Cerita Seks Pribadi Goyangan Vina Bikin Burungku Ngaceng Sampai Horny

Cerita Sex Dewasa Ngentot Istri Orang Yang Montok - Cerita Sex 2016 Terbaru - Cerita Dewasa Terbaru - Cerita Sex Hot -  Cerita Ngentot - Cerita Seks - Cersex Selingkuh mahasiswa Horny - Cerdas Bertukar Pasangan Sedarah - Cerits Esex ABG - Cersexgam Anak SMK Bugil - Cerita Mesum - 

Cerita Sex - Cerita panas sebelumnya merupakan kisah cerita dewasa terbaru bergambar Cerita Seks Selingkuh Melayani Nafsu Birahi Ibu Mirna Bosku, Nah untuk kali ini ada Cerita Seks Pribadi Goyangan Vina Bikin Burungku Ngaceng  Sampai Horny, Selamat membaca.

Suatu hari aku dipanggil pimpinanku ke dalam ruangannya. Aku menduga-duga apa gerangan sebabnya aku dipanggil mendadak begini.”Duduk, Dik. Tunggu sebentar ya,” katanya sambil meneruskan membaca surat-surat yang masuk hari ini. Setelah selesai membaca satu surat barulah dia menatapku.

Goyangan Vina Bikin Penisku Ngaceng  Sampai Horny

Cerita Seks Pribadi Goyangan Vina Bikin Burungku Ngaceng  Sampai Horny
Cerita Seks Pribadi Goyangan Vina Bikin Burungku Ngaceng  Sampai Horny


”Begini ndra, besok kan hari libur nasional. Dan untuk hari ini apa yang masih harus diselesaikan?” tanyanya. 

Akupun berpikir sejenak sambil mengingat apalagi tugas yang harus kuselesaikan segera hari ini. “Rasa-rasanya sih sudah tidak ada lagi yang mendesak pak, ada beberapa proposal dan rencana kerja yang harus saya buat, tapi hal itu masih bisa ditunda sampai minggu depan. Ada apa Pak?” tanyaku.

“Anu, itu ada tamu dari Kalimantan, namanya Pak  Jamaludin, panggil aja Pak Jay.
"Yah...sebenarnya bukan untuk urusan  kantor kita sih. Hanya kebetulan saja pas dia ada di sini, jadinya sekalian aja. Dia menginap di Bekasi". kata si Bos padaku.

Tadi juga dia telpon katanya minta tolong agar diantarkan surat yang kemarin kamu buat konsepnya untuk dipelajari, tinggal kamu jelaskan aja detailnya. kemudian kamu antar langsung ke sana dan bayar bill hotelnya beliau. Pokoknya Layani sampai selesai semua urusannya, kalau perlu nanti nggak usah kembali ke  kantor kalau belum clear. 

Dan besok kalau beliau kembali. jemput aja pakai mobil  kantor pas kosong, atau pakai taksi aja soalnya ini sangat penting. Untuk urusan uangnya kamu ambil aja di kasir!” katanya sambil memberikan memo kepadaku untuk ambil uang di kasir.

Kemudian aku bergegas ke kasir sambil re-cek di resepsionis, kali aja ada mobil  kantor lagi kosong atau tidak. Eh...ternyata semua mobil lagi dipakai. terpakasa aku naik taksi ke Bekasi. Sesampainya di hotel yang dituju,  segera aku temui Pak Jay, dan menyerahkan berkas yang dimaksud. Setelah dia bertanya banyak hal tentang detail dari berkas tadi, kemudian dia katakan bahwa dia sudah mengerti dengan isinya dan setuju. Hanya ada perbaikan dari segi redaksional saja.

“OK deh, nanti saya kabari. Begini saja, konsep ini saya bawa dulu. dan beberapa perbaikan  nanti menyusul saja. Hanya redaksional saja kok. Isinya saya sudah pahami dan intinya sih saya setuju,” katanya.

“Ohh...begini  pak, pimpinan saya mengatakan bahwa semua bill hotel bapak biar kami yang selesaikan,” kataku.
“Aduh, ga enak jadi merepotkan. Sampaikan terima kasih dan salam untuk pimpinanmu, Pak Is” katanya sambil menyalamiku.
“Iya, Baik Pak nanti saya sampaikan, selamat jalan”.

Dan  kemudian membereskan bill di front office. Tiba-tiba saja ada petugas hotel memanggilku.
“Maaf Pak  Andra ya? Ini Pak Jay mau bicara,” katanya sambil menyerahkan gagang telepon. Kuterima gagang telepon dan dari seberang Pak Jay berkata”Begini, tadi  saya lupa kasih tahu. Kebetulan semua urusan saya selesai hari ini jadi saya bisa pulang siang nanti. Saudara  Andra tunggu sebentar di bawah ya!”

Aku menunggu Pak Jay turun ke lobby. Sebentar kemudian dia sudah datang dan minta dipanggilkan taksi. Kupanggilkan taksi, dia naik dan katanya.
“Terima kasih banyak lho atas semua bantuannya”.
Aku menggangguk dan tersenyum saja. Setelah taksinya pergi, aku berpikir kalau dia jadi pulang, sementara bill sudah dibayar penuh sampai besok, sayang rasanya. Biar aja kuisi kamarnya sampai besok, toh besok juga libur. Akupun lapor ke resepsionis.

“Mbak, Pak Jay sudah check out, saya pakai kamarnya sampai besok. Tapi tolong beresin dulu kamarnya, saya mau jalan dulu sebentar. Boleh kan?” kataku.
“Iya , Boleh pak, silakan saja,” katanya sambil tersenyum.
Akhirnya saya keliling-keliling di Kota Bekasi. Dan nggak ada yang aneh sih. cuma sudah lama saja tidak ke Bekasi. Setelah beberapa lama, kayaknya capek juga rasanya badanku. Aku akhirnya masuk ke sebuah panti pijat tradisional. Siapa tahu dapat massage girl yang oke, setelah dipijat nanti gantian kita yang memijatnya hehehe.

Dan seperti biasa begitu masuk di ruang depan aku dikasih liat beberapa  foto-foto close up yang cantiknya mengalahkan artis. Mbaknya yang jaga mengomentari sambil sekalian promosi. Si A ini pijatannya bagus dan orangnya supel, Sedangkan Si B agak cerewet tapi Lumayan cantik, Kalau Si C hitam manis dan ramah dan lain-lainnya. Kalau aku sih tidak tertarik dengan promosinya. Pilihanku biasanya berdasarkan feelingku saja.

Disaat lihat-lihat foto, ada beberapa wanita yang masuk kriteriaku. Kulihat sekilas, kalau dia massage girl di sini aku pilih dia saja. Kutanya pada yang jaga,
 ” Mbak...Mbak, yang tadi barusan lewat kerja di sini juga?”
“Ya Mas, dia baru minta ijin keluar sebentar tadi. Katanya ada sedikit keperluan,” jawabnya.
“Apa Boleh pijat sama dia Mbak?” tanyaku lagi.
“Ya ....Boleh saja, tapi tarif untuknya agak tinggi sedikit,” katanya sambil tersenyum kemudian menyebutkan rupiah yang harus kusediakan.

Kuiyakan aja semua syaratnya, kemudian dan disuruhnya aku masuk ke kamar VIP, ada AC-nya meskipun agak berisik dan tidak terlalu dingin. Sambil menunggu di dalam kamar, kuamat-amati sekelilingku. ternyata aebuah kamar berukuran 3 X 2 meter dengan sebuah spring bed untuk satu orang dan sebuah meja kecil unik yang di atasnya ada cream pijat dan handuk. Dan pintunya ditutup dengan korden kain sampai ke lantai. Dan segera kulepaskan pakaianku hingga tinggal celana dalam saja. Dan iseng-iseng kubuka laci meja kecil di sampingku. Ada kotak “kondom” yang sudah kosong.

Beberapa saat  kemudian gadis pemijat yang kupesan sudah muncul. lalu kuamati lagi dengan lebih teliti. hmmm...Lumayan. Kulitnya putih, tinggi (untuk ukuran seorang wanita) dengan perawakan seimbang. Ia saat itu mengenakan celana panjang hitam dan kaus putih. BH-nya yang berwarna hitam berenda  nampak jelas membayang di badannya.

“Ehemmm...Selamat siang,” sapanya sambil menutup korden dan mengikatkan pinggirnya pada kaitan di kusen pintu.
“Selamat Siang,” jawabku singkat.
“Maaf silakan berbaring tengkurap Mas, mau diurut atau dipijat saja”.
“Oke punggungku dipijat saja, dan bagian kaki serta  tangan boleh diurut”.

Akupun berbaring di atas spring bed. Ia mulai memijat jari dan telapak kakiku.
“Anda namanya siapa Mbak?” tanyaku.

“Yah...si Mas tanya-tanya nama segala. Mas kerja di Sensus ya?” Jawabnya sambil tersenyum. Meskipun jawabannya begitu tapi dari nada suaranya dia tidak marah.

Pada akhirnya sambil memijat aku tahu namanya,  Vina, berasal dari Lampung. Pijatannya sih sebenarnya tidak terlalu keras. Tapi sepertinya dia pernah belajar tentang anatomi tubuh manusia sehingga pada titik-titik tertentu terasa agak sakit jika dipijat.

“Aduh..uhhhh... Pelan sedikit dong!” teriakku ketika dia memijat bagian betisku.
“Maaf ...Kenapa Mas, Sakit ya? Kalau dipijat sakit berarti ada bagian yang memang tidak beres. Saya coba bagian lain, meskipun pijatannya lebih keras tapi kan nggak sakit”.

Kupikir ada benarnya  juga pendapatnya. Aku sedikit pernah baca tentang pijat refleksi yang membuka simpul syaraf dan melancarkan aliran darah dan  metabolisme tubuh dapat kembali normal. Ia kemudian memijat bagian pahaku.

“Hmmmmhh.. kelihatanya ada urat yang sedikit ketarik Mas. Pasti beberapa hari ini adik kecilnya tidak bisa bangun secara maksimal ya,” katanya.

Memang iya ,beberapa hari ini, entah karena kelelahan bekerja atau sebab lain sehingga pada pagi hari saat bangun tidur adik kecilku kondisinya tidak tegang. Aku juga  tidak terlalu memperhatikan karena pikiran memang lagi fokus untuk menyelesaikan pekerjaan minggu ini. 

Tangannya beberapa kali mulai menyenggol alat kejantananku yang terbungkus celana dalam ku. Tapi herannya aku sama sekali nggak terangsang ya. Kucoba untuk menaikkan pantatku dengan harapan tangannya bisa lebih ke depan lagi, tapi tetap ditekannya lagi pantatku.

“Hmmm Sudahlah, Mas diam saja dulu nanti nggak jadi pijat,” katanya.
Dan kali ini tangannya benar-benar meremas adik kecilku. Tapi sekali lagi aku heran, karena nggak bisa burungku  terangsang. Tangannya kini mulai memijat pinggangku. Ibu jarinya menekan pantatku bagian samping dan jari lainnya memijat-mijat sekitar kandung kemihku.

“Ohh....Penuh.. Beberapa hari pasti tidak dikeluarkan ya Mas? Maklum adiknya juga lagi nggak fit sih,” komentarnya agak ngeres.

Dan lagi-lagi tebakannya benar. Aku tidak tahu dia itu asal tebak atau memang dia ada ilmunya untuk hal-hal seperti itu.

“Hhhahhhh..” kataku ketika ia mulai menekan punggungku, Dan kemudian terus sampai tengkuk.
Akupun mulai merasa rileks dan mengantuk. Enak juga pijatannya ya. Dan kini kakiku diurutnya dengan cream pijat. Sampai di dekat pahaku dia berkata
”Tolong tahan sedikit Mas, mungkin agak sakit memang”. Tangannya dengan kuat mulai mengurut paha bagian dalamku. Terasa sakit sekali.

“Uuuuffpp.. Haahh,” kataku sambil menahan rasa sakit.
Kepalaku segera kubenamkan ke bantal. Setelah kedua belah pahaku diurut terasa ada perbedaan. Kejantananku kayaknya  mulai bereaksi ketika tangannya menyusup ke bawah pahaku. Pelan tapi pasti kejantananku mulai membesar sehingga terasa mengganjal. Aku agak menaikkan pantatku untuk mencari posisi yang rada enak. Kali ini dibiarkannya pantatku naik dan tanganku meluruskan senjataku pada arah jam 12 tepat.

“Coba balik badannya, dadanya mau dipijat nggak mas?”
Dan segera kubalikkan badanku. Kulihat keringat mulai menitik di lehernya. Untung ada AC, meskipun tidak bagus, sedikit menolong.  Vina mengusap-usap dadaku.
“Badanmu bagus juga Mas, dadanya diurut yaa?”
“Nggak usah, cukup tanganku aja deh diurut,” kataku.

Ia segera duduk di sampingku dengan kaki menggantung di samping ranjang. Ketika ia meluruskan dan mengurut tanganku kupegang dadanya. Ahhh ...lumayan besar, tapi agak kendor.
“Tangannya..” katanya mengingatkanku.
Dan tidak berapa lama ia sudah selesai memijat dan mengurut badanku. Aku meregangkan badan. Terasa lebih segar.

“Tunggu sebentar saya ambil air dulu Mas,” ia keluar kamar dan kembali dengan membawa air hangat dan handuk kecil.
Dan dicelupkannya handuk kecil ke dalam air hangat dan dilapnya seluruh tubuhku sampai bekas cream pijat hilang. Kemudian dilap area  badanku sekali lagi dengan handuk yang ada di atas meja kecil. Akupun kembali terangsang ketika dia melap dadaku. Kuperhatikan dia dan kupegang tangannya di atas dadaku. Ia memutar-mutarkan tangannya yang dibalut handuk itu.

“Kamu kenapa Mas,” bisiknya.
“Ini ingin dikeluarin supaya nggak penuh dan meluap terbuang,” kataku berbisik.
Ia segera menggerakkan tangan, kode untuk mengocok penisku.
“emmm...nggak boleh emangnya disini ya? Ini apa sih ?” tanyaku sambil membuka laci meja dan menunjukkan kotak “kondom” yang kosong tadi.

“Ihhh....Mas ini tangannya usil deh. Bukan begitu Mas, si bos lagi ada di sini. Dia kesini seminggu dua kali. Dan dia melarang kami untuk begituan dengan tamu, itu katanya , karena belakangan ini sering ada razia,” jawabnya.

Kami segera diam beberapa saat, tensiku sudah mulai turun.
“Oke..Begini saja Mas, kebetulan saya juga lagi ingin dan Mas sebenarnya sesuai dengan seleraku dan rasanya bisa memuaskanku. Akupun Sekali-sekali ingin juga menikmati kesenangan. Nanti malam saja kita ketemu setelah jam 10 malam, sini sudah tutup kok”.

Kutanya lagi soal berapa tarifnya untuk semalam boking.
“Kamu Jangan salah kira Mas, tidak semua wanita pemijat hanya ingin uang saja loh . Kan sudah kubilang kalau kita nanti bisa take and give. Just for fun aja”.

Busyet..Deh...., Entah benar entah tidak bahasa yang diucapkannya aku tidak peduli. Malam ini aku bisa dapat pemuas nafsuku yang lama  tertahan. Ku kabari lagi nanti setelah selesai kerja kutunggu di hotel tempatku menginap.

Aku segera  kembali ke hotel dan mandi. Sekilas ada keinginanku untuk berswalayan-ria. Tapi kutahan, takut nanti malam jadi kurang greng. Setelah mandi aku kembali jalan di sekitar hotel. Jalan mulai macet, karena jam pulang  kantor sudah lewat. Cuaca agak mendung dan tak lama turun gerimis. Kupercepat langkahku, tapi gerimis sudah mulai lebat. Untung ada sebuah warung tenda. Sekilas kubaca tersedia STMJ,  Cocok nih . 

Boleh juga minuman STMJ, hitung-hitung persiapan nanti malam. Kupesan satu gelas. Kuseruput perlahan. Rasa hangat menjalari tubuhku. Jahenya terlalu pedas, kulirik penjualnya.

“Di sini STMJ-nya asli Mas, Ini alami. Bukan buatan pabrik jamu, melainkan saya buat sendiri. Jahenya memang sengaja agak banyak biar badan jadi sehat dan tidak mudah masuk angin,” katanya seolah membaca pikiranku. Kutunggu minumanku agak dingin. Ternyata ramai juga warung ini. Mungkin juga akibat ramuan Bapak penjualnya yang membuatnya dengan bahan alami.

Kemudian aku kembali ke hotel meskipun dengan pakaian sedikit basah, namun kesegaran pijatan dan STMJ membuatku tidak takut masuk angin. Aku tidak bawa pakaian ganti karena niatnya tidak menginap, hanya melayani tamu  kantorr. Kulepas bajuku dan dengan tetap memakai celana panjang kubaringkan tubuhku ke ranjang yang empuk. Enak juga jadi orang kaya.

Kejadian juga menginap di tempat yang empuk dan berAC. Namun kupikir lagi, ternyata hidup ini enak kalau dijalani dengan senang hati. Orang kaya yang punya jabatan tentu tingkat stressnya lebih tinggi dan belum tentu mereka dapat menikmati semua yang ada padanya. Mungkin cocok juga aku jadi filsuf, pikirku begitu tersadar dari lamunanku.

Dan kulihat jam dinding menunjukkan pukul delapan kurang sepuluh menit. Masih ada waktu tiduran dua jam setelah seharian pikiranku agak capek. Badan sih tidak apa-apa, hanya pikiran yang perlu istirahat nih .
Setengah tertidur aku mendengar ketukan di pintu.
“Tok.. Tok.. Tok..
“Mas  Andra, ini  Vina,” terdengar suara dari luar.

Upssss, aku segera melompat dari ranjang dan membuka pintu. Setelah kubuka pintu aku tertegun sejenak.  Vina tetap memakai kaus yang tadi siang dipakainya dan dibungkus dengan sweater dan celananya sudah ganti dengan jeans. Dan sepatu dengan hak tinggi membuat dia tampak lebih tinggi dan langsing. serta kacamata bening nangkring di hidungnya yang sedang. Wajahnya dihiasi dengan make up tipis. Kalau dilihat sekilas seperti artis Yurike Prastica.

 Vina segera masuk dan melepaskan sweaternya. Aku menutup pintu, menguncinya dan duduk di atas ranjang, lalu ia duduk di sampingku. Saat itu aku masih termangu melihat sekitar, tapi penisku sudah bereaksi lebih cepat dan langsung saja tegak dengan kerasnya.  Vina melihat kebawah, ia sengaja melihat dan meraba, mengusap serta memainkan penisku.

Aku mulai bergairah tetapi hanya diam menunggu aksinya. Kurebahkan tubuhku ke tempat tidur, ia terus memainkan penisku. Dilepasnya kacamata dan diletakkan di meja samping ranjang. Ia berdiri dan melepaskan celana panjangnya. Pahanya yang mulus terpampang di depanku. Kudorong ia dan kupepetkan ke dinding sambil berciuman lembut. Ia mengerang kecil” Ngghngngh..”.

Tangannya membuka celana panjangku dan menariknya ke bawah. Tangannya meremas penisku dan mengeluarkannya dari celana dalamku. Ia bergerak sehingga aku yang dipepetnya di dinding. Dalam posisi setengah jongkok ia mulai mengulum penisku. Penisku semakin lama semakin tegang.

Ia mengkombinasikan permainannya dengan mengocok, menjilat, mengisap dan mengulum penisku. Kupegang erat kepalanya dan kugerakkan maju mundur sehingga mulutnya bergerak mengulum penisku. Tangannya meremas pantatku dan menarik celana dalamku yang mengganggu gerakannya. Kurasakan mulutnya menyedot dengan kuat sampai penisku terasa ngilu.

Kuangkat tubuhnya dan kulucuti celana dalamnya. Kaus tipisnya masih kubiarkan tetap di badannya. Sebuah keindahan tersendiri melihatnya dalam kondisi polos di bagian bawah dan kausnya masih melekat. Belahan payudaranya yang besar membayang di balik kaus tipisnya. Kini aku yang jongkok di depannya dan mulai menjilati dan memainkan clit-nya.

Vaginanya punya bibir luar yang agak melebar. Warnanya kemerahan. Ia terguncang-guncang ketika clitnya kujilat dan kujepit dengan kedua bibirku. Beberapa saat kami dalam posisi begitu. Tangan kirinya memegang kepalaku dan menekankan ke selangkangannya. Tangan kanannya meremas payudaranya sendiri.

Aku bangkit berdiri dan bermaksud melepas BH-nya. Kucari-cari di punggungnya tetapi tidak kutemukan pengaitnya.
“Di depan.. Buka dari depan,”  Vina berbisik.
Rupanya model BH-nya dengan kancing di depan. Kuremas kedua dadanya dengan lembut. Tanganku sudah menemukan kancing BH-nya. Tidak lama dadanya sudah terbuka. Putingnya yang coklat membayang di balik kausnya. Kugigit dari luar kausnya dan  Vina mengerang.

Penisku di bawah yang sudah berdiri mele Vina garis horizontal mulai mencari sasarannya. Tangannya mengocok penisku lagi dan menggesekkannya pada vaginanya. Kucoba memasukkannya sekarang, namun meleset terus. Kuangkat sebelah kakinya dan kucoba lagi. Tidak tembus juga. Mulutku masih bermain dengan puting di dalam kausnya.

 Vinajuga  kelihatannya tidak sabar lagi dan dengan sekali gerakan kausnya sudah terlempar di sudut kamar. lalu tanganku mengusap gundukan payudaranya dan meremas dengan keras namun hati-hati. Ia menggelinjang. Mulutku segera menyusuri bahunya dan melepas tali BH-nya sehingga kini kami dalam keadaan telanjang bulat alias Bugil.

Ini karena sudah gagal berkali-kali mencoba untuk memasukkan penis dalam posisi berdiri, kudorong dia ke arah ranjang dan akhirnya kudorong dia rebah ke ranjang. Saat itu aku juga mulai kepanasan karena gairah yang timbul. Segera aku menerkam dan memeluk  tubuh Vina. Dan perlahan-lahan ia mulai mengikuti permainanku. Segera kutindih tubuhnya dan kuremas pantatnya yang masih padat.

“ Achhhh.........................Andra.. Kumohon please ayo.. Masukkkkk.. Kan!”
Lalu tangannya meraih kejantananku dan mengarahkan ke guanya yang sudah basah. Aku menurut saja dan tanpa kesulitan segera saja kutancapkan penisku dalam-dalam ke dalam liang vaginanya.

Tubuh kami saling bergerak untuk mengimbangi permainan satu dengan lainnya. Aku yang lebih banyak memegang peranan. Dan ia lebih banyak pasrah dan hanya mengimbangi saja. Gerakan demi gerakan, teriakan demi teriakan dan akhirnya kamipunterkulai  lemas dalam puncak kepuasan yang tidak terkira.

Sesaat  kamipun beristirahat, Dan kami saling melihat keindahan tubuh satu sama lain gairahku mulai bangkit lagi. Akupun memeluknya kembali dan mulai menjilati vaginanya. lalu  kemudian memasukkan penisku yang sudah kembali menegang.

Aku segera menusuk vaginanya, Ploook....plokkk...plokkk..... .. Berulang kali. Ia pun mendesah sambil menarik rambutku. Kamipun saling bergoyang, hingga tempat tidur pun terasa mau runtuh dan berderit-derit. Setelah hampir satu jam dari permainan kami yang kedua kali,  Vina mengejang dan vaginanya terasa lebih lembab dan hangat. Sejenak kuhentikan genjotanku ke memeknya .

Sekarang aku kembali menggenjot vagina  Vina lagi. Kami berdua bergulingan sambil saling berpelukan dalam keadaan merapat. Kuputar badannya sehingga dia dalam posisi pegang kendali di atas. Kini dia yang lebih banyak memainkan peranan. Akhirnya aku hampir mencapai puncak dari kenikmatan ini. Kutarik buah zakarku sehingga penisku seolah-olah memanjang.

“ Vinaaaa, kayaknya aku nggak tahan lagi, aku mau keluar nih”.
Dan akhirnya tak lama kemudian kami mencapai titik puncak. Aku keluar duluan dan tak lama  Vinapun mendapatkan puncaknya dengan menikmati kedutan pada penisku. Setelah itu kami terbaring lemas, dengan  Vina memelukku dengan payudaranya menekan perutku.

“ Vin...... terimakasih untuk saat-saat ini”
“Hmmm nggak usahlah..  Vina juga  yang terimakasih karena,  Vina nggak menyangka kamu sungguh hebat.  Vina nggak nyangka kamu punya tenaga yang besar.  Vina tadi hanya berharap menikmati permainan dengan cepat karena tadi siang pijatanku sudah kuarahkan agar kita bermain dengan cepat”.

Kamipun tertidur berpelukan dan setelah pagi harinya kami bercinta untuk ketiga kalinya, dan ML itu kuakhiri dengan tusukan yang manis, kami juga saling membersihkan badan dan pulang. Kuantar ia sampai di depan gang rumahnya.

Dan beberapa hari kemudian kucari dia di tempat kerjanya, tidak kudapati lagi dirinya. Kata Mbak yang jaga di depan dia pulang kampung dan tidak akan kembali lagi. Ditawarkan temannya yang lain untuk memijatku, tapi  aku tidak berminat dan langsung balik kanan, back to Jakarta again.

End by asyik-coi.blogspot.com - Cerita Dewasa sex hot bergambar,Cerita Dewasa Terbaru Bergambar 2016,Cerita Sex bergambar terpanas,cerita selingkuh hot bergambar,Cerita Sex Mei 2016,cerita seks Mei 2016,cerita seks terbaru Mei2016,cerita sex terbaru terpanas,cerita sex 2016 bergambar,cerita dewasa selingkuh bergambar,cerita dewasa terbaru bergambar,cerita sex selingkuh bergambar,cerita seks terbaru terpanas,cerita seks selingkuh bergambar,cerita terpanas bergambar,cerita dewasa bergambar terbaru 2016,cerita sex bergambar april 2016,cerita dewasa bergambar terbaru,cerita sex bergambar terbaru april 2016,cerita dewasa hot bergambar,cerita horny bergambar,cerita dewasa yang bikin horny,cerita sex april 2016,cerita dewasa terbaru Mei 2016,cerita abg hot bergambar,cerita dewasa terbuai. 

Cerita Seks Pribadi Nikmatnya Empotan Memek Anak SMK


Cerita Dewasa, Cerita Horny, Cersex2016, Cersex Bergambar 2016, Cerita Sedarah - Sexcrit 2016 - Kisah Panas sebelumnya  "  Cerita Seks Sedarah Asyiknya Ngesex Gratis Dengan Mbak Ratna Karena Belajar Hipnotis ", Dan kali ini ada " Cerita Seks Pribadi Nikmatnya Empotan Memek Anak SMK",Yang sangat membangkitkan nafsu gelora birahi sex, Selamat menikmati.





Cerita Sex - Kisah ini Bermula saat ada

Cerita Seks Selingkuh Melayani Nafsu Birahi Ibu Mirna Bosku


Cerita Sex Dewasa Ngentot Istri Orang Yang Montok - Cerita Sex 2016 Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru,Cerita Sex Hot, Cerita Ngentot , Cerita Seks,  Cersex Selingkuh mahasiswa Horny, Cerdas Bertukar Pasangan Sedarah, Cerits Esex ABG, Cersexgam Anak SMK Bugil,Cerita Mesum

Cerita Sex - Cerita panas sebelumnya merupakan kisah cerita dewasa terbaru bergambar Cerita Seks Pribadi Nafsu Birahi Dan

Cerita Seks Selingkuh Melayani Nafsu Birahi Ibu Mirna Bosku

Cerita Sex Dewasa Ngentot Istri Orang Yang Montok - Cerita Sex 2016 Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru,Cerita Sex Hot, Cerita Ngentot , Cerita Seks,  Cersex Selingkuh mahasiswa Horny, Cerdas Bertukar Pasangan Sedarah, Cerits Esex ABG, Cersexgam Anak SMK Bugil,Cerita Mesum

Cerita Sex - Cerita panas sebelumnya merupakan kisah cerita dewasa terbaru bergambar Cerita Seks Pribadi Nafsu Birahi Dan Orgasmeku Memuncak Saat Bercinta Dengan Dukun Cabul, Nah untuk kali ini ada Cerita Seks Selingkuh Melayani Nafsu Birahi Ibu Mirna Bosku, Selamat membaca.

Kali ini akan kuceritakan dalam cerita dewasa adalah pengalaman ngesex dengan Ibu Mirna bos. Tidak ingin sebenernya jalinan pernikahanku di nodai dengan kata perselingkuhan, kata-kata ini terlihat sangat tidak baik untuk keluarga kami.Apa boleh buat nafsu diriku terlalu tinggi hingga imanku terbobol untuk melakukan perbuatan yang sungguh-sungguh hina dan tidak patut ditiru oleh siapa saja.Dengan seiring berjalan waktu aku semakin tidak terkontrol ya apa lagi kalau bukan ngsex.

Melayani Nafsu Birahi Ibu Mirna Yang Binal

Cerita Seks Selingkuh Melayani Nafsu Birahi Ibu Mirna Bosku
Cerita Seks Selingkuh Melayani Nafsu Birahi Ibu Mirna Bosku


Salah salah kayaknya aku jadi hypersex, kebiasaan burukku yang tidak mampu  dihilangkan sampai sekarang yaitu menonton film bokep atau BF, bahkan hampir seluruh gaya dan posisi sex kayaknya sudah aku praktekan sesuai adegan film bokep. Kali aja hal ini yang menjadi pemicu awal dari ketergantungan ku melakukan sex bebas maupun dengan istri sendiri.Parahnya lagi hati kecilku ingin melampiaskan penis panjang ku ini ke berbagai jenis wanita,baik tua muda.

Padahal saat ini aku sudah menikah dengan wanita pilihanku,tapi karena jadwal kerjanya yang terlalu over jadi pertemuan dengan istriku sangatlah terbatas,pulang kerja paling istriku sudah capek.hubungan badan kadang dilalaikannya.inilah yang menjadi problem di keluargaku.Bulan ini mertuaku dikabarkan akan berkunjung kerumahku.

Untuk itu istriku hari ini mempersiapkan baik kamar tempat tidur dan berbagai keperluan nya selama tinggal disini.Ini adalah kesempatan empuk bagiku,tanpa sepengetahuan istriku aku juga menikmati tubuh bahenol mertuaku,menantu gila memang aku ini,setelah anaknya ibunya juga ikut dimakan.Semua memang bagaikan surprise kejadian ini sungguh diluar batas naluriku.

Mertuaku juga masih mempunyai gairah sex yang luar biasa bahkan istriku sendiri kayaknya kalah dengan kemampuannya,sudah Dan beberapa kali akhrinya aku berhasil melampiaskan sex ku kepada ibu mertuaku.Dan kali ini kayaknya,Selama 1 minggu Ibu Mertuaku berada di Jakarta, hampir setiap hari setiap ada kesempatan aku dan Ibu Mertuaku selalu mengulangi persetubuhan kami.

Apalagi setelah Inge istriku ditugaskan ke Lampung selama 3 hari untuk mengerjakan proyek yang sedang di kerjakan kantor istriku, Aku dan Ibu mertuaku tidak menyia-nyiakan kesempatan yang kami peroleh, kami berdua semakin lupa diri. Aku dan Ibu mertuaku tidur seranjang, layaknya suami istri, ketika hasrat birahi kami datang aku dan Ibu Mertuaku langsung menuntaskan hasrat kami berdua. Kusirami terus menerus rahim Ibu Mertuaku dengan spermaku, akibatnya fatal.

Setelah istriku kembali dari Lampung Bapak mertuaku minta agar Ibu mertuaku segera pulang ke Gondorejo, dengan berat hati akhirnya Ibu mertuakupun kembali ke desa Gondorejo. Setelah Ibu mertuaku kembali kedesa Gondorejo hari hariku jadi sepi Aku begitu ketagihan dengan permainan sex Ibu Mertuaku aku rindu jeritan jeritan joroknya, saat orgasme sedang melandanya.

Pertengahan Februari lalu Ibu mertuaku menelponku ke kantor, aku begitu gembira sekali Kami berdua sudah sama sama saling merindukan, untuk mengulangi persetubuhan kami, tapi yang paling membuatku kaget adalah saat Ibu mertuaku memberikan kabar, kalau beliau terlambat datang bulan dan setelah diperiksa ke dokter, Ibu mertuaku positip hamil.

Aku kaget sekali, aku pikir, Ibu Mertuaku sudah tidak bisa hamil lagi.Aku minta kepada Ibu mertuaku, agar benih yang ada dalam kandungannya dijadikan saja,  Dan Itupun karena Ibu mertuaku menolaknya, Ibu mertuaku bilang itu sama saja dengan bunuh diri, karena suaminya sudah lama tidak pernah lagi menggaulinya, tetapi masih bisa hamil.

Baru aku tersadar, yah kalau Bapak mertuaku tahu istrinya hamil, pasti Bapak mertuaku marah besar apalagi jika Bapak mertuaku tahu kalau yang menghamili istrinya adalah menantunya sendiri.Juga atas saran Dokter, menurut dokter di Dan usianya sekitarnya yang sekarang ini, sangat riskan sekali bagi Ibu mertuaku untuk hamil atau memiliki anak lagi, jadi Ibu mertuaku memutuskan untuk mengambil tindakan.

Bu, Dan apakah perlu aku datang ke desa Gondorejo?
Ibu mertuaku melarang, Tidak usah sayang nanti malah bikin Bapak curiga, lagi pula ini hanya operasi kecil.Setelah aku yakin bahwa Ibu mertuaku tidak perlu ditemani, otak jorokku langsung terbayang tubuh telanjang Ibu mertuaku.

Bu aku kangen sekali sama Ibu, aku kepengen banget nih Bu
Iya Mas, Ibu juga kangen sama Mas  Pendra. Tunggu ya sayang, setelah masalah ini selesai, akhir bulan Ibu datang. Mas  Pendra boleh entotin Ibu sepuasnya.

Dan sebelum kuakhiri percakapan, aku bilang sama Ibu mertuaku agar jangan sampai hamil lagi, Ibu mertuaku hanya tersenyum dan berkata kalau dia kecolongan.

Gila.. , hubungan gelap antara aku dengan Ibu mertuaku menghasilkan benih yang mendekam di rahim Ibu mertuaku, aku sangat bingung sekali.Saat aku sedang asyik asyiknya melamun memikirkan apa yang terjadi antara aku dan Ibu mertuaku, aku dikagetkan oleh suara dering telepon dimejaku.
Hallo, selamat pagi.
 Pendra kamu tolong ke ruang Ibu sebentar.

Ternyata Bos besar yang memanggil, akupun beranjak dari tempat dudukku dan bergegas menuju rangan Ibu Mirna. Ibu Mirna, wanita setengah baya, yang sudah menjanda karena ditinggal mati suaminya akibat kecelakaan, saat latihan terjun payung di Sawangan.

Aku taksir, Dan usianya sekitar Ibu Mirna kurang lebih 45 tahun, Ibu Mirna seorang wanita yang begitu penuh wibawa, walaupun sudah berDan usianya sekitar 45 tahun  Dan Itupun karena Ibu Mirna tetap terlihat cantik, hanya sayang Tubuh Ibu Mirna agak gemuk.Selamat pagi Bu, ada apa Ibu memanggil saya.

Oh nggak.. , Ibu cuma mau Tanya mengenai pekerjaan kemarin, yang diberikan sama Bp. Anwar sudah selesai kamu kerjakan atau belum?.

Oh.. ya Bu.. sudah, sekarang saya sedang memeriksanya kembali sebelum saya serahkan, biar tidak ada kesalahan. Jawabku.

Oh.. ya.. sudah kalau begitu, Kamu kelihatan pucat kenapa? Kamu sakit?.
Tanya Ibu Mirna.Oh nggak Bu Saya tidak apa-apa.

Kalau kamu kurang sehat, ijin saja istirahat dirumah, jangan dipaksakan nanti malah tambah parah penyakit mu.

Ah.. nggak apa-apa Bu saya sehat kok. Jawabku.

Saat aku hendak meninggalkan ruangan Ibu Mirna, aku sangat terkejut sekali, saat Ibu Mirna berkata, Makanya kalau selingkuh hati hati dong Pen Jangan terlalu berani. Sekarang akibatnya ya beginilah Ibu mertuamu hamil.Aku sangat terkejut sekali, bagai disambar petir rasanya mukaku panas sekali, aku sungguh-sungguh mendapatkan malu yang luar biasa.Dari mana Ibu tahu? tanyaku dengan suara yang terbata bata.

Maaf Pen Bukannya Ibu ingin tahu urusan orang lain, Tadi waktu Ibu menelfon kamu kamu kok online terus Ibu jadi penasaran, Ibu masuk saja ke line kamu.

Sebenarnya, setelah Ibu tahu kamu sedang bicara apa, saat itu Ibu hendak menutup telepon rasanya kok lancang dengerin pembicaraan orang lain, tapi Ibu jadi tertarik begitu Ibu tahu bahwa kamu selingkuh dengan Ibu mertuamu sendiri.

Aku marah sekali, tapi apa daya Ibu Mirna adalah atasanku, selain itu Ibu Mirna adalah saudara sepupu dari pemilik perusahaan tempat aku bekerja, bisa bisa malah aku dipecat.

Aku hanya diam dan menundukan kepalaku, aku pasrah.Ya sudah, tenang saja rahasia kamu aman ditangan Ibu

Terima kasih Bu, jawabku lirih sambil menundukkan mukaku
Nanti sore setelah jam kerja kamu temenin Ibu ke rumah, ada yang hendak Ibu bicarakan dengan kamu, OK.Tentang apa Bu? tanyaku.Ibu mau mendengar semua cerita tentang hubunganmu dengan Ibu mertuamu dan jangan menolak pintanya tegas.

Akupun keluar dari ruangan Ibu Mirna dengan perasaan tidak karuan, aku marah atas perbuatan Ibu Mirna yang dengan lancang mendengarkan pembicaraanku dengan Ibu mertuaku dan rasa malu karena hubungan gelapku dengan Ibu mertuaku diketahui oleh orang lain.Kenapa Pen? Kok mukamu kusut gitu habis dimarahin sama si gendut ya, Tanya Wilman sohibku.
Ah, nggak ada apa apa Wil Aku lagi capek aja.
Oh aku pikir si gendut itu marahin kamu.
Kamu itu Wil, gendat gendut, ntar kalau Ibu Mirna denger mati kamu.

Hari itu aku sudah tidak konsentrasi dalam pekerjaanku Aku hanya melamun dan memikirkan Ibu mertuaku, kasihan sekali beliau harus dikuret sendirian, terbayang dengan jelas sekali wajah Ibu mertuaku kekasihku, rasanya aku ingin terbang ke desa Gondorejo dan menemani Ibu mertuaku, tapi apa daya Ibu mertuaku melarangku.
Apalagi nanti sore aku harus pergi dengan Ibu Mirna, dan aku harus menceritakan kepadanya semua yang aku alami dengan Ibu mertuaku, uh.. rasanya mau meledak dada ini

Aku berharap agar jam tidak usah bergerak,  Dan Itupun karena detik demi detik terus berlalu dengan cepat, tanpa terasa sudah jam setengah lima. Ya aku hanya bisa pasrah, mau tidak mau aku harus mencerikan semua yang terjadi antara aku dengan Ibu mertuaku agar rahasiaku tetap aman.Kring.. ,  Segera kuangkat telepon di meja kerjaku.
Gimana? Sudah siap, Tanya Ibu Mirna. Ya Bu saya siap,

Ya sudah kamu jalan duluan tunggu Ibu di ATM  BRI .Ternyata Ibu Mirna tidak ingin kepergiannya denganku diketahui karyawan lain. Dengan menumpang mobil kawanku Wilman, aku diantar sampai atm  BRI, dengan alasan aku mau mengambil uang, dan akan pergi ketempat familiku, akhirnya wilman pun tidak jadi menunggu dan mengantarkanku pulang seperti biasanya.

Kurang lebih lima belas menit aku menunggu Ibu Mirna, tapi yang ditunggu-tunggu belum datang juga, saat kesabaranku hampir habis kulihat mobil Mercedes hitam milik Ibu Mirna masuk ke halaman dan parkir. Ibu Mirna pun turun dari mobil dan berjalan kearah ATM.Hi..  Pendra ngapain kamu disini?, sapa Ibu Mirna.

Aku jadi bingung,  Dan Itupun karena Ibu Mirna mengedipkan matanya, akupun mengerti maksud Ibu Mirna, agar kami bersandiwara karena ada Dan beberapa orang yang sedang antri mengambil uang.Oh nggak Bu, saya lagi nunggu temen tapi kok belum datang juga, sahutku.
Ibu Mirnapun bergabung antri di depan ATM.
Gimana, temenmu belum datang juga? Saat Ibu Mirna keluar dari ruang ATM.
Belum Bu.Ya sudah pulang bareng Ibu aja  ya dan  Lagian kita kan searah.

Aku pun segera berjalan kearah mobil Ibu Mirna, aku duduk di depan disamping supir pribadi Ibu Mirna sementara Ibu Mirna sendiri duduk dibangku belakang.
Ayo, Pak Bandi kita pulang Iya Nya.. , sahut Pak Bandi Untung aku ketemu kamu disini  Pendra Padahal tadi aku sudah cari kamu dikantor kata teman temanmu kamu udah pulang.Uh.. batinku Ibu Mirna mulai bersandiwara lagi.
Memangnya ada apa Ibu mencari saya?.

Mengenai proposal yang kamu bikin tadi siang baru sempat Ibu periksa sore tadi, ternyata ada Dan beberapa kekurangan yang harus ditambahkan. Yah dari pada nunggu besok mendingan kamu selesaikan sebentar di rumah Ibu OK.Aku hanya diam saja, pikiranku benar-benar kacau saat itu, sampai sampai aku tidak tahu kalau aku sudah sampai dirumah Ibu Mirna.
Ayo masuk, ajak Ibu mia.Aku sungguh terkagum kagum melihat rumah bossku yang sanggat besar dan megah.

Aku dan Ibu Mirna pun masuk kerumahnya semakin kedalam aku semakin bertambah kagum melihat isi rumah Ibu Mirna yang begitu antik dan mewah.Selamat sore Nya, Sore Yem, Oh ya.. yem ini ada anak buah ku dikantor, mau mengerjakan tugas yang harus diselesaikan hari ini juga tolong kamu antar dia ke kamar Bayu, biar Bapak  Pendra bekerja disana.
Baik Nya.

Akupun diajak menuju kamar Bayu oleh Inem pembantu di rumah Ibu Mirna.
Silakan Den, ini kamarnya.
Akupun memasuki kamar yang ditunjuk oleh Inem. Sebuah kamar yang besar dan mewah sekali. Langsung aku duduk di sofa yang ada di dalam kamar.Kring.. , kring.. ,  Segera kuangkat telepon yang menempel di dinding.

Hallo,  Pendra, itu kamar anakku, sekarang ini anakku sedang kuliah di US, kamu mandi dan pakai saja pakaian anakku, biar baju kerjamu tidak kusut.
Oh.. iya Bu terimakasih.

Langsung aku menuju kamar mandi, membersihkan seluruh tubuhku denga air hangat, setelah selesai akupun membuka lemari pakian yang sangat besar sekali dan memilih baju dan celana pendek yang pas denganku.Sudah hampir jam tujuh malam tapi Ibu Mirna belum muncul juga, yang ada malah Inem yang datang mengantarkan makan malam untukku. Saat aku sedang asyik menikmati makan malamku, pintu kamar terbuka dan kulihat ternyata Ibu Mirna yang masuk, aku benar benar terpana melihat pakaian yang dikenakan oleh Ibu Mirna tipis sekali.

Setelah mengunci pintu kamar Ibu Mirna datang menghampiri dan ikut duduk di sofa. Sambil terus melahap makananku aku memandangi tubuh Ibu Mirna, walaupun gendut tapi Ibu Mirna tetap cantik. Setelah Dan beberapa saat aku menghabiskan makananku Ibu Mirna berkata kepadaku, Sekarang, kamu harus menceritakan semua peristiwa yang kamu alami dengan Ibu Mertuamu, Ibu mau dengar semuanya, dan lepas semua pakaian yang kamu kenakan.

Tapi Bu, protesku. Pendra, kamu mau istrimu tahu, bahwa suaminya ada affair dengan ibunya bahkan sekarang ini Ibu kandung istrimu sedang mengandung anakmu.
Aku benar benar sudah tidak punya pilihan lagi, kulepas kaos yang kukenakan, kulepas juga celana pendek berikut cd ku, aku telanjang bulat sudah.

Karena malu kututup  Penisku dengan kedua tanganku.Sial!, makiku dalam hati, aku benar benar dilecehkan oleh Ibu Mirna saat itu.
Lepas tanganmu Ibu mau lihat seberapa besar  Penismu, bentak Ibu Mirna.
Mm.. , lumayan juga  Penismu.Malu sekali aku mendengar komentar Ibu Mirna tentang ukuran  Penisku, yang ukurannya hanya standar Indonesia.

Nah, sekarang ceritakan semuanya.Dengan perasaan malu, akupun menceritakan semua kejadian yang aku alami bersama Ibu Mertuaku, mau tidak mau burungkupun bangun dan tegak berdiri, karena aku menceritakan secara detail apa yang aku alami.

Kulihat Ibu Mirna mendengarkan dan menikmati ceritaku, sesekali Ibu Mirna menarik napas panjang.
Tiba tiba Ibu Mirna bangkit berdiri dan melepaskan seluruh pakaian yang dia kenakan, aku terdiam dan terpana menyaksikan tubuh gendut orang paling berpengaruh dikantorku, sekarang sudah telanjang bulat dihadapanku.

Walaupun banyak lemak disana sini  Dan Itupun karena pancaran kemulusan tubuh Ibu Mirna membuat jakunku turun naik.Kenapa diam, ayo lanjutkan ceritamu, bentaknya lagi.
Baik Bu, akupun melanjutkan ceritaku kembali,  Dan Itupun karena aku sudah tidak konsentrasi lagi dengan ceritaku, apalagi saat Ibu Mirna menghampiri dan membuka kakiku kemudian mengelus elus dan mengocok ngocok  Penisku, aku sudah tidak fokus lagi pada ceritaku.

Ahh.. , jeritku tertahan saat mulut Ibu Mirna mulai mengulum  Penisku.
Ahh.. Bu.. , nikmat sekali. Segera kuangkat kepala Ibu Mirna,  Dan kamipun lantas berciuman dengan liarnya, kupeluk tubuh gendut bossku.

Bu.. kita pindah keranjang saja, pintaku, Sambil terus berpelukan dan berciuman kami berdua berjalan menuju ranjang. Kurebahkan tubuh Ibu Mirna, ku lumat kembali bibirnya, kami berdua bergulingan diatas pembaringan, saling merangsang birahi kami.Ahh.. , Jerit Ibu Mirna saat mulutku mulai mencium dan menjilati teteknya.

Uhh  Pendra.. enak.. sayang.Ketelusuri tubuh Ibu Mirna dan jilatan lidahkupun menuju memek Ibu Mirna yang licin tanpa sehelai rambutpun.

Kuhisap memek Ibu Mirna dan kujilati seluruh lendir yang keluar dari memeknya. Banjir sekali Mungkin karena Ibu Mirna sudah sangat terangsang mendengar ceritaku.Ahh, jerit Ibu Mirna saat dua jariku masuk ke lubang memeknya, dan tanganku yang satu lagi meremas-remas teteknya.

Aku berharap agar orang yang telah melecehkanku ini cepat mencapai orgasmenya, aku makin beringas lidahku terus menjilati memek Ibu Mirna yang sedang dikocok kocok dua jari tanganku. Usahaku berhasil, Ibu Mirna memohon agar aku segera memasukan  Penisku le lubang memeknya, tapi aku tidak mengindahkan keinginannya, kupercepat kocokan jari tanganku dilubang memek Ibu Mirna, tubuh Ibu Mirnapun makin menegang.

Aaarrgghh..  Pendra, jerit Ibu Mirna tubuhnya melenting, kakinya menjepit kepalaku saat badai orgasme melanda dirinya,Aku puas sekali melihat kondisi Ibu Mirna, seperti orang yang kehabisan napas, matanya terpejam, kubiarkan Ibu Mirna menikmati sisa sisa orgasmenya. Kucumbu kembali Ibu Mirna kujilati teteknya, kumasukan lagi dua jariku kedalam memek nya yang sudah sangat basah.Ampun..  Pendra.. biarkan Ibu istirahat dulu, pintanya.

Aku tidak memperdulikan permintaannya, kubalik tubuh telentangnya, tubuh Ibu Mirna tengkurap kini.Jangan.. dulu Pen.. too.. Ibu lemas sekali.
Aku angkat tubuh tengkurapnya, Ibu Mirna pasrah dalam posisi nungging. Matanya masih terpejam. Kugesek gesekan  Penisku kelubang memek Ibu Mirna. Kutekan dengan keras dan.. Blesss masuk semua batang  Penisku tertelan lubang nikmat memek Ibu Mirna.

Iiihh.. Pen.. . kamu.. jahat.Akupun mulai mengeluar masukan  Penisku ke lubang memek Ibu Mirna, orang yang paling di takuti dikantorku sekarang ini sedang bertekuk lutut di hadapanku, merintih rintih mendesah desah, bahkan memohon mohon padaku. Aku puas sekali, kupompa dengan cepat keluar masuknya kontoku di lubang memek Ibu Mirna, bunyi plak.. plak.. akibat beradunya pantat Ibu Mirna dengan tubuhku menambah nikmat persetubuhkanku.Uhh.. , jeritku saat  Penisku mulai berdenyut denyut.

Akupun sudah tidak sanggup lagi menahan bobolnya benteng pertahananku. Kupompa dengan cepat  Penisku, Ibu Mirnapun makin belingsatan kepalanya bergerak kekiri dan kekanan.Ahh Ibu.. aku mau.. keluar.. . Dan cret.. cret, muncrat sudah spermaku masuk kedalam Memek dan rahim Ibu Mirna, Dan beberapa detik kemudian Ibu Mirna pun menyusul mendapatkan orgasmenya, dengan satu teriakan yang keras sekali,

Ibu Mirna tidak peduli apakah Inem pembantunya mendengar jeritannya diluar sana.
Ibu Mirna rebah tengkurap, akupan rebah di belakangnya sambil terus memeluk tubuh gendut Ibu Mirna. Nikmat sekali.. , Orgasme yang baru saja kami raih bersamaan, kulihat Ibu Mirna sudah lelap tertidur, dari celah belahan memek Ibu Mirna, air maniku masih mengalir, aku benar benar puas karena orang yang telah melecehkanku sudah kubuat KO. Kuciumi kembali tubuh Ibu Mirna,  Peniskupun tegak kembali, ku balik tubuh Ibu Mirna agar telentang,  Segera kuangkat dan kukangkangi kakinya.

Kugesek-gesekan  Penisku di lubang memek Ibu Mirna.Uhh  Pendra.. Ibu lelah sekali sayang, Lirih sekali suara Ibu Mirna.Aku sudah tidak peduli, langsung kutancapkan  Penisku ke lubang nikmat Ibu Mirna, Bless.. Licin sekali, kupompa keluar masuk  Penisku, tubuh Ibu Mirna terguncang guncang akibat kerasnya sodokan keluar masuk  Penisku, rasanya saat itu aku seperti bersetubuh dengan mayat, tanpa perlawanan Ibu Mirna hanya memejamkan matanya.

Kukocok dengan cepat dan keras keluar masuknya  Penisku di lubang memek Ibu Mirna.. , dan langsung ku cabut  Penisku dan kumuncratkan air maniku diatas perut Ibu Mirna.Karena lelah akupun tertidur sisamping tubuh telanjang Ibu Mirna, sambil kupeluk tubuhnya, saat aku terbangun kulihat jarum jam sudah menunjukan pukul setengah sebelas malam, buru buru aku bergegas membersihkan tubuhku dan mengenakan pakaian kerjaku.

Bu..Buuu.. Bu Mirna bangun Bu.. .
Akhirnya dengan malas Ibu Mirna membuka matanya.
Sudah malam Bu saya mau pulang.
 Pendra kamu liar sekali, rasanya tubuh Ibu seperti tidak bertulang lagi.
Ibu Mirnapun bangkit mengenakan pakaiannya, kami berdua berjalan keluar kamar.
Tunggu sebentar ya  Pendra, kemudian Ibu Mirna masuk kekamarnya, Dan beberapa saat kemudian Ibu Mirna keluar dari kamarnya dengan senyumnya yang menawan.

Ini untuk kamu.Apa ini Bu?, Tanyaku, saat Ibu Mirna menyodorkan sebuah amplop kepadaku.
Aku menolak pemberian Ibu Mirna,  Dan Itupun karena Ibu Mirna memaksaku untuk menerimanya. Terrpaksa kukantongi amplop yang diberikan Ibu Mirna lalu kembali kami berciuman dengan mesranya.Dalam perjalanan pulang aku masih tidak menyangka bahwa aku baru saja bersetubuh dengan Ibu Mirna. Entah nasib baik ataukah nasib buruk tapi aku benar benar menikmatinya.

End by asyik-coi.blogspot.com - Cerita Dewasa sex hot bergambar,Cerita Dewasa Terbaru Bergambar 2016,Cerita Sex bergambar terpanas,cerita selingkuh hot bergambar,Cerita Sex Mei 2016,cerita seks Mei 2016,cerita seks terbaru Mei2016,cerita sex terbaru terpanas,cerita sex 2016 bergambar,cerita dewasa selingkuh bergambar,cerita dewasa terbaru bergambar,cerita sex selingkuh bergambar,cerita seks terbaru terpanas,cerita seks selingkuh bergambar,cerita terpanas bergambar,cerita dewasa bergambar terbaru 2016,cerita sex bergambar april 2016,cerita dewasa bergambar terbaru,cerita sex bergambar terbaru april 2016,cerita dewasa hot bergambar,cerita horny bergambar,cerita dewasa yang bikin horny,cerita sex april 2016,cerita dewasa terbaru Mei 2016,cerita abg hot bergambar,cerita dewasa terbuai. 

Menikmati Kegadisan Mbak Nur

Cerita Sex - Menikmati Kegadisan Mbak Nur Malam itu aku berembuk tentang wanita itu, sebenarnya istriku agak keberatan jika wanita itumengajak anaknya untuk bekerja di rumah kami yang dikatakan istriku sebagai beban tambahan, tapi setelah kuyakinkan akhirnya istriku setuju juga kalau wanita itu beserta anak gadisnya bekerja sebagai pembantu di rumah kami, alasanku karena istriku sedang sibuknya mengurus bisnisMLM-nya dan karena pernikahan kami yang sudah 6 tahun belum mendapatkan keturunan, sehingga anak gadis itu bisa kami anggap sebagai anak kami sendiri.


Keesokan harinya sekitar jam 5:00 sore wanita itu dan anak gadisnya telah berada di rumahku untuk melakukan tugas sebagai pembantu, sebut saja wanita itu Nursyfa dan anak gadisnya Santi. Karena rajinnya kerja kedua pembantuku itu, maka Santi kuijinkan untuk meneruskan sekolah atas tanggunganku. Kulihat di wajahnya tersenyum kegirangan.

“Terima kasih Pak, Santi senang sekali bisa meneruskan sekolah, terima kasih Pak, Bu.”
“Ya, tapi kamu harus rajin belajar, dan kalau sudah pulang sekolah kamu harus bantu ibumu,” kata istriku sambil berpelukan dengan Santi, kulihat di wajah ibunya Nursyifa pun terlihat keceriaan.

Enam bulan berlalu sejak Nursyifa dan Santi bekerja di rumah kami, aku berbuat mesum dengan Nursyifa sewaktu istriku pergi keluar kota untuk urusan bisnis MLM-nya. Hari itu Hari Sabtu, malamnya istriku ke Jogja dengan kereta api, karena Sabtu kantor libur sementara Santi sedang sekolah, aku melihat Nursyifa yang sedang berdiri di dapur membelakangi aku yang sedang masuk dapur selesai mencuci mobil. Aku tertegun melihat tubuh Nur yang mengunakan baju terusan warna hijau muda agak tipis sehingga terbayanglah tali BH dan celana dalam yang keduanya berwarna hitam menutupi bagian vitalnya. Pantatnya yang padat dan seksi serta betisnya yang terbungkus kulit putih dan mulus bentuknya seperti bunting padi, membuat aku merasa tersedak seakan-akan ludahku tidak bisa tertelan karena membayangi tubuh Nur yang indah itu.

Tiba-tiba Nur berbalik dan kaget melihatku yang baru saja membayanginya.
“Eh.. Bapak, ngagetin saya aja.”
“Eh.. Nur boleh saya duduk, saya mau tau kenapa kamu cerai, kamu mau menceritakannya ke saya.”
“Eng.. gimana yach.. saya malu Pak, tapi bolehlah.”

Akhirnya aku duduk di meja makan sementara Nur menceritakan sejarah hidupnya sambil terus bekerja mempersiapkan makan siang untukku. Akhirnya aku baru tahu kalau Nur itu menikah di usia 15 tahun dan setahun kemudian dia melahirkan Santi dan dia bercerai 2 tahun yang lalu karena suaminya yang suka mabuk, judi, main perempuan dan suka memukulinya dan pernah hampir membunuhnya dimana di punggung Nur ada bekas tusukan pisau. Aku tertegun mendengar ceritanya sementara Nur seakan mau menangis membayangi jalan hidupnya kulihat itu di matanya sewaktu dia bercerita. Karena rasa kasihanku kurangkul tubuh Nur.

“Sudah, Nur.. jangan nangis.. sekarang kamu sudah bisa hidup tenangan di sini bersama anakmu, lupakan masa lalumu yah.. saya minta maaf kalau membuat kamu harus mengingat lagi.”
“Iya.. Pak.. saya dan Santi.. berterima kasih sekali.. Bapak dan Ibu baik.. pada kami.”
“Ya.. sudah.. sudah.. jangan nangis terus.. nanti Santi pulang.. kamu malu deh.. kalau lagi nangis.”
Nur menangis dalam rangkulanku, air matanya membasahi kausku tapi tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang lain karena kedua payudaranya menyentuh dadaku yang membuat gejolak nafsuku meningkat. Tanpa sengaja bibir mungilnya kucium lembut dengan bibirku yang membuat dirinya gelagapan.
“Aaahh.. Bapak!”
Tapi kemudian dia membalas kecupanku dengan lembut sekali diikuti lidahnya memainkan lidahku yang membuat aku makin berani.

“Pak.. sshh..”
“Kenapa.. Nur..?”
“Tidak.. Pak.. aahh.. tidak apa-apa.”
Kuangkat roknya dan aku meraba pantatnya yang padat lalu kutarik ke bawah celana dalam warna hitam miliknya sampai dengkul, pahanya kuraba dengan lembut sampai vaginanya tersentuh. Nur mulai bergelinjang, dia membalas dengan agresif leher dan pipiku diciuminya. Kumainkan jariku pada vaginanya, kutusuk vaginanya dengan jari tengah dan telunjukku hingga agak basah.
“Aahh.. Pak, enak sekali deh..”
“Nur.. kalau kita lanjutkan di kamar yuk!”
“Saya sih mau aja Pak, tapi kalau nanti Ibu tahu gimana?”
“Ah, ibu khan lagi ke Jogja, lagi pulangnya kan hari Selasa.”

Kugiring Nursyifa ke kamarku, sampai di kamar kututup pintu dan langsung kusuruh Nur untukmenanggalkan pakaiannya. Nur langsung menuruti keinginanku, seluruh pakaiannya ditanggalkan hingga dia bugil. Yang agak mengagetkanku karena keindahan tubuh Nur. Nur dengan tinggi sekitar 167 cm memiliki payudara yang kencang dan montok dibungkus kulit yang putih bersih, pinggulNur agak kurus tapi pantatnya yang agak besar dan padat dan vaginanya yang ditutupi bulu halus agak lebat membuat aku seakan tidak bisa menelan ludahku. Kalau aku beri nilai tubuh Nur nilainya 9.9, hampir sempurna.

“Bapak, baju Bapak juga dilepas dong, jangan bengong melihat tubuh Nur.”
“Nur, tubuhmu indah sekali, lebih indah dari tubuhnya Ibu.”
“Ah, masa sih Pak?”
“Iya Nur, tahu gitu kamu saja yang jadi Ibu deh.”
“Ah Bapak bisa aja nih, tapi kalau Nur jadi Ibu, Nur mau kok jadi ibu ke dua.”

Aku langsung menanggalkan pakaianku dan batang kemaluanku langsung menegang keras dan panjang.Kuhampiri Nur langsung kucium bibirnya, dipeluknya diriku, tangan mungil Nur meraba-raba batang kemaluanku lalu dikocoknya, liang vaginanya kusentuh dan kutusuk dengan jariku, kami bergelinjang bersamaan. Kami menjatuhkan diri kami bersamaan ke tempat tidur. “Nur, kamu mau nggak hisap ****** saya, saya jilatin vaginamu.” Nur hanya mengangguk lalu kami ambil posisiseperti angka 69. Batang kemaluanku sudah digenggam oleh tangannya lalu dijilat, dikulum dan disedot sambil sesekali dikocoknya. Liang vaginanya sudah kujilati dengan lembutnya, vaginanya mengeluarkan bau harum yang wangi, sementara rasanya agak manis terlebih ketika bijiklitorisnya terjilat.

Hampir 10 menit lamanya ketika keluar cairan putih kental membasahi liang vagina itu dan langsung kutelan habis. “Aaakkhh.. aakkhh..” rintih Nur kelojotan. Tapi lima menit kemudian giliranku yang kelojotan karena keluarlah cairan dari batang kemaluanku membasahi muka Nur tapi dengan sigap dia langsung menelannya hingga habis lalu “helm” dan batangku dibersihkan denganlidahnya. Setelah itu, aku merubah posisi, aku berbaring sedangkan Nur kusuruh naik dan jongkokdi selangkanganku. Lalu tangannya menggapai batang kemaluanku diarahkannya ke liang vaginanya. Tapi karena liang vagina Nur yang sudah lama tidak dimasukan sesuatu jadi agak sempit sehinggaaku bantu dengan beberapa kali sodokkan, baru vagina itu tertembus batang kemaluanku.

“Blleess.. jlebb.. jlebb..”

Kulihat Nur agak menahan nafas karena batangku yang besar dan panjang telah menembus vaginanya.
“Heekkh.. heekkhh.. punya Bapak gede banget sih Pak, tapi Nur suka deh rasanya sodokannya sampai perut Nur.”
Tubuh Nur dinaik-turunkan dan sesekali berputar, sewaktu berputar aku merasakan kenikmatan yang luar biasa.
“Nur, vaginamu enak sekali, batangku kayak diperas-peras oleh vaginamu, terus terang Bapak barukali ini merasakannya, Nur enak sekali.”

Setengah jam kemudian, aku merubah posisi dengan batang kemaluanku masih di dalam vagina Nur, aku duduk dan kuangkat tubuhnya lalu kubaringkan tubuhnya di sisi tempat tidur dengan kaki Nur menggantung, kutindih tubuhnya sehingga membuat sodokan batangku jadi lebih terasa ke dalam lagi masuk vaginanya. “Aakkhh.. aakkhh, iya Pak enakan gaya gini.” Payudaranya yang mancung dan puting yang agak kecoklatan sudah kucium, kuremas dan kusedot-sedot.

15 menit kemudian kami ganti posisi lagi, kali ini kami berposisi doggie style, liang vaginanya kusodok oleh batang kemaluanku dari belakang, Nur menungging aku berdiri. Kuhentak batanganku masuk lebih dalam lagi ke vagina Nur yang hampir 15 menit kemudian Nur menjerit.
“Akhh.. arghh.. sshh.. sshh.. Pak, Nur keluar nih.. akhh.. sshh..”
Keluarlah cairan dari vagina Nur yang membasahi dinding vaginanya dan batang kemaluanku yang masih terbenam di dalamnya sehingga vagina itu agak licin, tetapi tetap kusodok lebih keras lagi hingga 10 menit kemudian aku pun berasa ingin menembakkan cairan dari kemaluanku.

“Nur.. saya juga mau keluar nih, saya nggak tahan nich..”
” Pak.. tolong keluarin di dalam saja yach.. saya mau cobain kehangatan cairan Bapak, dan saya kan siap jadi ibu ke dua.”
“Crroott.. croott.. crroott..”
Keluarlah cairanku membasahi liang vagina Nur, karena banyaknya cairanku hingga luber dan menetes ke paha Nur. Lalu kulepaskan batangku dari vaginanya dan kami langsung terbaring lemas tak berdaya di tempat tidurku.

Lima menit kemudian yang sebenarnya kami ingin istirahat, aku mendengar suara dari luar kamartidurku kami tersentak kaget. Setelah berpakaian kusuruh Nur keluar kamarku yang rupanya Santi ada di ruang makan, ia mencari-cari ibunya setelah pulang dari sekolah.

Malam harinya setelah Santi tertidur, Nur kembali masuk kamarku untuk bermain lagi denganku.Keesokan harinya, setelah aku terbangun kira-kira jam 8:00, aku keluar kamar, aku mencariNur, tapi yang aku temukan hanya Santi yang sedang menonton TV. Rupanya aku baru ingat kalau setiap Minggu pagi Nur pergi berbelanja ke pasar. Setelah mandi kutemani Santi yang lagi duduk di karpet sambil nonton TV, sedangkan aku duduk di sofa.

“Santi.. gimana sekolah kamu..?”
“Baik.. Pak, bulan depan mau ulangan umum.”
“Mmm, ya sudah kamu belajar yang rajin yah, biar Ibu kamu bangga.”
“Pak, boleh Santi tanya?”
“Iya, kenapa Santi..?”
“Kemarin ketika Santi pulang sekolah, Santi kan cari ibu Santi, pas buka kamar Bapak, Santi melihat Bapak dan ibu Santi lagi telanjang terus Santi lihat kalau Ibu Santi ditusuk dari belakang oleh Bapak, ada sesuatu punya Bapak yang masuk ke badan ibu Santi, maaf yach Pak, Santi lancang. Mama Nur lagi diapain sih sama Bapak?”
“Hah, jadi kamu sempat melihat ibumu telanjang.”
“Iya Pak, tapi kok Mama Nur kayaknya keenakan ya. Santi jadi kepingin dech Pak kayak ibu Santi.”
“Kamu serius San, kamu mau?”
“Iya Pak.”

Kulihat Santi tersipu malu menjawab pertanyaan dariku, sementara rok Santi tersingkap sewaktududuknya bergeser sehingga pahanya yang putih mulus terlihat oleh mataku yang membuatku langsung terangsang. Kusuruh Santi duduk dipangkuanku. “San, sini kamu duduk di pangkuan Bapak.” Ketika dia berdiri menujuku, aku membuka resleting celanaku dan kuturunkan celana dalamku lalu aku keluarkan batang kemaluanku yang sudah menegang, sebelum Santi duduk di pangkuanku, celana dalamnya yang putih kuturunkan sehingga vagina mungil putih bersih milikgadis 13 tahun ini ada di hadapanku, menyerbakan aroma wangi dari vaginanya yang ditutupi bulu-bulu halus dan langsung kujilat dengan lembutnya. Santi memegang kepalaku dan tubuhnya menggeliat.

“Aahh.. sshh.. enak.. Pak.. enak.. sekali.”
Vagina Santi yang masih muda itu terus kujilati karena rasanya manis-manis asin. Santi punmakin menggelinjang, kira-kira 15 menit kemudian Santi mulai kejang-kejang dan basahlah vagina itu oleh cairan putih kental yang mengalir dari dalamnya, cairan itu kutelan habis.
“Arghh.. arghh.. Pak.. ada yang keluar nih dari tempat pipis Santi.. eugh.. eugh..”
Tubuh Santi langsung lemas tak berdaya, cepat-cepat kupangku. Batang kemaluanku yang mengeraskutempelkan pada vaginanya yang basah. Tubuhnya kuarahkan menghadapku, kemeja yang dikenakan Santi kulepas sehingga dia hanya mengenakan baju dalam yang tipis, payudara Santi yang baru tumbuh terbayang di balik baju dalamnya, segera kulepaskan sehingga di mukaku terpampangpayudara yang baru mekar ditutupi kulit yang putih bersih dengan dihiasi puting agak kemerahan, langsung kulahap dengan mulutku, kujilat, kugigit dan kuhisap membuat payudara itu makin mekar dan putingnya mengeras. Sementara Santi masih tertidur lemas, batang kemaluanku yang sudahmenempel di vagina Santi yang masih sempit kusodok-sodokkan agar masuk, karena vagina itu masih sempit. kumasukkan dua jariku untuk membuka vagina itu, kuputar kedua jariku sehingga vagina itu agak melebar dan basah.

Setelah itu kucoba lagi dengan batang kemaluanku, kusodok masuk batanganku ke vagina Santi yang memang masih sempit juga walau sudah dibantu dengan jariku. Akhirnya setelah 20 kali kutekan, masuklah helm batanganku ke vagina Santi. Santi mulai tersadar ketika batanganku menyodokvaginanya, dia pun menjerit kesakitan.
“Aawww.. aawww.. sshh.. sshh.. aawww.. sakit.. Pak.. tempat pipis Santi.. sakit awww.. aawww..”
“Sabar sayang nanti juga enak.. sayang.. tahan ya.. sakitnya.. sebentar lagi..”
Kupeluk tubuh Santi dan menenangkannya dari rasa sakit pada vaginanya yang robek oleh batangkemaluan milikku yang memang super besar.

Sodokkanku pada vagina Santi kupelankan untuk mencegah rasa sakitnya dan 10 menit kemudian Santi merasakan kenikmatan.
“Ahh.. ahh.. arghh.. arghh.. Pak.. sekarang tidak sakit lagi.. sekarang jadi enak.. aahh.. aahh..”
Hampir setengah jam kemudian tiba-tiba Santi mengeluarkan cairan dari dalam vaginanya berikuttetesan darah dan langsung tubuh Santi lemas lagi dan pingsan. Aku menyadari bahwa aku telah membobol keperawanan Santi.

“Arrgghh.. Pak.. Santi.. lemmaass..”
Aku agak kaget juga melihat keadaan Santi yang secara tidak sengaja kubobol keperawanannya tapi karena sudah tanggung terus kugenjot batanganku ke vagina Santi yang sudah berdarah dan 10 menit kemudian keluarlah cairan dari dalam kemaluanku dengan derasnya memasuki liang vagina Santi hingga meluber ke pahaku.
“Crroot.. crroott..”
“Ssshh.. sshh.. aahh.. nikmatnya.. vagina.. gadis ini..”
Langsung kucabut batang kemaluanku dari vagina Santi dan kubaringkan Santi yang pingsan di Sofa. Sisa cairan yang masih melekat di vagina Santi kulap dengan bajuku hingga bersih, sesudah itu kurapihkan baju Santi dan kubiarkan Santi yang masih pingsan tidur di Sofa, aku lalu membersihkan badanku sendiri.

Sepuluh menit kemudian Nursyifa, datang dari pasar sedangkan aku sudah memakai baju lagi. Sejaksaat itu aku bermain dengan istriku jika dia di rumah, dengan Nur jika istriku pergi dan Santi sekolah, dengan Santi jika istriku dan Nur pergi

Menikmati Perawan NINA

Sudah merupakan rutinitas jika dalam liburan panjang Aku menginap dirumah Om Bagas dan Tante Rita di Jakarta. Karena kebetulan juga, tempat kerjaku adalah di sebuah sekolah terkenal di Manado. Jadi, kalau pas liburan panjang, otomatis aku juga libur kerja. Tapi sudah sekitar 6 tahun Aku tak pernah lagi liburan ke Jakarta karena sibuk mengurusi kerjaan yang menumpuk. Baru pada tahun 2002 lalu Aku bisa merasakan nikmatnya liburan panjang. Rumah Om Bagas bisa digolongkan pada rumah mewah yang besar. Walaupun begitu, rumahnya sangat nyaman. Itulah sebabnya aku senang sekali bisa liburan ke sana.



Aku tiba di rumah Om Bagas pada pukul 22.00. karena kelelahan aku langsung tidur pulas. Besok paginya, aku langsung disambut oleh hangatnya nasi goreng untuk sarapan pagi. Dan yang bikin aku kaget, heran bercampur kagum, ada sosok gadis yang dulunya masih kelas 4 SD, tapi kini sudah tumbuh menjadi remaja yang cantik jelita. Namanya Nina. Kulitnya yang putih, matanya yang jernih, serta tubuhnya yang indah dan seksi, mengusik mataku yang nakal.

"Hallo Kak..! Sorry, tadi malam Nina kecapean jadi tidak menjemput kakak. Silahkan di makan nasi gorengnya, ini Nina buat khusus dan spesial buat Kakak." Katanya sembari menebarkan senyumnya yang indah. Aku langsung terpana.

"Ini benar Nina yang dulu, yang masih ingusan?" Kataku sambil ngeledek.
"Ia, Nina siapa lagi! Tapi udah enggak ingusan lagi, khan?" katanya sambil mencibir.

"Wah..! Udah lama enggak ketemu, enggak taunya udah gede. Tentu udah punya pacar, ya? sekarang kelas berapa?" tanyaku.

"Pacar? Masih belum dikasih pacaran sama Papa. Katanya masih kecil. Tapi sekarang Nina udah naik kelas dua SMA, lho! Khan udah gede?" jawabnya sambil bernada protes terhadap papanya.

"Emang Nina udah siap pacaran?" tanyaku.
Nina menjawab dengan enteng sambil melahap nasi goreng.

"Belum mau sih..! Eh ngomong-ngomong nasinya dimakan, dong. Sayang, kan! Udah dibuat tapi hanya dipelototin."
Aku langsung mengambil piring dan ber-sarapan pagi dengan gadis cantik itu. Selama sarapan, mataku tak pernah lepas memandangi gadis cantik yang duduk didepanku ini.

"Mama dan Papa kemana? koq enggak sarapan bareng?" tanyaku sambil celingak-celinguk ke kiri dan ke nanan.

Nina langsung menjawab, "Oh iya, hampir lupa. Tadi Mama nitip surat ini buat kakak. Katanya ada urusan mendadak".

Nina langsung menyerahkan selembar kertas yang ditulis dengan tangan. Aku langsung membaca surat itu. Isi surat itu mengatakan bahwa Om Bagas dan Tante Rita ada urusan Kantor di Surabaya selama seminggu. Jadi mereka menitipkan Nina kepadaku. Dengan kata lain Aku kebagian jaga rumah dan menjaga Nina selama seminggu.

"Emangnya kamu udah biasa ditinggal kayak gini, Nin?" tanyaku setelah membaca surat itu.

"Wah, Kak! seminggu itu cepat. Pernah Nina ditinggal sebulan" jawabnya.

"Oke deh! sekarang kakak yang jaga Nina selama seminggu. Apapun yang Nina Mau bilang saja sama kakak. Oke?" kataku.

"Oke, deh! sekarang tugas kakak pertama, antarkan Nina jalan-jalan ke Mall. Boleh, Kak?" Nina memohon kepadaku.

"Oh, boleh sekali. Sekarang aja kita berangkat!" setelah itu kami beres-beres dan langsung menuju Mall.

Siang itu Nina kelihatan cantik sekali dengan celana Jeans Ketat dan kaos oblong ketat berwarna merah muda. Semua serba ketat. Seakan memamerkan tubuhnya yang seksi.

Pulang Jalan-jalan pukul 19. 00 malam, Nina kecapean. Dia langsung pergi mandi dan bilang mau istirahat alias tidur. Aku yang biasa tidur larut pergi ke ruang TV dan menonton acara TV. Bosan menonton acara TV yang kurang menyenangkan, Aku teringat akan VCD Porno yang Aku bawa dari Manado. Sambil memastikan Nina kalau sudah tidur, Aku memutar Film Porno yang Aku bawa itu. Lumayan, bisa menghilangkan ketegangan akibat melihat bodinya Nina tadi siang.

Karena keasyikan nonton, Aku tak menyadari Nina udah sekitar 20 menit menyaksikan Aku Menonton Film itu.
Tiba-tiba, "Akh..! Nina memekik ketika di layar TV terlihat adegan seorang laki-laki memasukkan penisnya ke vagina seorang perempuan. Tentu saja Aku pucat mendengar suara Nina dari arah belakang. Langsung aja Aku matikan VCD itu.

"Nin, kamu udah lama disitu?" tanyaku gugup.

"Kak, tadi Nina mau pipis tapi Nina dengar ada suara desahan jadi Nina kemari" jawabnya polos.

"Kakak ndak usah takut, Nina enggak apa-apa koq. Kebetulan Nina pernah dengar cerita dari teman kalo Film Porno itu asyik. Dan ternyata benar juga. Cuma tadi Nina kaget ada tikus lewat". Jawab Nina. Aku langsung lega.

"Jadi Nina mau nonton juga?" pelan-pelan muncul juga otak terorisku.

"Wah, mau sekali Kak!" Langsung aja ku ajak Nina menonton film itu dari awal.

Selama menonton Nina terlihat meresapi setiap adegan itu. Perlahan namun pasti Aku dekati Nina dan duduk tepat disampingnya.

"Iseng-iseng kutanya padanya "Nina pernah melakukan adegan begituan?" Nina langsung menjawab tapi tetap matanya tertuju pada TV.

"Pacaran aja belum apalagi adegan begini."

"Mau ndak kakak ajarin yang kayak begituan. Aysik, lho! Nina akan rasakan kenikmatan surga. Lihat aja cewek yang di TV itu. Dia kelihatannya sangat menikmati adegan itu. Mau ndak?" Tanyaku spontan.

"Emang kakak pandai dalam hal begituan?" tanya Nina menantang.

"Ee..! nantang, nih?" Aku langsung memeluk Nina dari samping. Eh, Nina diam aja. Terasa sekali nafasnya mulau memburu tanda Dia mulai terangsang dengan Film itu.

Aku tak melepaskan dekapanku dan Sayup-sayup terdengar Nina mendesah sambil membisikkan, "Kak, ajari Nina dong!". Aku seperti disambar petir.

"Yang benar, nih?" tanyaku memastikan. Mendengar itu Nina langsung melumat bibirku dengan lembut. Aku membiarkan Dia memainkan bibirku. Kemudian Nina melepas lumatannya.

"Nina serius Kak. Nina udah terangsang banget, nih!" Mendengar itu, aku langsung tak menyia-nyiakan kesempatan. Aku langsung melumat bibir indah milik Nina. Nina menyambut dengan lumatan yang lembut.

Tiga menit kemudian entah siapa yag memulai, kami berdua telah melepaskan pakaian kami satu persatu sampai tak ada sehelai benangpun melilit tubuh kami. Ternyata Nina lebih cantik jika dilihat dalam kondisi telanjang bulat. Aku mengamati setiap lekuk tubuh Nina dengan mataku yang jelalatan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sempurna. Nina memiliki tubuh yang sempurna untuk gadis seumur dia. Susunya yang montok dan padat berisi, belum pernah tersentuh oleh tangan pria manapun.

"Koq Cuma dilihat?" Lamunanku buyar oleh kata-kata Nina itu. Merasa tertantang oleh kata-katanya, Aku langsung membaringkan Nina di Sofa dan mulai melumat bibirnya kembali sambil tanganku dengan lembutnya meremas-remas susunya Nina yang montok itu. Nina mulai mendesah-desah tak karuan.

Tak puas hanya meremas, semenit kemudian sambil tetap meremas-remas, Aku menghisap puting susu yang berwarna merah muda kecoklatan itu, bergantian kiri dan kanan.

"Oh.. Kak.. Kak..! Enak se.. ka.. li.. oh..!" desah Nina yang membakar gairahku. Jilatanku turun ke perut dan pusar, lalu turun terus sampai ke gundukan kecil milik Nina yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang masih sedikit.

"Ah.. Geli sekali, Kak.. Oh.. nikmat..!" desah Nina waktu Aku jilat Kelentitnya yang mulai mengeras karena rangsangan hebat yang aku ciptakan. Tanganku tak pernah lepas dari Susu Nina yang montok itu. Tiba-tiba, Nina memekik dan melenguh tertahan sambil mengeluarkan cairan vagina yang banyak sekali.

"Akh.. ah.. oh.. e.. nak.. Kak.. oh..!" Itulah orgasme pertamanya. Aku langsung menelan seluruh cairan itu. Rasanya gurih dan nikmat.

"Gimana Enak, Nin?" tanyaku sambil mencubit puting susunya.

"Wah, Kak! Nikmat sekali. Rasanya Nina terbang ke surga." Jawabnya sambil meraih baju dalamnya. Melihat itu, Aku langsung mencegahnya.

"Tunggu, Masih ada yang lebih nikmat lagi." Kataku.

"Sekarang kakak mau ajarin Nina yang kayak begitu" sambil menunjuk adegan di TV dimana serang perempuan yang sedang menghisap penis laki-laki.

"Gimana, mau?" Tanyaku menantang.

"Oke deh!" Nina menjawab dan langsung meraih penisku yang masih tertidur. Nina mengocok perlahan penisku itu seperti yang ada di TV. Lalu dengan malu-malu Dia memasukkannya ke mulutnya yang hangat sambil menyedot-nyedot dengan lembut. Mendapat perlakuan demikian langsung aja penis ku bangun. Terasa nikmat sekali diperlakukan demikian. Aku menahan Air maniku yang mau keluar. Karena belum saatnya. Setelah kurang lebih 15 menit diemut dan dibelai olah tangan halus Nina, penisku udah siap tempur.

"Nah sekarang pelajaran yang terakhir" Kataku. Nina menurut aja waktu Aku angkat Dia dan membaringkan di atas karpet. Nina juga diam waktu Aku mengesek-gesek penisku di mulut vaginanya yang masih perawan itu. Karena udah kering lagi, Aku kembali menjilat kelentit Nina sampai Vaginanya banjir lagi dengan cairan surga. Nina hanya pasrah saja ketika Aku memasukkan penisku ke dalam vaginanya.

"Ah.. Sakit, Kak.. oh.. Kak..!" jerit Nina ketika kepala penisku menerobos masuk. Dengan lembut Aku melumat bibirnya supaya Nina tenang. Setelah itu kembali Aku menekan pinggulku.

"Oh.. Nina.. sempit sekali.. Kamu memang masih perawan, oh..!" Nina hanya memejamkan mata sambil menahan rasa sakit di vaginanya.

Setelah berjuang dengan susah payah, Bless..!
"Akh.. Kak.. sakit..!" Nina memekik tertahan ketika Aku berhasil mencoblos keperawanannya dengan penisku. Terus saja Aku tekan sampai mentok, lalu Aku memeluk erat Nina dan berusaha menenangkan Dia dengan lumatan-lumatan serta remasan-remasan yang lembut di payudaranya. Setelah tenang, Aku langsung menggenjot Nina dengan seluruh kemampuanku.

"Oh.. e.. oo.. hh.., ss.. ah..!" Nina mendesah tanpa arti. Kepalanya kekanan-kekiri menahan nikmat. Nafasnya mulai memburu. Tanganku tak pernah lepas dari payudara yang sejak tadi keremas-remas terus. Karena masih rapat sekali, penisku terasa seperti di remas-remas oleh vaginanya Nina,

"Oh.. Nin, enak sekali vaginamu ini, oh..!" Aku mendesah nikmat.

"Gimana, enak? nikmat?" tanyaku sambil terus menggenjot Nina.

"enak.. sekali, Kak.. oh.. nikmat. Te.. rus.. terus, Kak.. oh..!" Desah Nina.

Setelah kurang lebih 25 menit Aku menggenjot Nina, tiba-tiba Nina mengejang.

"K.. Kak..! Nina udah enggak tahan. Nina mau pi.. piss.. oh..!" Kata Nina sambil tersengal-sengal.

"Sabar, Nin! Kita keluarkan Bersama-sama, yah! Satu.." Aku semakin mempercepat gerakan pinggulku.

"Dua.., Ti.. nggak.. oh.. yess..!" Aku Menyemburkan Spermaku, croot.. croot.. croott..! Dan bersamaan dengan itu Nina juga mengalami orgasme.

"Akh.. oh.. yess..!" Nina menyiram kepala penisku dengan cairan orgasmenya. Terasa hangat sekali dan nikmat. Kami saling berpelukan menikmati indahnya orgasme. Setelah penisku menciut di dalam vagina Nina, aku mencabutya. Dan langsung terbaring di samping Nina. Kulihat Nina masih tersengal-sengal. Sambil tersenyum puas, Aku mengecup dahi Nina dan berkata

"Thank's Nina! Kamu telah memberikan harta berhargamu kepada kakak. Kamu menyesal?" Sambil tersenyum Nina menggelengkan kepalanya dan berkata,

"Kakak hebat. Nina bisa belajar banyak tentang Sex malam ini. Dan Nina Serahkan mahkota Nina karena Nina percaya kakak menyayangi Nina. Kakak tak akan ninggalin Nina. Thank's ya Kak! Yang tadi itu nikmat sekali. Rasanya seperti di surga."

Kemudian kami membenahi diri dan membersihkan darah perawan Nina yang berceceran di karpet. Masih memakai BH dan celana dalam, Nina minta Aku memandikan Dia seperti yang Aku lakukan sekitar enam tahun yang lalu. Aku menuruti kemauannya. Dan kamipun madi bareng malam itu. Sementara mandi, pikiran ngereskupun muncul lagi ketika melihat payudara Nina yang mengkilat kena air dari shower. Langsung aja kupeluk Nina dari belakang sambil kuremas payudaranya.

"Mau lagi nih..!" Kata Nina menggoda. Birahiku langsung naik digoda begitu.

"Tapi di tempat tidur aja, Kak. Nina capek berdiri" kata Nina berbisik. Aku langsung menggendong Nina ke tempat tidurnya dan menggenjot Nina di sana. Kembali kami merasakan nikmatnya surga dunia malam itu. Setelah itu kami kelelahan dan langsung tertidur pulas.

Pagi harinya, aku bangun dan Nina tak ada disampingku. Aku mencari-cari tak tahunya ada di dapur sedang menyiapkan sarapan pagi. Maklum tak ada pembantu. Kulihat Nina hanya memakai kaos oblong dan celana dalam saja. Pantatnya yang aduhai, sangat elok dilihat dari belakang. Aku langsung menerjang Nina dari belakang sambil mengecup leher putihnya yang indah. Nina kaget dan langsung memutar badannya. Aku langsung mengecup bibir sensualnya.

"Wah.. orang ini enggak ada puasnya..!" kata Nina Menggoda. Langsung saja kucumbu Nina di dapur. Kemudian Dia melorotkan celana dalamku dan mulai menghisap penisku. Wah, ada kemajuan. Hisapannya semakin sempurna dan hebat. Aku pun tak mau kalah. Kuangkat Dia keatas meja dan menarik celana dalamnya dengan gigiku sampai lepas. Tanganku menyusup ke dalam kaos oblongnya. Dan ternyata Nina tak memakai BH. Langsung aja kuremas-remas susunya sambil kujilat-jilat kelentitnya. Nina minta-minta ampun dengan perlakuanku itu dan memohon supaya Aku menuntaskan kerjaanku dengan cepat.

"Kak.. masukin, Kak.. cepat.. oh.. Nina udah enggak tahan, nih!" Mendengar desahan itu, langsung aja kumasukkan penisku kedalam lubang surganya yang telah banjir dengan cairan pelumas. Penisku masuk dengan mulus karena Nina sudah tidak perawan lagi kayak tadi malam. Dengan leluasa Aku menggenjot Nina di atas meja makan.

Setelah sekitar 15 menit, Nina mengalami orgasme dan disusul dengan Aku yang menyemburkan spermaku di dalam vagina Nina.

"Oh.. enak.. Kak.. akh..!" desah Nina. Aku melenguh dengan keras

"Ah.. yes..! Nina, kamu memang hebat.."

Setelah itu kami sarapan dan mandi sama-sama. Lalu kami pergi ke Mall. Jalan-jalan.

Begitulah setiap harinya kami berdua selama seminggu. Setelah itu Om Bagas dan Tante Rita pulang tanpa curiga sedikitpun kamipun merahasiakan semuanya itu. Kalau ada kesempatan, kami sering melakukkannya di dalam kamarku selama sebulan kami membina hubungan terlarang ini. Sampai Aku harus pulang ke Manado. Nina menangis karena kepergianku. Tapi Aku berjanji akan kembali lagi dan memberikan Nina Kenikmatan yang tiada taranya.

Arsip Blog