitness, dan renang yang diikutinya secara berkala), dengan didukung oleh buah dada yang besar dan bulat (belakangan saya baru tahu bahwa Tante Titik memakai Bra ukuran 36B untuk menutupinya). Dengan wajah yang seksi menantang dan warna kulit yang putih bersih, wajarlah jika Tante Titik menjadi impian banyak lelaki baik-baik maupun lelaki hidung belang.
Hingga pada suatu sore, saat saya mendengar ada suara langkah kaki di luar, kemudian saya intip dari jendela dan ternyata Tante Titik baru pulang. Tidak lama kemudian saya ingin ke kamar mandi (kamar mandinya terletak di luar masing-masing rumah dan ada beberapa tempat yang berjejer). Di saat saya keluar dari kamar mandi, saya berpapasan dengannya. Dia memakai kimono tipis warna biru muda dengan handuk di pundak dan rambut yang diikat agak ke atas sehingga leher jenjangnya terlihat seksi sekali. Sedangkan saya hanya memakai celana pendek tanpa kaos (memang kalau di rumah, saya jarang memakai kaos/baju).
"Malem Tante", saya sapa dia agar terlihat agak sopan.
"Malem Mas Dio.. kok belum tidur..?" balasnya.
Dan tanpa saya sadari tiba-tiba dia mencekal tangan saya.
"Mas Dio.." katanya tiba-tiba dan terlihat agak sedikit ragu-ragu.
"Ya Tante..?" Jawab saya.
"Eee.. nggak jadi deh.." Jawabnya ragu-ragu.
"Ada yang bisa saya bantu, Tante..? Tanya saya agak bingung karena melihat keragu-raguannya.
"Eee.. nggak kok. Tante cuma mau nanya.." jawabnya dengan ragu-ragu lagi.
"Mas Dio di rumah lagi ngapain sekarang..?" tanya dia.
"Lagi nonton. Emangnya kenapa Tante..?" saya tanya dia lagi.
"Lagi nonton apa sih..?" tanya dia agak menyelidik.
"Lagi nonton BF Tante", kata saya yang tidak tahu dari mana tiba-tiba saya mendapat keberanian untuk bilang begitu.
"BF..? tanya dia agak kaget.
"Maksudnya Blue Film..?"
"Iya.. emangnya ada apa sih Tante? Kalo tidak ada apa-apa saya mau nerusin nonton lagi nih.." kata saya dengan agak memaksa.
"Eee.. mau bantuin Tante nggak..? Soalnya Tante agak takut sendirian di rumah. Kalau kamu mau sambil nonton juga boleh kok. Bawa aja filmnya ke rumah, Tante juga punya beberapa film seperti itu. Nanti Tante temenin nontonnya deh", kata dia agak merajuk.
"Iya deh Tante, saya pilihin dulu yang bagus", kataku tanpa ba bi Bu langsung setuju dengan ajakannya.
Pucuk di cinta ulam tiba, sesuatu yang sangat aku impikan sejak lama untuk bisa berdua dengan Tante Titik. Hari ini aku akan berdua dengannya sambil menonton Film Biru dengan harapan bisa melihat keindahan ragawi seorang wanita yang aku puja-puja dari dulu dan bahkan (mungkin) merasakan kenikmatannya juga.
Singkat kata saya langsung memilah-milah video yang bagus-bagus (Maklum, waktu itu masih jamannya Betamax, belum VCD). Kemudian saya masuk rumah Tante Titik lewat pintu dapurnya. Saya setel lebih dulu video yang tadi saya tonton dan belum habis. Beberapa menit kemudian Tante Titik masuk lewat pintu dapur juga dengan wangi tubuh yang segar, apalagi rambutnya juga kelihatan basah seperti habis keramas. Saya selidiki tiap sudut tubuhnya yang masih terbalut kimono tipis biru muda yang agak menerawang tersebut, sehingga dengan leluasa mata saya melihat puncak buah dadanya karena dia tidak memakai Bra. Tanpa kusadari, di antara degupan jantungku yang terasa mulai keras dan kencang, kejantananku juga sudah mulai menegang. Dengan santai dia duduk tepat di sebelahku, dan ikut menonton film BF yang sedang berlangsung.
"Cakep-cakep juga yang main.." akhirnya dia memberi komentarnya.
"Dari kapan Mas Dio mulai nonton film beginian..? tanyanya.
"Udah dari dulu Tante.." kataku.
"Mainnya juga bagus dan tidak kasar. Mas Dio udah tahu rasanya belum..? tanya dia lagi.
"Ya belum Tante. Tapi kata temen-temen sih enak. Emang kenapa Tante, mau ngajarin saya yah? Kalau iya boleh juga sih", kataku.
"Ah Mas Dio ini kok jadi nakal yah sekarang", katanya sambil mencubit lenganku.
"Tapi bolehlah nanti Tante ajarin biar kamu tahu rasanya", tambahnya dengan sambil melirik ke arahku dengan agak menantang.
Tidak lama berselang, tiba-tiba Tante Titik menyenderkan kepalanya ke bahuku. Seketika itu pula aku langsung kaget dan bingung karena belum pernah sama sekali melakukan perbuatan itu. Tapi aku hanya bisa pasrah saja oleh perlakuannya. Sebentar kemudian tangan Tante Titik sudah mulai mengusap-ngusap daerah tubuhku sekitar dada dan perut (karena lagi-lagi aku tidak memakai kaos saat itu). Rangsangan yang ditimbulkan dari usapannya cukup membuat aku nervous karena itu adalah kali pertama aku diperlakukan oleh seorang wanita, apalagi wanita tersebut tidak lain adalah Tante Titik. Kejantananku sudah mulai semakin berdenyut-denyut siap bertempur.
Kemudian Tante Titik mulai menciumi leherku, lalu turun ke bawah sampai dadaku. Sampai di daerah dada, dia menjilat-jilat ujung dadaku, secara bergantian kanan dan kiri. Tangan kanan Tante Titik juga sudah mulai masuk ke dalam celanaku, dan mulai mengusap-usap kejantananku.
Karena dalam keadaan yang sudah sangat terangsang, aku mulai memberanikan diri untuk membuka kimono yang dia pakai. Aku remas payudaranya, dan aku pilin-pilin ujung dari payudara yang berwarna kecoklatan dan sangat sensitif itu, terkadang aku juga mengusap ujung-ujung tersebut dengan ujung jariku. "Ssshh.. ya situ sayang.." katanya setengah berbisik. "Ssshh.. oohh.."
Tiba-tiba dia memaksa lepas celana pendekku, dan diusapnya kejantananku. Akhirnya bibir kami saling berpagutan dengan penuh nafsu yang sangat membara. Dan dia mulai menjulur-julurkan lidahnya di dalam mulutku. Sambil berciuman tanganku mulai bergerilya ke bawah sampai pada permukaan celana dalamnya, yang rupanya sudah mulai menghangat dan agak lembab. Aku melepaskan celana dalam Tante Titik, sehingga kami berdua menjadi telanjang bulat. Kutempelkan jariku di ujung atas permukaan kemaluannya. Dia kelihatan agak kaget ketika merasakan jariku bermain di daerah seputar klitorisnya. Lama kelamaan Aku masukkan satu jariku, lalu jari kedua dan kemudian aku tambah satu jari lagi sehingga menjadi tiga ke dalam liang kemaluannya. "Aaahh.. sshh.. oohh.. terus sayang.. terus.." bisik Tante Titik.
Ketika jariku terasa mengenai akhir lubangnya, tubuhnya terlihat agak bergetar. "Ya.. terus sayang.. terus.. aahh.. sshh.. oohh.. aahh.. terus.. sebentar lagi.. teruuss.. oohh.. aahh.. aarrgghh.." kata Tante Titik.
Seketika itu pula dia memeluk tubuhku dengan sangat erat sambil menciumku dengan penuh nafsu. Aku merasakan bahwa tubuhnya agak bergetar (yang kemudian baru aku tahu bahwa dia sedang mengalami orgasme). Beberapa saat tubuhnya mengejang-ngejang menggelepar dengan hebatnya. Yang diakhiri dengan terkulainya tubuh Tante Titik yang terlihat sangat lemas di sofa.
"Saya kapan Tante, kan saya belum..?" Rujukku
"Nanti dulu yah sayang, sebentar.. beri Tante waktu untuk istirahat sebentar aja", kata Tante Titik.
Tapi karena sudah sangat terangsang, kuusap-usap bibir kemaluannya sampai mengenai klitorisnya, aku dekati payudaranya yang menantang itu sambil kujilati ujungnya, sesekali kuremas payudara yang satunya. Sehingga rupanya Tante Titik juga tidak tahan menerima paksaan rangsangan-rangsangan yang kulakukan terhadapnya. Sehingga sesekali terdengar suara erangan dan desisan dari mulutnya yang seksi. Aku usap-usapkan kejantananku yang sudah sangat amat tegang di bibir kemaluannya sebelah atas. Sehingga kemudian dengan terpaksa dia membimbing batang kemaluanku menuju lubang kemaluannya. Pelan-pelan saya dorong kejantananku agar masuk semua.
Kepala kejantananku mulai menyentuh bibir kewanitaan Tante Titik. "Ssshh.." rasanya benar-benar tidak bisa kubayangkan sebelumnya. Lalu Tante Titik mulai menyuruhku untuk memasukan kejantananku ke liang kewanitaannya lebih dalam dan pelan-pelan. "Aaahh.." baru masuk kepalanya saja aku sudah tidak tahan, lalu Tante Titik mulai menarik pantatku ke bawah, supaya batang kejantananku yang perkasa ini bisa masuk lebih dalam. Bagian dalam kewanitaannya sudah terasa agak licin dan basah, tapi masih agak seret, mungkin karena sudah lama tidak dipergunakan. Namun Tante Titik tetap memaksakannya masuk. "Aaagghh.." rasanya memang benar-benar luar biasa walaupun kejantananku agak sedikit terasa ngilu, tapi nikmatnya luar biasa. Lalu terdengar suara erangan Tante Titik.
Lalu Tante Titik mulai menyuruhku untuk menggerakkan kemaluanku di dalam kewanitaannya, yang membuatku semakin gila. Ia sendiri pun mengerang-ngerang dan mendesah tak karuan. Beberapa menit kami begitu hingga suatu saat, seperti ada sesuatu yang membuat liang kewanitaannya bertambah licin, dan makin lama Tante Titik terlihat seperti sedang menahan sesuatu yang membuat dia berteriak dan mengerang dengan sejadi-jadinya karena tidak kuasa menahannya. Dan tiba-tiba kemaluanku terasa seperti disedot oleh liang kewanitaan Tante Titik, yang tiba-tiba dinding-dinding kewanitaannya terasa seperti menjepit dengan kuat sekali. Aduuh.. kalau begini aku makin tidak tahan dan.. "Aaarrgghh.. sayaang.. Tante keluar lagii.." jeritnya dengan keras, dan makin basahlah di dalam kewanitaan Tante Titik, tubuhnya mengejang kuat seperti kesetrum, ia benar-benar menggelinjang hebat, membuat gerakannya semakin tak karuan. Dan akhirnya Tante Titik terkulai lemas, tapi kejantananku masih tetap tertancap dengan mantap.
Aku mencoba membuatnya terangsang kembali karena aku belum apa-apa. Tangan kananku meremas payudaranya yang sebelah kanan, sambil sesekali kupilin-pilin ujungnya dan kuusap-usap dengan ujung jari telunjukku. Sedang payudara kirinya kuhisap sambil menyapu ujungnya dengan lidahku. Tiba-tiba seperti ada sesuatu yang keluar dan terasa hambar dari ujung payudaranya, yang ternyata susu. "Ssshh.. shh.." desahan Tante Titik sudah mulai terdengar lagi. Aku memintanya untuk berganti posisi dengan doggy style. Awalnya dia menolak dengan alasan belum pernah bersetubuh dengan gaya itu, setelah aku beritahu alasanku, akhirnya dia mau juga dengan berpesan agar aku tidak memasukkan air maniku ke dalam liang kewanitaannya.
Aku mencoba untuk menusukkan kejantananku ke dalam liang kewanitaannya, pelan tapi pasti. Kepala Tante Titik agak menengok ke belakang dan matanya melihat mataku dengan sayu, sambil dia gigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit yang timbul. Sedikit demi sedikit aku coba untuk menekannya lebih dalam. Kejantananku terlihat sudah tertelan semuanya di dalam kewanitaan Tante Titik, lalu aku mulai menggerakkan kejantananku perlahan-lahan sambil menggenggam buah pantatnya yang bulat. Dengan gaya seperti ini, desahan dan erangannya lebih keras, tidak seperti gaya konvensional yang tadi.
Aku terus menggerakkan pinggulku dengan tangan kananku yang kini meremas payudaranya, sedangkan tangan kiri kupergunakan untuk menarik rambutnya agar terlihat lebih merangsang dan seksi. "Ssshh.. aarrgghh.. oohh.. terus sayaang.. terus.. aarrgghh.. oohh.." Tante Titik terus mengerang.
Beberapa menit berlalu, kemudian Tante Titik merasa akan orgasme lagi sambil mengerang dengan sangat keras sehingga tubuhnya mengejang-ngejang dengan sangat hebat, dan tangannya mengenggam bantalan sofa dengan sangat erat. Beberapa detik kemudian bagian depan tubuhnya jatuh terkulai lemas menempel pada sofa itu sambil lututnya terus menyangga pantatnya agar tetap di atas. Dan aku merasa kejantananku mulai berdenyut-denyut dan aku memberitahukan hal tersebut padanya, tapi dia tidak menjawab sepatah kata pun. Yang keluar dari mulutnya hanya desahan dan erangan kecil, sehingga aku tidak berhenti menggerakkan pinggulku terus.
Aku merasakan tubuhku agak mengejang seperti ada sesuatu yang tertahan, sepertinya semua tulang-tulangku akan lepas dari tubuhku, tanganku menggenggam buah pantat Tante Titik dengan erat, yang kemudian diikuti oleh keluarnya cairan maniku di dalam liang kewanitaan Tante Titik. Mata Tante Titik terlihat agak terbelalak ketika merasakan ada cairan yang memenuhi bagian dalam dari kewanitaannya. Sesaat kemudian aku ambruk di atas tubuhnya, tubuhku terasa sangat lemas sekali. Setelah kami berdua merasa agak tenang, aku melepaskan kejantananku dari liang nikmat milik Tante Titik.
Dengan agak malas Tante Titik membalikkan tubuhnya dan duduk di sampingku sambil menatap tajam mataku dengan mulut yang agak terbuka, sambil tangan kanannya menutupi permukaan kemaluannya.
"Kok dikeluarin di dalem sih Mas Dio..? tanyanya dengan suara yang agak bergetar.
"Tadi kan saya sudah bilang ke Tante, kalau punya saya berdenyut-denyut, tapi Tante nggak ngejawab sama sekali.." kataku membela diri.
"Ya kan terasa kalau sudah mau keluar.." katanya.
"Saya mana tahu rasanya kalau mau keluar.. ini kan yang pertama buat saya. Jadi saya belum tahu rasanya.." jawabku.
"Terus entar kalau jadi gimana?" katanya lagi.
"Nggaakk tahu Tante.." jawabku dengan suara yang agak terbata-bata karena takut dengan resiko tersebut.
"Ya sudahlah.. tapi lain kali kalau sudah kerasa kayak tadi itu langsung buru-buru dicabut dan dikeluarkan di luar ya..?" katanya menenangkan diriku yang terlihat takut.
"I.. iiya Tante.." jawabku sambil menunduk.
Lalu Tante Titik berdiri menghampiri video dan TV yang masih menyala, dan mematikannya. Kemudian tangannya dijulurkan, mengajakku pindah ke kamar untuk tidur. Akhirnya kami tertidur pulas sampai pagi sambil saling berdekapan dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.
Itulah awal dari perbuatan-perbuatan saya bersama Tante Titik. Selama hampir 2 tahun Tante Titik memberi saya banyak pelajaran dan kenikmatan yang sangat luar biasa. Terkadang jika Tante Titik sedang sangat menginginkannya, aku selalu siap melayaninya, kecuali jika keadaanku sedang tidak fit atau sedang ada keperluan keluarga atau sekolah. Dan jika aku yang sedang menginginkannya, Tante Titik sangat tidak keberatan melayaniku, bahkan dia terlihat sangat senang. Tidak jarang aku diajak pergi untuk melakukan fitness atau olah raga atau hanya sekedar jalan-jalan atau ngerumpi bersama teman-temannya. Akhirnya aku baru tahu kalau Tante Titik sebenarnya sangat haus akan seks, dia adalah wanita yang bertipe agak mendewakan seks. Dan dia akan melakukan apa saja demi seks. Tapi sebenarnya pula dia tidak begitu kuat dalam bersetubuh, sehingga dia bisa berkali-kali mengeluarkan cairannya dan berkali-kali pula tubuhnya terkulai lemas.


TAMAT

Cerita Seks Soft Swing Dengan Sepupu

Soft Swing Dengan Sepupu – walaupun suamiku seorang sarjana, kehidupan kami masih jauh dari mewah. Kehidupan kami masih sangat sederhana. sampai 5 tahun kami menikah. kami masih tinggal di rumah kontrakan dari kayu dengan 1 kamar. di waktu senggangku, aku suka membuka internet, awal hanya fb. aku dulu merasa bahwa swinger, ini hanya dilakukan oleh … Cerita lengkapnya… http://artseks.com/cerita-dewasa-soft-swing-dengan-sepupu/ Soft Swing Dengan Sepupu

Cerita Dewasa Yanti Pembantu Baru

Cerita Dewasa Yanti Pembantu Baru – Sejak lulus SMA aku langsung kuliah S1 di Jakarta, dan sempat bekerja selama setahun di Jakarta setelah lulus S1. Aku mendapat sponsor dari orang tua untuk melanjutkan pendidikan S2 di Australia. Aku memilih kota Melbourne karena banyak temantemanku yang menetap di sana. Di pertengahan bulan November 2004 adalah awal … Cerita lengkapnya… http://artseks.com/cerita-dewasa-yanti-pembantu-baru/ Yanti Pembantu Baru

Cerita Panas Dewasa Diperkosa Sopirku

Cerita Panas Dewasa Diperkosa Sopirku – Namaku Widuri berumur 25 tahun, aku dilahirkan dalam lingkungan keluarga yang cukup mapan. Karena itu aku terbiasa berhias dan menikmati kehidupan yang lumayan mewah. Kulitku putih dan orang bilang tubuhku cukup ideal. Aku telah berumah tangga, Sandi suamiku mempunyai perusahaan yang bergerak di bidang eksport import. Saat ini dia sedang tidak berada di rumah. Dia pergi keluar kota selama kurang lebih sebulan untuk mengurus keperluan bisnisnya. Aku terbiasa ditinggal sendiri di dalam rumah mewahku. Tapi sebulan yang lalu dia pulang membawa seseorang yang akan dijadikan sopir di rumahku. Dia adalah Martono, seorang pria berumur kurang lebih 40 tahunan. Rambutnya botak kulitnya hitam dan wajahnya terlihat buruk keras. Suamiku yang mempekerjakannya sebagai sopir kami sebagai balas jasa telah menyelamatkan suamiku dari ancaman perampokan di jalan raya. Meskipun aku kadang-kadang ketakutan melihat matanya yang jelalatan melihatku, tapi aku menghormati keputusan suamiku. Dia memang pintar mengemudi mobil dan mengetahui seluk-beluk kotaJakarta. Seringkali Aku belanja ke Mall hanya diantar oleh Martono karena suamiku betul-betul sangat sibuk.

Klik DI SINI

Untuk Info Tentang Prediksi Togel






Suatu hari ketika aku sedang memasak di dapur, tiba-tiba aku dikejutkan dengan kehadiran Martono yang menatapku dengan jelalatan.
“Oh Pak Martono…. kaget saya melihat bapak tiba-tiba sudah ada disini.” Aku memanggilnya dengan sebutan bapak karena dia lebih tua dariku.
“Maaf nyonya kalau saya ternyata mengagetkan …..”. Dia menjawab tapi tatapan matanya tidak berhenti menatap dadaku. Aku sedikit risih dengan tatapannya, lalu aku pura-pura menyibukkan diri memasak kembali. Martono masih diam saja di dapur menatap bagian belakang tubuhku.
“Ada keperluan apa bapak ke dapur.” Akhirnya aku bertanya setelah sekian lama mendiamkannya.
“Nyonya sangat cantik sekali…..dan seksi” Martono menjawab. Aku terkejut dengan jawabannya itu. Jantungku berpacu semakin cepat, aku mulai was-was.
“Jangan-jangan….ah, tidak mungkin…. Semoga dia cuma berkata sebenarnya, hanya caranya mengungkapkan seperti orang yang terbiasa hidup di jalanan. Tanpa basa-basi.” Aku berusaha menenangkan deburan jantungku.
“Terimakasih…..” aku menjawab dengan sedikit gemetar.
“Sebenarnya Nyonya sangat menggairahkan, setiap kali saya di dekat Nyonya pasti “adik” saya terbangun. Saya masih yakin dapat memuaskan Nyonya.” Martono berkata tanpa basa-basi.
Deg…. Dugaanku ternyata benar, aku takut sekaligus marah dengan Martono. Aku menghadapnya dengan mengacungkan pisau dapur yang sedang kupakai.
“Hei Martono, jangan kurang ajar terhadapku. Ingat aku adalah majikanmu. Aku bisa memecatmu sekarang juga karena kelakuanmu yang tidak sopan terhadapku. Selama ini aku menerimamu karena menghormati suamiku.” Aku membentak tanpa menghiraukan usianya yang lebih tua dariku.
Tanpa-diduga-duga dia memelintir tanganku yang memegang pisau sehingga pisau itu terlempar. Aku mengaduh kesakitan. Tapi tangan kirinya telah memelukku dengan erat. Aku tidak bisa bergerak sama sekali, karena himpitan tenaganya yang kuat.
“Kamu kira aku bisa ditakuti dengan mainan seperti itu…. hah.” Dia sekarang menelikung tanganku dan mendekapkan badanku ke badannya. Aku gemetar ketakutan dan tidak terpikir untuk berteriak saking gugupnya.
“Aku memang mengincarmu dari dulu, karena itu mengatur siasat agar dia dirampok oleh kawa-kawanku. Aku pura-pura datang menolongnya. Sekarang kalau kau berani melawan, maka kau akan tahu akibatnya. Kau dan suamimu bisa kubunuh kapan saja bila kau coba-coba melapor pada pihak yang berwajib. Aku punya banyak kawan preman di jalanan yang bisa dengan mudah kuperintahkan.” Martono mengancamku. Aku semakin ketakutan, hilanglah sudah harapanku.
“Aku akan melepaskan pelukanku kalau kau mengerti kondisimu saat ini.” Martono meneruskan. Aku hanya diam menggigil ketakutan dan mengangguk. Dia menyeringai dan melepaskan pelukannya. Aku langsung terduduk di lantai dan menangis. Martono tertawa penuh kemenangan. Sedangkan hatiku sangat kalut. Martono bisa melakukan apa saja terhadapku. Kalau aku melaporkan dia pada Polisi maka jiwaku dan suamiku akan terancam.


“Kamu tidak perlu menangis… karena aku akan memberikan kepuasan batin yang tak terhingga kepadamu. Aku tahu kebutuhan batinku sangat kurang karena suamimu jarang berada di rumah. Kamu sangat kesepian kan?. Pikirkan saja bahwa suamimu tidak ada disini sedangkan kau merasa sangat kesepian, siapa yang salah sekarang….” Martono berkata dengan tenangnya.

Sambil duduk Martono membuka resluiting celananya. Kemaluannya tampak telah membesar dan kini tepat mengarah di depan wajahku. Akupun kembali membuang muka sambil memejamkan mata. Martono mulai memaksa untuk mengoral batang kejantanannya. Tangannya keras segera meraih kepalaku dan wajahnya ke depan kemaluannya. Setelah itu kemudian Martono memaksakan batang kejantanannya masuk ke dalam mulutku hingga sampai pangkal penis dan sepasang buah zakar bergelantungan di depan bibirku.
Dengan agak terpaksa aku membuka mulutku dan mulai menciumi penis Martono, sebenarnya ukuran penis Martono hampir sama dengan milik suamiku tetapi punya Martono sedikit lebih panjang dan agak membesar di bagian kepalanya. Akhirnya perlahan aku mulai menjilati dan mengulum penis itu.

“Ohh.. Nikmat sekali sayaang, kau memang pintar”
Martono mengerang sambil meremas rambutku lalu ia mendorong dan menarik penisnya di mulutku. Aku terus mengutuk diriku yang rela memberikan sesuatu yang lebih pada orang lain daripada untuk suamiku karena selama ini aku selalu menolak kalau Mas Sandi minta untuk memasukan penisnya ke mulutku.

Aku gelagapan karena mulutku kini disumpal oleh kemaluan Martono yang besar itu. Martono mulai mengocokkan batang penisnya dimulutku yang megap-megap karena kekurangan Oksigen. Dipompanya kemaluannya keluar masuk dengan cepat hingga buah zakarnya terasa memukul-mukul daguku. Tak terasa air mataku mengalir deras, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa….

Bunyi berkecipak karena gesekan bibirku dan batang penis yang sedang dikulum tidak dapat dihindarkan lagi. Hal ini membuat Martono makin bernafsu dan makin mempercepat gerakan pinggulnya yang tepat berada di depan wajahku. Batang penisnya juga semakin cepat keluar
masuk di mulutku, dan sesekali membuatku tersedak dan ingin muntah.

Lama sekali rasanya batang penis Martono kukulum dan membuatku makin lemas dan pucat. Akhirnya tubuh Martono pun mengejan keras dan Martono menumpahkan spermanya di rongga mulutku. Hal ini membuatku tersentak dan kaget, ingin memuntahkannya keluar namun pegangan tangan Martono di kepalaku sangat keras sekali, sehingga dengan terpaksa aku menelan sebagian besar sperma itu.

“Aaah..,” Martono pun mendesah.
“Akhirnya aku bisa menikmati mulutmu yang indah sayang……..” Terasa sakit rasanya hatiku. Aku seperti wanita yang tidak berharga dan bisa dipermainkan oleh siapa saja. Aku hanya bisa menangis tanpa bisa melawan.

“Ayo ikut aku…..” Martono kemudian menarik tanganku dengan kasar. Dengan setengah menyeretku dia membawaku ke kamar tidurku. Didorongnya tubuhku ke atas ranjangku yang empuk.
“Hmm. Kamar yang bagus dan wangi…. Cocok untuk kita saling melepas hasrat yang sangat nikmat.” Martono mengagumi kamar tidurku yang luas dan bersih. Aku tetap berbaring telungkup dengan menangis. Sia-sia saja aku walaupun berteriak, tidak ada tetangga yang akan mendengarku. Hidup di Jakarta kadang-kadang tidak memperdulikan penderitaan tetanga. Yang paling parah, Martono bisa mencelakakanku, yang paling kutakuti sebenarnya kalau dia sampai mencelakakan suamiku.

“Hei… jangan diam saja. Bangun sini.” Martono membentakku. Aku lalu bangun mendekatinya. Dia menyeringai dan berkata. “Lepaskan seluruh pakaianmu dan menarilah.”
“Gila… apakah aku disuruh berstriptease dihadapannya. Terhadap suamikupun aku belum pernah melakukannya.” Aku semakin gemetar….
“Tolong, jangan lakukan ini kepada kami….. kalau pak Martono perlu uang nanti kami beri sesuai permintaan bapak.” Aku memberanikan diri menolak kemauannya dengan suara yang bergetar.

“Jangan menolak, atau aku telpon temanku sekarang juga untuk mengurus suamimu. Tapi kalau kau memberikan layanan terbaikmu, maka kau jamin dirimu dan suamimu tidak akan binasa. Rahasia diantara kita tidak akan diketahuinya dan kaupun dapat menikmati keperkasaanku. Ha.. ha.. ha..” Martono malah balik membentak.

Perlahan-lahan aku mulai melepaskan pakaian yang kupakai. Kubuka kancing bajuku satu persatu dengan tangan gemetar. Nafas Martono nampak sedikit tertahan tegang ketika aku membuka bra warna pink yang kupakai. Aku menggoyang-goyangkan pantatku perlahan-lahan sambil membuka celana dalam yang merupakan bagian terakhir perlengkapan pakaianku. Aku menutupi payudaraku dan bagian kewanitaanku dengan kedua belah tanganku sebisa mungkin. Hatiku makin tidak karuan.

Mata Martono semakin beringas “Beruntung sekali aku mendapatkanmu……. Tubuhmu yang putih mulus dan kencang sungguh luar biasa indahnya. Mari sini sayang.” Martono menarik tanganku dan membaringkanku telentang. Dia dengan tergesa-gesa melepaskan pakaiannya. Badannya yang hitam menandakan dia terbiasa bekerja di bawah terik matahari. Terlihat beberapa tatto di badannya. Selama ini aku tidak pernah melihat dia mempunyai tatto. Kepalaku terasa berkunang-kunang, rasanya aku hampir tidak sanggup menahan peristiwa ini.

Martono perlahan-lahan mendekati aku yang tergolek lemas ditempat tidurku. Diambang kesadaran kurasakan sesuatu yang basah merayap menelusuri kakiku dan terus beranjak naik menuju pahaku, tanganku berusaha mencari tahu apa sebenarnya yang menelusuri kaki dan pahaku.
“Oh.. Martono.. apa yang Bapak lakukan..” aku tersentak kaget ketika kudapati ternyata lidah Martono menempel di belahan pahaku.
“Tenanglah.. nikmati saja..”, aku berontak, aku tak bisa membiarkan kekurang ajaran orang ini, aku harus bisa melepaskan diri dari bajingan ini, tapi tak berdaya aku melakukan semua itu, tubuhku lemas, akan tetapi terasa dorongan hasrat menjalari seluruh tubuhku yang memang jarang mendapatkannya dari suamiku.
“Bajingan kau.. lepaskan!, aku ini majikanmu.” Kali ini timbul perasaan nekatku yang tadi dihimpit ketakutan.
“Kurang ajar.. Bajingan.. lepaskan..!” kembali aku berteriak sambil berusaha menendang, tapi lagi-lagi aku begitu lemah dan tiba-tiba saja lidah Martono yang basah menyeruak menyapu organ tubuhku yang paling sensitif.
“Akhh..” Oh.. Tuhan nikmat sekali rasanya lidah orang ini, tubuhku mengejang, lama lidah Martono bermain dengan Vaginaku dan sesekali ia menyentuh dan menggigit clitorisku yang mulai mengembang dan mengeras. Cairan vaginaku mulai keluar meleleh berbaur dengan air liur Martono yang masih saja menusukan lidahnya ke vaginaku.

Tiba-tiba tubuhku kembali menegang, dan kurasakan sesuatu menjalar diseluruh tubuhku dan seakan berkumpul dirahimku lalu..
“Ohh.. hh.. Akh..” erangan panjang dari mulutku mengiringi semprotan cairan hangat yang keluar dari dalam liang vaginaku dan membasahi mulut Martono. Ohh.. aku orgasme dengan orang selain suamiku dan hendak memperkosaku dengan biadab, tapi rasanya nikmat sekali orgasmeku dari Martono ini dan aku selalu menginginkan lebih dari itu. Kini tubuhku benar-benar lemas sambil kedua pahaku tetap menghimpit kepala Martono dengan nafas yang terengah-engah.

Perlahan Martono melepaskan kepalanya dari selangkanganku dan merayap keatas tubuhku yang masih belum bisa membuka mataku.
“Apa kubilang.. nikmat kan?” Martono berbisik ditelingaku.
“Ja.. hh.. jangan Pak sudah..” sebentar Martono menghentikan aksinya mungkin untuk memberiku kesempatan mengumpulkan tenaga kembali.
“Nyonya tahu kalau saya udah jatuh cinta saat pertama melihat nyonya, jadi nikmati saja tanda cinta dari saya.
“Tidak Pak.. jangan..” setengah menangis aku memelas agar ia mau melepaskanku dari nafsu bejatnya.
“Pak Sandi sangat beruntung memiliki nyonya.., cantik dan bertubuh idaman lelaki..”
Dengan lembut ia mencium keningku, hidungku, pipiku dan sambil menghembuskan nafasnya ia mencium telingaku membuat gairah dalam tubuhku kembali berkobar dan seluruh bulu-bulu halus di tubuhku berdiri.
“Bibir nyonya indah..” itu yang terdengar sebelum ia melumat kedua belah bibir sensualku, aku berusaha menghindar tapi nikmat sekali rasanya.

Perlahan aku mulai membalas dengan membuka bibirku membiarkan lidah Martono menyeruak masuk kedalam mulutku. Ia melepaskan ciumannya lalu bergerak menelusuri leherku dan menggigit puting susuku.

“Susu nyonya sungguh menggairahkan.. indah sekali sayang..”
Ia mengulum dan membenamkan wajahnya di belahan dadaku. aku menggelinjang dan hasratku lebih berkobar akhirnya kudekap tubuh yang menindih diatasku, oh.. Tuhan ia sudah telanjang bulat, kurasakan belahan pantatnya di kedua tanganku. Lama ia menelusuri dan meremas payudaraku.

“Jangan.. Pak.. aku mohon jangan.. aku nggak mau menghianati suamiku….!” untuk kesekian kalinya aku memelas sambil berusaha merapatkan kedua kakiku dan mendorong tubuh Martono agar menjauh dariku.

Tanpa mempedulikan rintihanku Martono bergerak berusaha membuka kakiku dan menempatkan tubuhnya diantara kedua kakiku. Dengan reflek kedua tanganku bergerak menutupi selangkanganku, tapi kembali tangan Martono menarik kedua tangan ku dan membawanya keatas kepalaku. Langsung saja ia menyapu kedua ketiakku yang mulus tanpa bulu dengan lidahnya, kembali akupun merasakan sensasi kenikmatan sebagai akibat sapuan lidahnya yang basah itu.

“Ohh..” tubuhku bergetar sesuatu yang keras berusaha menyeruak masuk lubang kenikmatanku, dan perlahan benda itu mulai tenggelam dalam selangkanganku. Aku mendongak, mataku terpejam merasakan sensasi kenikmatan yang tiada taranya dan diakhiri dengan satu sodokan kuat akhirnya amblaslah seluruh penis Martono kedalam liang vaginaku.

Tubuhku terasa penuh seakan benda itu menancap tepat di rahimku, hilanglah sudah pertahanan terakhir kesucian rumah tanggaku. Tanganku mencengkram erat tubuh Martono dan menancapkan kuku-kukuku di pundaknya, perlahan tetes air mata mengalir disudut mataku yang terpejam. Lalu Martono mulai menggerakan pantatnya dan mulai mengobok-obok isi liang vaginaku.
“Ohh.. Nyonya.. nikmat sekali.. Kau.. kau.. begitu rapat..” Martono terus mengocok vaginaku maju dan mundur dan akupun semakin menikmatinya, hilang rasanya rasa pedih dihatiku terobati dengan kenikmatan yang tiada taranya. Mulutku mulai meracau mengeluarkan desahan dan ocehan.
“Akhh.. Pak.. Aduuh.. ohh..” lama Martono memacu birahinya dan akupun mengimbanginya dengan menggelora, sampai akhirnya kembali aku mengejang dan sambil memeluk erat tubuh Martono aku kembali menyemprotkan cairan yang meledak dalam rahimku, aku orgasme untuk yang kedua dari Martono. Untuk beberapa saat Martono menghentikan gerakannya dan memeluk erat tubuhku sambil melumat bibirku. Aku benar-benar menikmati orgasme yang kedua ini, mataku terpejam sambil kulingkarkan kedua kakiku ke pinggang Martono.

Tak berapa lama kemudian Martono mencabut penisnya yang masih mengacung kokoh dari dalam rahimku.
“Oh..” ada sesuatu yang hilang rasanya dari tubuhku.
Perlahan ia bergerak menyamping dan membalikan tubuhku, kali ini aku pasrah dan lemah tak berdaya hanya menurut saja. Kembali ia menaiki tubuhku, kali ini dari belakang dan mulai menusuk-nusukan penisnya ke pantatku. Akupun menyambut sodokan benda tumpul itu dengan sedikit membuka kakiku dan mengangkat pantat kenyalku, cairan yang keluar dari rahimku mempermudah masuknya senjata Martono melalui jalan belakang dan kembali menancap di vaginaku. ia bergerak sambil kedua tangannya meremas payudaraku dari belakang dan menggenjotkan pantatnya menghantam liang vaginaku

Gesekan demi gesekan kurasakan semakin nikmat menyentuh kulit halus liang vaginaku, tanganku mencengkram erat seprei tempat tidurku yang acak-acakan.

“Ohh.. Nyonya.. Nikmat sekali.. Ohh..”
Martono benar-benar hebat, ia bisa bertahan lama menggauliku dengan berbagai posisi, sedangkan akupun semakin gila saja meladeni nafsu setan Martono. Untuk ketiga kalinya aku mencapai klimaks sedangkan Martono mesih saja berpacu diatas tubuhku. Sekarang pasisi tubuhku duduk dipangkuan laki-laki ini sambil mendekap dengan kepala mendongak kebelakang, leluasa ia mencumbu leherku yang mulai sudah basah dengan keringat yang keluar dari seluruh pori-pori tubuhku. Seakan tak pernah puas terus saja ia mengulum dan menjilati kedua payudaraku, kurasakan penis Martono menghujam telak keliang senggamaku yang mendudukinya. Kocokan demi kocokan yang semakin gaencar kurasakan menggesek kulir vaginaku sebelah dalam, erangan dan cengkraman menghiasi gerakannya. Kali ini aku benar-benar melepaskan seluruh hasratku yang selama ini terpendam, aku tak mempedulikan lagi siapa laki-laki yang menyetubuhiku, yang jelas aku ingin terpuaskan.

Lama posisi duduk itu berlangsung sampai akhirnya tubuh Martono semakin gencar menyodok vaginaku, gerakannya semakin cepat. Martono menghempaskan tubuhku kembali terlentang ditempat tidur, tubuhnya mengejang dan memeluk rapat tubuhku sampai aku hampir tak bisa bernafas. Lalu kurasakan semburan hangat dengan kencang membentur dinding rahimku.
“Akhh..” Martono mengerang panjang sambil menekan pantatnya kebawah dengan keras, kucengkram dan kembali kulingkarkan kakiku kepinggangnya dan akupun melepaskan sisa orgasme yang masih tersisa ditubuhku. Untuk orgasme yang terakhir ini kami berlangsung hampir bersamaan, akhirnya dengan terkulai lemah tubuh Martono roboh menindih tubuhku yang lemas pula. Lama kami terdiam merasakan sisa kenikmatan itu dan akhirnya Martono mulai beringsut menjauh dari tubuhku.

“Terima kasih Nyonya sayang..” setengah sadar dan tidak kudengar Martono membisikan kata-kata itu sambil mengecup keningku. Lalu ia berdiri mematung di samping tempat tidur. Aku tidak tahu kapan ia pergi karena setelah itu aku tertidur karena lelah dan kantuk yang menyerangku tanpa mempedulikan keadaan kamar tidurku yang acak-acakan.

Sore hari aku baru terbangun dari tidurku, tubuhku serasa hancur dan lelah bukan kepalang. Kulihat keadaan diriku terasa sisa sperma yang mulai lengket membanjir di selangkanganku. kulihat banyak sekali cairan sperma Martono keluar meleleh dari dalam vaginaku bercampur dengan cairan rahimku dan membasahi seprei tempet tidur. Setengah merangkak aku menuju kamar mandi membersihkan tubuhku dari bekas keringat dan dosa, guyuran air hangat membuat tubuhku sedikit lebih segar walaupun rasa capek itu masih terasa ditubuhku. Kulihat vaginaku memerah dan bekas cupangan nampak di payudaraku, lama aku berada di kamar mandi menunggu cairan sperma Martono keluar semua meninggalkan liang rahimku. selesai mandi cepat-cepat kubereskan tempat tidurku dan mengganti seprei serta sarung bantal guling dengan yang masih baru..

Aku masih termenung memikirkan kejadian siang tadi, aku mengutuk diriku sendiri dan sangat menyesal dengan hal itu. Bajingan benar Martono itu, ia telah menodai kesucian rumah tanggaku yang selama ini kujaga dengan baik. Yang lebih kusesalkan lagi akupun menikmati permainannya yang sangat nikmat. Belum pernah aku merasakan senggama sepanjang itu dengan Mas Sandi, aku bisa mencapai klimax sampai empat kali, kuakui hebat sekali permainan Martono.
———————————————

Pada malam hari bel pintu berbunyi. Kupikir suamiku sudah pulang, aku buru-buru membukakan pintu. Betapa terkejutnya aku melihat Martono datang dengan membawa seorang teman yang berbadan tegap.

“Selamat malam nyonya….. aku membawakan teman yang akan membuat nyonya merasakan sensasi yang luar biasa.” Martono menyeringai kepadaku sedangkan temannya senyum-senyum menyebalkan.
“Bagaimana nyonya, bukankah sudah saya katakan untuk menikmati saja sensasi kenikmatan yang kami tawarkan daripada melaporkan kami kepada pihak yang berwajib. Saya melihat nyonya begitu bernafsu dan sangat menikmatinya juga, bukan?.” Aku menjadi jengah mengingat kejadian tadi siang. Memang diakui akupun terhanyut dibuai permainan Martono. Aku hanya diam memejamkan mataku dan menarik nafas dalam-dalam sekedar menenangkan perasaanku yang tidak karuan. Tiba-tiba aku mendorongnya maka ia terjatuh, dan kesempatan ini aku melarikan diri menuju pintu kamar mandi. Aku pikir untuk melarikan diri menuju kamar mandi dan mengunci diriku dari Martono dan temannya.

Tapi tiba-tiba tangan Martono sudah menangkapku dan memelukku dengan erat.
“Hentikan…….. aku tidak mau melakukannya.” Aku berteriak-teriak tetapi temannya Martono malah mengamati aku dengan napsu.
“Kamu benar-benar membuatku bernafsu, bagaimana mungkin aku membiarkan wanita yang sangat menggairahkan pergi?” .
“Sebaiknya nyonya jangan banyak bertingkah, berteriakpun percuma… lebih baik layani aku dan Bejo. Ha… ha… ha…” Martono menyeringai.
“Lepaskan aku… lepaskan aku…” aku berusaha meronta, tapi Martono mengangkat tubuhku dan membawaku ke kamar tidurku yang telah digunakan tadi siang. Dengan mudahnya dia melemparku ke atas ranjang.
Aku sangat terkejut dengan perkembangan keadaa ini. Mereka akan memperkosa aku seperti ini. Tetapi apa yang aku bisa lakukan? Sekarang kami semua berada di kamar tidurku. Bejo mendekat dan merobek pakaianku dan menarik paksa BH dan CD yang ku kenakan sehingga payudaraku terlihat jelas. Aku menyesal hanya mengenakan pakaian daster sehingga memudahkan mereka melampiaskan nafsunya. Aku malu sekali terlihat bagian- bagian rahasia di hadapan orang-orang selain suamiku.

“wow… payudara yang indah, nyonya sungguh mempunyai anugerah yang tak terhingga.” Kata Bejo.
“Aku suka sekali payudara yang besar dan putih mulus tanpa cacat.” Bejo melanjutkan.
“Kita beruntung mendapatkan buruan seperti ini…” Martono menyahut. Kemudian tangan Martono menggerayangi susuku dan meremas-remasnya kedua payudaraku. Martono menisap-isap putting susuku dengan penuh nafsu, dan Bejo mulai menggerayangi perut dan pahaku. Tiba-tiba terasa tangannya yang kasar memasuki celah sempit di vaginaku. Kini aku mengerti mereka akan berusaha merangsangku.

“Ampun….. jangan lakukan ini kepadaku “aku memohon belas kasih mereka, tetapi mereka tidak menunjukkan sedikitpun rasa simpati, malah wajah mereka menunjukan kebuasan nafsu birahi. Mereka dengan cekatan telah melepaskan pakaian mereka masing-masing. Penis Martono sudah kulihat dan kunikmati tadi siang, tetapi sekarang aku terkejut melihat Penis Bejo yang luar biasa, panjangnya sekitar 18 cm dan kelihatan berurat-urat. Aku makin gemetar ketakutan sekaligus rasa aneh yang menjalar seakan-akan ingin merasakan sensasi penis besar milik Bejo. Wajahku terasa panas. “Ah, Mas Sandi… maafkan aku.”

Tangan ku telah ditangkap oleh Martono dan payudaraku kembali diisapnya. Bejo memegang pinggangku dan menaruh burungnya di lubang pantat ku.
“Jangan… jangan disitu… tolong..” Aku menjerit-jerit kesakitan merasakan dorongan penis Bejo dari belakang.
“Nyonya jangan cemas……. akan sedikit menyakitkan ……..tetapi setelah itu kamu akan menikmatinya.” Bejo berkata kepadaku dengan senyum sinis.
“Bukankah tadi siang memekmu telah dipakai oleh Martono, maka aku ingin mencicipi pantatmu yang kuyakin tidak pernah terpakai, masih perawan… ha.. ha… ha..”
Tak lama aku berteriak kesakitan tetapi secepat aku membuka mulut ku untuk menangis Sopir ku memasukkan burungnya di dalam mulutku dan aku tidak bisa menangis.
Sementara itu Bejo menaruh penisnya pada lubang pantat ku dan menarik pinggangku ke arahnya. Dia tetapi tidak bisa memasukkan burungnya ke dalam lubang pantatku yang sakit.
“Martono… apakah kamu punya mentega di dapur sebab lubang nya sangat sempit” Bejo bertanya
“Wah beruntung sekali kau mendapatkan cewek perawan…..ambillah sendiri di dapur.” Martono malah tertawa.
Bejo lalu pergi menuju dapur.
“Martono, tolong lepaskan aku…. Aku tidak sanggup lagi.” Aku memelas pada Martono.
“Nyonya…tenang saja dan nikmati. Bukankah nyonya sudah tahu bahwa nyonya sudah lama kami idam-idamkan untuk dinikmati oleh kami. Aku adalah sopirmu dan Bejo adalah seorang sopir truk. Dalam hidup kami jarang-jarang memiliki kesempatan mendapatkan wanita menggairahkan seperti kamu! Maka bagaimana mungkin kami akan tinggalkan?” Martono malah menjawab dengan senyum kemenangan.

Kemudian kusadari tidak ada cara lain dan tak seorangpun dapat menyelamatkanku. Maka aku berfikir untuk menikmatinya saja seperti yang diucapkan Martono kepadaku. Aku sudah merasa kepalang basah, kenapa tidak dinikmati saja sekalian, toh akupun merasakan kenikmatan yang tiada tara dengan Martono tadi siang. Aku merubah posisiku seperti seorang pelacur, aku tidak peduli lagi.
Martono mulai bertindak dengan pekerjaan nya Martono yang tertunda. Dia meremas-remas payudaraku, kemudian Bejo yang baru datang mengoleskan mentega pada lubang pantatku dan mengolesi burungnya juga. Kemudian ia memposisikan burungnya pada lubang pantatku dan dengan beberapa tekanan dia berusaha menerobos lubang pantatku. Aku merasakan sangat sakit tetapi aku sudah tidak melawan lagi. Bejo mendorong paksa burungnya dan posisi Martono di depanku membuatku terdorong mundur. Aku merasakan sesuatu yang besar dan kuat berada di pantatku.

“Auh… sakit… ampun…” aku melepaskan penis Martono dari mulutku. Bejo sengaja mendiamkan burungnya beberapa saat membiarkanku agar terbiasa. Setelah beberapa menit Bejo mulai mendorong lagi penisnya.
“Auh…. Jangan…” aku berteriak kembali, rasanya sangat sakit. Seluruh penis Bejo telah masuk dan merobek pantatku, terasa ada sedikit darah mengalir dari lubang pantatku. Aduh! Kontolnya itu sangat besar sehingga terasa sangat ketat di lubang pantatku!
“Auhh.. aduh… aduh… tolong.. aku akan mati… Kau merobek pantatku.. rasanya punggungku mau patah… Kau Bajingan!” Aku menjerit dengan suara nyaring tetapi mereka berdua hanya diam dan mulai beraksi lagi.

“Sekarang kontolku sudah masuk, Martono… kamu boleh meninggalkan aku sekarang.” Bejo berkata pada Martono. Martono hanya menganguk.
“Baiklah, aku akan menonton pertunjukanmu…. Nyonya, sekarang anda adalah bagiannya.” Martono sekali lagi mencium payudaraku dan meninggalkanku. Dia duduk di kursi meja hias dan menonton perbuatan Bejo terhadapku. Sekarang aku sepenuhnya dipermainkan oleh Bejo.
“Kau kekasihku sekarang, aku akan membuatmu merasakan sensasi yang sangat menyenangkan… aku akan membuatmu ketagihan… kau akan jadi pelacurku.” Bejo sesumbar.
“Sudahlah… kumohon keluarkan penismu… aku tak tahan lagi…. Sakit…. Rasanya aku hampir mati” terasa air mataku menitik.
“Aku tidak akan membiarkanmu mati…. Nikmati saja… sebentar lagi akan terasa lebih nikmat.” Bejo berbisik sambil menjilat telingaku. Dia lalu meraih payudaraku dan meremasnya.

Kemudian ia mencabut burungnya separuh, lalu mendorong dengan kekuatan besar.
“Jangan…. Tolong hentikan.. aku mau mati…. Hentikan sebentar…. sakit!” Aku mulai menangis tetapi ia tidak mendengarkanku dan tetap menggenjot pantatku dengan penuh nafsu. Aku roboh!
Bejo tetap memperkosaku tanpa mendengarkan aku dan dia memegang pinggul ku dengan tangan nya dan menggenjotku dengan cepat.

Selama memperkosaku, burungnya menyentuh bagian sensitifku dan membuatku merasakan getaran-getaran lembut dan menyenangkan. Aku mulai berpikir lagi, dalam kondisi tanpa pengharapan dan tak seorangpun dapat menolongku, mengapa aku tidak sekalian saja menikmati penis super ini. Pelan-pelan aku mulai menikmati gesekan penis Bejo pada pantatku, aku mulai menggoyangkan pinggulku. Kelihatannya Bejo menyadari perubahan dalam diriku.
“Ayoo sayang… nikmati…. Auh… enak sekali… betapa sesaknya pantatmu..”
Aku menggoyangkan lagi pinggulku, rasa sakit yang terima tadi kini berangsur-angsur tidak terasa lagi. Bejo kini meningkatkan kecepatannya dan aku juga. Payudaraku menggantung mondar mandir akibat genjotan Bejo. Kurasakan penis Bejo sangat keras dan kuat di dalam pantatku.

“lihat… sekarang nyonya mulai menyukainya kan.” Martono berkomentar kepadaku.
Bejo terus menggenjot pantatku, aku mulai menyukai permainannya.
“Bejo… kau memang laur biasa.. kau bisa menaklukkan wanita manapun. Aku salut padamu.” Martono malah terkagum-kagum pada Bejo.
“Sebentar lagi, nyonya akan jadi pelacur kami.” Martono tertawa.
“Kurang ajar….” Hatiku berteriak tetapi badanku masih bergerak-gerak mengikuti irama genjotan penis Bejo.
“Auhh… ohh…” aku merintih-rintih tak sadar
Tangan bejo meremas-remas payudaraku dengan lembut. Rabaan tangannya membuatku makin terangsang. Perlahan-lahan tangannya bergeser ke bagian kewanitaanku. Jari-jarinya dengan kasar menyentuh vaginaku.
“Ohh…. Hmmm…….” Tanpa sadar aku menggigil dan merintih. Aku merasakan kenikmatan yang lain dalam diriku. Jari-jarinya bermain-main di clitorisku. Darahku seperti berkumpul di titik sensitif itu.
“Auhh… enak…. Hmmm… Ohh…. Nikmat…” tak tahan aku dibuatnya. Tubuhku rasanya semakin melayang-layang. Setelah beberapa saat, tubuhku menegang dan berkelojotan sesaat. Air maniku tumpah… aku orgasme.
“Teruskan sayang… jangan ditahan… aku akan memberikan kebahagiaan untukmu.” Antara sadar dan tidak akau mendengar Bejo berbisik ditelingaku.
Dalam permainan ini aku berkali-kali aku orgasme, tapi sepertinya Bejo mempunyai stamina yang luar biasa. Aku merasa kelelahan tetapi bahagia, setelah 25 menit kemudian tiba-tiba terasa penis Bejo mengeras. Jari-jarinya makin menekan clitorisku.
“Ohh…. Aku keluar…” akhirnya Bejo berteriak.
“Ohh…nikmatnya… keluarkan didalam saja, teruskan… jangan keluarkan kontolmu.” Aku tak sadar setengah berteriak. Bejo tertawa dengan penuh kemenangan. Cairan hangat memasuki lubang pantatku.
“Auhhh…….” Akupun orgasme bersamanya. Rasanya nikmat sekali. Bejo masih menduduki pantatku beberapa saat lalu mencabut burungnya.
“Ploop….” Terdengar bunyinya. Martono dan Bejo tertawa terbahak-bahak seperti orang gila.

Aku menghembuskan nafasku dan merasa sangat nikmat. Sekarang jam 3 malam. Tadi siang aku merasakan kenikmatan bersama Martono. Dan malam ini aku merasakan kenikmatan bersama Bejo. Aku menjadi sangat ketagihan. Selma ini aku hanya mendapat kepuasan dari suamiku. Tapi sekarang, aku sepertinya keranjingan berhubungan sex. Aku ingin mendapatkan lebih. Aku ingin yang lebih mengasyikkan….

“Martono, aku akan istirahat……. Aku sungguh sangat puas” Bejo berkata.
“Nyonya, anda sungguh sangat mengagumkan….” Aku tersenyum mendengar pujian dari Bejo.
“Istirahatlah…” Martono menjawab.

“tunggu dulu….” Setengah berteriak aku kepada mereka berdua. Mereka menatap wajahku dengan heran.
“Kau telah memperkosa lubang pantatku, aku telah memberikannya. Tapi sekarang aku ketagihan… aku ingin merasakan kontol 18 cm itu dalam memekku. Aku ingin merasakan kontol besar punyamu..” Aku telah gila… aku tak peduli lagi siapapun yang akan memperkosaku, malah aku ketagihan…

Martono berteriak padaku “Nah, lihat…. aku berjanji akan memberimu kesenangan yang terbaik di dunia.”
“Dia benar….tinggalkanlah kami berdua, aku akan menikmati tubuhnya. Dia akan menjadi pelacur bagiku malam ini. Dan besok aku akan tinggalkan nyonyamu sebagai wanita yang sangat haus sex.” Dengan tenang Bejo berkata pada Martono. Martono sambil tertawa pergi ke ruang tamu kemudian Bejo menutup pintu.
———————

“Nyonya sungguh seorang nyonya yang cantik dan mempunyai bentuk badan yang ramping dan menggairahkan.” Aku tersenyum. Aku menjadi sangat malu. Aku jadi salah tingkah. Aku malu tapi akupun menikmatinya. Aku begitu berharap pada apa yang akan terjadi berikutnya.

“Betapa senangnya saya mempunyai kesempatan untuk mendapatkan nyonya. Nyonya sungguh seorang nyonya yang cantik.” Bejo berkata dan berusaha membawaku dalam pelukannya. Aku gemetar terdiam. Kemudian dia menyibakkan rambutku, kemudian ia menaruh bibirnya pada bibir ku dan mulai mencium dengan sangat bernafsu dan kasar. Sementara itu tangannya diletakkan pada pantatku dan menekan-nekan dengan bernafsu. Bibir mungilku terasa sangat basah olehnya. Kemudian ia menarik blus biru yang kupakai. Dan tangannya terus menjalari badan ku dan aku benar-benar merasakan ketidaksukaan tetapi sekarang aku adalah juga merasakan basah dan tidak sabar untuk mendapatkan kenikmatan darinya. Apa yang telah terjadi denganku….

Biasanya suamiku hanya sanggup bertahan selama setengah jam untuk melayaniku. Tapi kini aku berhadapan dengan seorang pria jantan yang mungkin sudah sangat sering menaklukkan wanita-wanita. Sedangkan tadi siang Martono sanggup membuatku orgasme berkali-kali. Setelah agak lama Bejo berusaha merangsangku. Dan aku mulai menggelinjang-gelinjang tak sabar.

Ia berbaring di sampingku dan memintaku untuk merangsangnya. Ini adalah kesempatanku untuk melayani nafsunya walaupun aku merasakan malu awalnya tetapi sekarang aku telah berhasil secara penuh merangsangnya. Dan aku mulai menggerakkan tanganku di sekujur tubuhnya. Bejo menutup matanya dan aku mulai menciuminya. Dadanya berbulu, pahanya adalah sangat kokoh, lebih dari itu ia adalah seorang pria jantan. Aku mencium puting susu nya sekarang ia memulai merintih
“ohhhh….aaahhaaahhhhh .. ternyata nyonya pandai menyenangkan hati pria.” .
Sekarang aku betul-betul ingin lihat burung besar nya. Terlihatlah sesuatu yang luar biasa, seekor burung berukuran 18 cm secara penuh menegang dan dua bola sedang menggantung dengan indah. Aku duduk di dadanya dan mulai menjilat burungnya. Aku merasa sangat ingin untuk makan “pisang ambon” ini sebab pertama kali aku melihat burung sangat besar. Aku memainkan burungnya seperti anak perempuan kecil bermain-main dengan boneka. Tiba-tiba terasa vaginaku diciumi, aku betul-betul merasakan getaran-getaran listrik yang mengalir ke sekujur tubuhku karena sentuhan lidahnya yang menyentuh klitorisku.
“Auh…Hmmf…” aku tidak sadar melenguh.
Tetapi aku berusaha berkonsentrasi pada burung besarnya. Aku mulai menjilati batang pisangnya dan menggerakkan mulutku naik turun, aku ingin makan semakin banyak dan pada akhirnya tiba-tiba penisnya menegang dan menyemprotkan cairan sperma ke mulutku.

Kemudian dengan liarnya Bejo menggerayangi tubuh telanjangku. Hisapan demi hisapan, jilatan lidahnya menyapu bersih lekuk tubuhku.
“Aow…. hmm,” aku merintih saat lidah Bejo mulai menjilati bibir vaginaku kembali.
“Woowww.. Mulus sekali nyonya ini.., gimana sayang? …Enak?,” Bejo seperti mengejekku, aku terpejam tak mampu memandang Bejo. Lidah Bejo semakin liar dan membuat kenikmatan tersendiri padaku.

“Ehmmhh,” aku merintih tak bisa menahan kenikmatan itu, pinggulku mulai bergerak teratur seirama jilatan lidah Bejo divaginaku, aku pasrah dan menikmati permainan itu. Malah saat ini aku mulai bernafsu agar penis Bejo mengoyak vaginaku yang sudah gatal.

Tapi rupanya Bejo sengaja menyiksaku, jilatan lidahnya sudah masuk menerjang vaginaku. Aku sudah bergerak tak karuan menerima kenikmatan darinya, tapi tak juga Bejo menyetubuhiku.

“Ohhh.. Nngghh..,” aku tak tahan lagi, seluruh rasa nikmat berkumpul diklitorisku membuat pertahananku akhirnya jebol. Aku orgasme dengan belasan kedutan kecil divaginaku. Aku malu sekali pada Bejo yang tersenyum.

Bejo kemudian mencium dan mengulum bibirku beberapa lama, tanpa sadar aku membalas lumatan bibirnya dengan nafsu pula. Kurasakan dia berusaha menepatkan posisi ujung penisnya dibelahan bibir vaginaku.

“Hmmm.., aahh.. Nghh..,” aku merintih nikmat saat penis besar Bejo mendesak masuk keliang nikmatku.
“Ouhh.., sudah kusangka vaginamu masih rapat sayanghh.., nikmati permainan kita ya manis,” Bejo berbisik lagi membuatku semakin melayang dipuji-puji.

Penis Bejo keluar masuk secara teratur di vaginaku dan aku mengimbanginya dengan gerakan pinggul memutar.

“Hmm.., puaskan aku sayang..,” tak sadar aku membalas bisikan Bejo itu sambil memeluk tubuhnya untuk lebih rapat menindihku.
“Cantik kamu sayang.., cantik sekali wajahmu saat nikmat ini,”
“Ohh… teruskan sayang.. Aku milikmu saat ini..,”

Kuakui permainan Bejo memang luar biasa, romantis, lembut, tapi sungguh memacu birahiku secepat genjotannya di tubuhku. Gerakan tubuh Bejo semakin cepat dan teratur diatas tubuhku. Erangan dan rintihanku sudah tak tertahan aku memang birahi saat itu. Tapi saat aku hampir klimaks, mendadak Bejo menghentikan aktifitasnya dan mencabut penisnya dari vaginaku.

“Ayo sayang kita berdiri,” Bejo menarik tubuhku berdiri, lalu mendorong punggungku menjadi posisi menungging, dan Bejo dibelakangku kembali menghujamkan penisnya ke vaginaku. Aku merasakan kenikmatan yang yang tertahankan dengan posisi doggy style ini.

“Ahh.. Ouhh.. teruss..,” hanya itu yang terucap di bibirku saat sodokan penis Bejo masuk dalam posisi nungging itu.Bejo semakin keras mengocokku dari belakang, aku semakin tak terkendali kurasakan kenikmatan sudah puncak dan menjalar diseluruh tubuhku mengumpul dibagian pantat, paha, vagina dan klitorisku.

“Ahh sayang.. Ohh.. Hmmph..,” aku tak kuasa lagi membendung kenikmatan itu, dinding vaginaku berkedut berkali-kali disodok penis Bejo. Belum habis orgasme yang kurasakan, Bejo menarik tubuhku dan menggendongku. Aku memeluknya erat-erat.

“Ayo cantik.. Ini lebih nikmat sayang.., sekarang keluarkanlah seluruh cairan kenikmatanmu,” dalam posisi itu penis Bejo masih mengocokku tangannya mengangkat tubuhku naik turun dengan posisi berdiri.
“Ahhh.. Uohh….,” Vaginaku berkedut-kedut dengan cepat, orgasmeku begitu luar biasa ditangan Bejo.
“Ouhhkk.. Aku mau keluar…. Ahhh,” Bejo orgasme dengan posisi berdiri menopang tubuhku yang lunglai. Kurasakan seburan spermanya menembus dinding rahimku. Lalu Bejo menjatuhkan tubuh kami diatas ranjang kembali, kami berpelukan seperti pasangan kekasih.
Kemudian ia menciumku penuh kasih dan pergi ke ruang tengah.

———————————

Aku terbangun jam 9 pagi, rasanya tubuhku agak lelah. Aku lalu menuju kamar mandi membersihkan sisa-sisa permainan tadi malam. Badanku benar-benar terasa segar setelah mandi. Setelah mandi aku menuju kulkas. Di lemari es dalam kamarku kulihat beberapa buah apel. Aku makan sekedar mengganjal perutku. Aku masih memakai handuk yang melilit tubuhku. Sambil bercermin, kuperhatikan tubuhku. Hmm.. masih seksi dan padat.

Tiba-tiba sopirku Martono datang. Ia telah telanjang. sopirku adalah seorang laki-laki yang sangat buruk. Usianya sekitar 40 tahu, rambutnya botak dan berwajah buruk, tapi mempunyai perkakas yang besar pula walaupun tidak sebesar punya Bejo. Penisnya setengah ereksi.
“Selamat pagi nyonya…” Martono menyapaku. Aku diam saja. Dia lalu melepas handukku dan menggendongku ke ranjang. Aku kini berbaring diranjang dengan telanjang bulat. Maryono mengamati badanku dengan sangat bernafsu.
“nyonya, anda sungguh sangat seksi.” Aku tenang-tenang saja, namun aku bingung begitu menyadari bahwa sopirku sendiri telah memperkosaku dan menikmati tubuhku..

Kemudian seperti seekor serigala lapar dia melompat kepadaku dan mulai menciumku di mana-mana. Martono sungguh bernafsu. Dia menciumi leherku dan membuatku melenguh. Setelah sekitar sepuluh beberapa menit dia menciumi bibir, wajah dan menghisap payudaraku, ia menjilat perutku dan turun menyentuh vaginaku yang berbulu dengan lidah. Aku menggigil dan menghentak seolah-olah aku mendapat suatu goncangan raksasa. Ia melebarkan kakiku dan yang dimulai menjilati clitorisku dengan liar.

“Hoohh…. Ehh.” aku mulai mengerang dengan tak terkendali.
Martono meregangkan kaki ku lebih lebar. Sekarang memekku terpampang dengan jelas di wajahnya.
“Ow.. nyonya, memekmu sungguh indah.” Aku menutup mataku dengan malu. Kemudian ia menggosok-gosok kepala burungnya dan kemudian menempatkannya pada memekku.

Ketika burungnya menyentuh memekku badan ku menggigil. Aku merintih. Kemudian ia menangkupkan payudaraku yang besar dengan tangan kanannya. Sopirku mempermainkan payudaraku dengan liar. Burungnya sudah siap untuk masuk memekku.
Dia mencium bibirku dengan lembut, aku menaruh lidahku didalam mulutnya. Kami saling berpagutan.
“Liang peranakanku koyak oleh Bejo dan masih terasa sakit, masukanlah kontolmu pelan-pelan..” aku meminta.
Martono hanya tersenyum seperti setan kepadaku dan tiba-tiba dia mendorong dengan kuat sehingga penisnya sepenuhnya berada dalam vaginaku. Aduh!

Bejo benar-benar telah membuat liang vaginaku mengendurkan dan memperbesar memekku, sehingga penis Martono masuk ke dalam liang peranakanku dengan mudah. benar Beberapa lama kemudian tubuhku melengkung dan menjerit. Vaginaku mengeluarkan cairan kenikmatan.. aku orgasme lagi! Martono memperhatikan wajahku dengan terheran-heran!!!!!!
“Wow… luar biasa…” . Martono berhenti sejenak dan menatapku dengan tatapan kesetanan sampai orgasmeku mereda.
Akan tetapi begitu Martono mulai memompa vaginaku lagi, aku tidak bisa mengendalikan dan lagi-lagi dengan seketika punggungku melengkung dan menyemburkan orgasme. Mereka benar-benar telah merubahku sehingga aku tidak bisa mengendalikan diriku lagi. Mereka merubahku menjadi seorang betina yang haus sex.
“Nyonya, apakah anda berusaha untuk membuat rekor dunia didalam hal orgasme?. Lihatlah sekarang, bagaimana aku membuat anda seperti pelacur yang gila ngentot!!.”
“Kamu akan jadi pelacurku!!!!” sambil mengatakan itu, ia mulai memompa pelan-pelan tetapi di dalam tubuhku rasanya sangat nikmat sekali. Kemudian teriakanku berubah jadi rintihan nyaring yang penuh nafsu.
Aku merintih dengan suara menggairahkan “Uohh……… teruskan…. Hmmm… nikmatnya… punyamu memang luar biasa.”
“sayang memek mu menjadi sangat panas dan licin!!!!”

Tetapi pada saat aku betul-betul terangsang, Martono menggodaku. Dia menghentikan goyangan pinggulnya dan mencabut penisnya. Dia mulai mencium payudaraku. Aku merintih kesetanan.
“jangan dilepas… cepat masukkan… masukkan..” aku berteriak-teriak.
Martono menatpku dan dengan tertawa dia bilang “Nyonya, sekarang anda betul-betul seperti seorang pelacur yang gila kontol. Tidak sadarkah anda sedang meminta sopir nyonya untuk menyetubuhi anda sendiri.”

“Semenjak kamu menceritakan kepadaku bahwa kau sengaja mencari cara untuk memperkosaku dan akan memberikan aku sensasi sex yang luar biasa dan tidak pernah aku rasakan dari suamiku, didalam hati kecilku aku merasa penasaran, aku begitu terangsang. Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi dan aku kehilangan kendali terhadap dirikuku!!!! Aku tidak pernah berhubungan sex dengan seseorang selain dari suamiku. Aku tidak menyadari bahwa sebenarnya aku sangat menginginkan bermain sex dengan orang lain… aku sangat menginginkannya!” akhirnya aku bicara.
“Martono, aku merasa seperti menikmati lagi berhubungan sex pertama kalinya dalam hidupku. Kamu sungguh-sungguh memberikan aku suatu pengalaman yang menggetarkan! Sekarang tolonglah aku, pompa memekku…. Aku tak tahan lagi!!!!!!” Sopirku tersenyum dan dia mulai menggenjotku pelan-pelan.

“Nyonya, anda adalah wanita yang sangat menggairahkan. Aku selalu memimpikan untuk berhubungan kelamin denganmu. Aku dulu onani di kamar kecil dengan memikirkanmu. Nyonya, aku sungguh mendapat kesenangan luar biasa dari memekmu!”

Tetapi kemudian aku menjerit “Aku tidak tahan lagi, tolonglah perkosa aku ……..dengan keras, lebih kasar…… lebih cepat lagi… Augh.. cepatlah….tolong…..” dengan ini secara otomatis aku menggerak-gerakkan pinggulku naik turun bergesekkan dengan penisnya. Melihat itu Martono tertawa dengan nyaring dan menciumi bibirku, dia mulai mempermainkanku seperti banteng kesetanan. Oh… Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa. Tiba-tiba aku merasakan desakan-desakan yang sangat kuat pada liang vaginaku. Tubuhku melenting dan aku merintih dengan keras!! Aku orgasme lagi!

Kakiku diregangkan terpisah olehnya dan dengan erat Martono memegang kaki ku.. Tetapi aku tidak mengetahui mengapa pinggulku otomatis bergerak turun seirama kocokan penisnya dan aku menjerit secara terus-menerus dengan penuh kenikmatan. Tiba-tiba aku merasakan orgasme yang luar biasa. Punggungku melengkung dan cairan kenikmatanku membanjiri penisnya yang perkasa. Aku merintih dengan nyaring” Auh….Hmmmm….. aku keluar….ahhh.. lagi.” .
“Tolonglah… lebih cepat lagi… Ohhh.. nikmatnya… lebih keras…” Martono mengocok vaginaku dengan penuh nafsu. Tiba-tiba dia menghentikan gerakannya. Tubuhnya menegang.
“Ahh, Nyonya.. saya mau keluar…. Ohh….”
“Keluarkan di dalam… goyangkan kontolmu… lebih cepat… lebih cepat lagi.” Aku tak tahan
“Bagaimana kalau nyonya hamil..” Martono kembali mengocokkan penisnya dengan cepat.
“Aku tidak peduli, Kau dan Bejo telah menumpahkan maninya padaku… aku ingin kepuasan… Ohh…. Egghh…” aku semakin meracau tidak karuan.
Martono semakin mneggoyangkan penisnya maju mundur dan memuntahkan cairan panas ke dalam rahimku. Oh! Nikmatnya perasaan hangat dalam vaginaku. Tubuhku bergetar seperti orang yang terserang malaria… aku mendapatkan orgasme terbesar dalam hidupku!
Aku terus mengejang dan mengeluarkan cairan kenikmatan….Aku menjerit dengan pebuh kenikmatan. Kukuku menancap pada punggung Martono.
” Ooooooooooooooo Oooooooohhhhhhh Aaaaaaahhhhhh. Aku keluarr……….” . Lalu kami roboh kelelahan.

“Kamu adalah laki-laki impianku!!..” Aku memuji sopirku tanpa malu-malu.
“Apa yang nyonya suka dari saya.”
“Aku menyukai pria jantan sepertimu.” Aku menjawab dengan suatu senyuman malu.
“Kau memperkosaku diranjang suami ku, aku seorang nyonya rumah yang kaya bermain sex dengan seorang sopir pribadi. Kaupun menjual diriku pada temanmu seorang sopir truk yang seperti seorang perempuan murahan. Kau merubahku sepenuhnya dari seorang isteri setia menjadi seorang wanita haus sex!!!!!!!” Martono tersenyum, dia menciumku dengan penuh nafsu, lalu meraba-raba payudaraku dan mengorek-ngorek liang senggamaku..

Kemudian aku memeluknya dan kami berbaring dengan berpelukan. Kemudian Bejo datang di kamarku. Aku tersenyum padanya dan ia juga tersenyum pada aku.
Bejo berkata “Beberapa jam yang lalu, nyonya adalah seorang istri setia yang, tapi lihatlah sekarang kamu sudah menjadi pelacur murahan karena dua orang pria asing telah memperkosamu. Kamu akan hamil oleh sopir pribadimu dan seorang sopir truk.”
” Sunguh Martono, nyonyamu adalah seorang wanita yang terseksi.” Bejo melanjutkan.

” Sayang, anda benar-benar menikmati?” Martono bertanya padaku
“Yah, sungguh suatu pengalaman luar biasa. Kalian berdua mempunyai senjata idaman wanita terbaik. Aku betul-betuk sangat menikmati. Sekarang aku kurang suka penis suamiku. Aku benar-benar menyukai kedua penismu yang besar. Kamu sungguh luar biasa, Martono. Mulai hari ini aku ingin kalian melayaniku. Dengan saling bertatap muka Martono dan Bejo tertawa terbahak-bahak. Kemudian sopirku menciumku dengan penuh nafsu..

———————————

Setelah kejadian itu aku menjadi pelampiasan sex mereka. Kapanpun Martono mendapatkan kesempatan, ia bermain sex denganku. Setiap kali suamiku tidak berada di rumah, Bejo dan Martono bermain sex denganku menggunakan berbagai macam gaya yang belum aku ketahui. Aku benar-benar menikmati kehidupan sex seperti sekarang.

Sekarang aku mempunyai empat orang anak. Yang palin tua adalah anakku dari suamiku dan sisanya dari Martono dan Bejo. Martono dan Bejo lebihmenyukai berhubungan denganku tanpa memakai kondom demi kesenangan yang maksimum. Martono senang melihat aku hamil karena perbuatannya. Sampai sekarang suamiku belum mengetahui skandal ini. Biarpun dia mengetahuinya, aku tidak peduli. Aku menyukai kehidupanku sekarang. Aku mempunyai dua orang suami pengganti yang sangat perkasa dan memuaskanku.

Arsip Blog