Cerita Dewasa | ML Via Handphone Dengan Mantanku

Cerita Dewasa | ML Via Handphone Dengan Mantanku, 3 Tahun yang silam saya punya pacar berasal dari Kota Pamekasan, akan tetapi status pacar itu hanya disandang selama 5 bulan dan akhirnya memutuskan untuk menjadi Teman Tapi Mesra saja. Dalam Jangka 2 Tahun Dia sudah tidak lagi menghubungi saya dan ketika saya yang menghubungi malah cewek lain yang menjawabnya “Nomor yang anda Putar Salah” Jawabnya dari seberang.

Selama itu saya sudah tidak berhubungan dengan dia lagi bahkan tiga cewek antri yang siap menjadi pasangan hidupku, sebut saja Liana, Aini dan Naila. Ketiganya sama-sama cantik dan seksi, kulihat Bodinya sungguh Mulus Luar biasa dan Keningnya Tampak licin. Mereka bener-bener membingungkanku untuk menentukan pilihan.

Setiap hari mereka nelfon secara bergantian yang tentunya waktunya sudah saya atur, Pagi Liana, Siangnya Aini dan Sore harinya Naila. ketiganya sudah saling kenal dan bahkan sangat akrab, itulah yang lebih membingungkan lagi selain kecantikan mereka. Cara bicaranya sungguh membangunkan seluruh bulu tubuhku. Tidak hanya bulunya saja yang bangun, yang berbulupun juga bangun.

Ngentot Via Hp, ML Lewat Handphone (Hp), Sek Bebas, Foto BugilMakin hari mereka semakin akrab dan menggoda dengan berpakai cukup mini, mereka memakai baju tapi semua nya tidak ada yang samar, terlebihnya lagi Payudaranya yang besar bagaikan Kelapa Muda yang masih segar. Dari pinggang dia pakai Rok yang sangat ketat dan transparan sehingga membuat hati semakin deg-degan, semakin deg-degan suhu semakin panas dan menegang.

Pagi hari, Liana Menelfonku dan minta agar dia boleh datang kerumahku, katanya sich dia ada sesuatu yang mau di omongin sama aku.
Kring….Kring…..Kring….!
“Ya Halo” sapaku
“Halo juga mas”
“Ini siapa, Dimana?”
“Aku Liana Mas, Kamu Lupa ya..?”
“widih Si cantik Nelfon” Rayuku…, “ada apa?” Tanyaku lagi
“Mas, Boleh Ga’ aku main kerumahmu…?”
“Boleh, Kapan..?”
“Gimana Kalau Sekarang..?”
“Pas sekali, mumpung disini aku lagi sendirian ne”
“bener ne mas..?”
“Ya Benar..!”

Aku kabulkan permintaannya untuk kerumahku, sepertinya dia sangat senang sekali karena aku mengijinkannya dia untuk datang kerumahku.

“Tok..tok..tok.. Bunyi Pintu.
“Ya Masuk” Jawabku

Ketika yang mengetuk pintu masuk ternyata si Liana datang dengan pakaian yang transparan membuat mataku terbelalak, aku perhatikan mulai dari atas sampai kebawah, dalam hatiku berkata “Inilah yang aku dambakan”.
“Mass, Kok Kaget Gitu sich..? Pasti ga’ suka dengan kedatanganku ne” Teriaknya
“Siapa juga ga’ suka, justru aku sangat suka, apalagi kulihat tubuhmu…..eh keceplosan..”
“Mas..Mas… Gini lo mas…” Dia mendekatkan dan merapatkan bibirnya pada bibirku.

Tingkah lakunya sungguh membuatku teller,  aku semakin tidak kuat menahan Mr. P ku karena Dia mengecup bibirku dengan tangannya yang meraba Mr. P ku. Aku mulai pasrah dan aku mengikuti kemauannya, semakin lama dia semakin semangat dan desahan nafasnya membuat 100% tegangan tinggi. Kugerakkan tangan ke arah Lubang Kesenangan dunia. Kuotak-atik daerah lubangnya desahannya semakin kencang.

Pada saat itu dia menjilat seluruh tubuhku tanpa kaku, dan akhirnya Mr. P ku dipegang lalu dimasukkan secara berlahan, Semakin dalam semakin dia menjerit kesakitan dan kenikmatan bercampur, Haaahhh, Oyeeeeeee Yessssss itu suara yang terdengar ditelingaku sambil mengatakan” Mas… Bolehkan aku sering main kesini..?” dengan nada yang lemas……

MEMEK GURIH ARYANI SI GADIS DESA

MEMEK GURIH ARYANI SI GADIS DESA

Cerita Dewasa - Menikmati memek gadis desa yang pernah dekat dengan saya sendiri. Memang sedikit pemalu gadis ini namun kali ini adalah sebuah pengalaman yang sangat tidak pernah aku lupakan sekali. begini mulainya, Namaku Roni, masih single, sekarang eksekutif di salah satu perusahaan ternama di Jakarta. Aku mau cerita mengenai pengalaman pertamaku berhubungan dengan seorang gadis ketika baru naik ke kelas 3 SMA.

Dalam perbincangan dengan teman-teman sekelas terutama cowok-cowok, sering kami berbagi pengalaman seru masing-masing. Dari para sahabatku, cuma aku seorang yang masih perjaka. Yang lainnya sudah masuk golongan pemanah. Ada yang nyikat pembantunya, pacarnya, dan ada juga yang melakukannya dengan wanita pro. Sedang aku ? Pacarku seorang yang tekun menjalani agama. Kalau bertamu ke rumahnya saja selalu ada orang lain yang menemani entah ayah, ibu atau saudara kandungnya. Kesempatan yang ada cuma saat pamit ketika ia mengantarkan ke luar rumah. Itupan hanya ciuman di pipi saja. Main dengan yang pro aku tidak punya cukup keberanian. Pembantu ? Pembantuku STW berkain kebaya, dan sama sekali tidak menarik.

Suatu hari sepulang ke rumah setelah latihan band dengan teman-temanku, aku berteriak memanggil bik Minah pembantuku agar menyiapkan makanan. “Bik Minah pulang ke kampungnya, dijemput adiknya tadi pagi, karena salah satu ponakannya akan dinikahi oleh seorang cukup terpandang di desanya. Nah rupanya akan ada pesta besar-besaran di kampung. Mungkin bulan depan bik Minah baru balik, ” kata ibuku. “Tapi nggak usah khawatir, Aryani anak bik Minah yang membantu kita selama bik Minah tidak ada, kebetulan ini kan musim liburan sekolah. “

Tak lama ada seseorang yang datang membawakan makanan. Aku tidak memperhatikan karena kupikir anaknya bik Minah pasti kurang lebih sama dengan ibunya. Tapi ketika aku menoleh, ya ampun, ternyata manis juga anak ini. Kulitnya bening, wajahnya polos dengan bibir tipis agak kemerahan, rambut dikepang kuda. Ukurannya sedang-sedang saja. Mungkin kalau dipermak sedikit orang tidak akan menyangka ia cuma anak pembantu.

Tak lama ibuku berteriak dari ruang depan, mengatakan bahwa ia akan pergi ke pertemuan wanita sampai malam. Di rumah tinggal aku dan Aryani.

“Yani, sini temenin aku ngobrol sambil aku makan, ” kataku ketika melihat Aryani melintas. “Kamu sekolah kelas berapa Yan ?

“SMP kelas 3, mas. Tapi tidak tahu tahun depan apa bisa melanjutkan ke SMA, ” katanya polos.

“Di kampung sudah punya pacar apa belum ? Atau apa malah sudah dilamar ? ” tanyaku lagi.

“Belum mas, sungguh !” jawab Aryani. “Kalau mas sendiri, pasti sudah punya pacar ya ?”

“Gadis kota mana mau sama aku, Ya ? ” kataku mulai mengeluarkan rayuan gombal. “Lagipula aku sukanya gadis yang masih polos seperti kamu. “

“Ah mas, bisa saja, ” katanya malu-malu, “Aku kan cuma anak seorang pembantu. “

“Yan, aku sudah selesai makan. Nanti setelah beres-beres kamu temenin aku ke ruang atas ya. Soalnya aku kesepian, bapak dan ibu baru pulang malam hari, ” kataku sambil bergegas naik ke lantai atas sambil mikir gimana ya bisa ngadalin si Aryani.

Kutunggu-tunggu Aryani tidak naik-naik ke lantai atas. Akhirnya dia datang juga, rupanya habis mandi, karena tercium wangi sabun luks. Segera kusuruh ia duduk menemaniku nonton VCD. Sengaja kuputar film pinjeman temanku yang biasanya kuputar kalau bapak/ ibu tidak di rumah. Kupilih yang tidak terlalu vulgar, supaya Aryani jangan sampai kaget melihatnya. Adegan yang ada paling cuma percintaan sampai di ranjang tanpa memperlihatkan dengan detail.

Rupanya adegan-adegan itu membuat Aryani terpengaruh juga, duduknya jadi tidak bisa diam. “Mas. sudah ya nontonnya, aku mau ke bawah, ” katanya.

“Tunggu dulu, Yan, aku mau ngomong, ” kataku yang telah dapat ide untuk menjeratnya, “Kamu takut tidak bisa melanjutkan sekolah apa karena biaya ? Kalau cuma itu, soal sepele, aku akan membantumu, asal …”

“Asal apa mas, ” katanya bersemangat.

“Asal kamu mau membantu aku juga, ” kataku sambil pindah ke dekatnya. Segera kuraih tangannya, kupeluk dan kucium bibirnya. Aryani sangat kaget dan segera berontak sambil menangis.

“Yani, kamu pikir aku akan memperkosamu ? ” kataku lembut. “Aku cuma mau supaya kamu bersedia menjadi pacarku. “

Ia membelalak tidak percaya. Sebelum ia sempat mngucapkan apa-apa kuserbu lagi, tapi kali dengan lebih lembut kukecup keningnya, lalu bibirnya. Kugigit telinganya, dan kuciumi lehernya. Aryani terengah-engah terbawa kenikmatan yang belum pernah dialami sebelumnya. Ingin rasanya segera kurebahkan dan kutiduri, tapi akal sehatku mengatakan jangan terburu-buru. Menikmati kopi panas harus ditiup-tiup dulu sebelum direguk. Kalau langsung bisa lidah terbakar dan akhirnya malah tidak dapat apa-apa.

Perlahan-lahan dari menciumi lehernya aku turun ke bagian atas dadanya, dan kubuka kancing dasternya dari belakang tanpa setahunya. Tetapi ketika akan kuturnkan dasternya ia tersadar dan mau protes. Segera kubuka baju kaos t-shirt ku sambil mengatakan udara sangat panas. Ia tersipu melihat dadaku yang bidang, hasil rajin fitness. “Yan kamu curang sudah lihat dadaku, sekarang biar impas aku juga mau lihat kamu punya dong. “

“Ah jangan mas, malu, ” katanya sambil memegang erat bagian depan dasternya.

“Bajunya doang yang dibuka, Yan. kalau malu behanya nggak usah, ” kataku sambil menyerbunya lagi dengan ciuman. Yani tergagap dan kurang siap dengan serbuanku sehingga aku berhasil membuka dasternya. Segera kuciumi bagian seputar payudaranya yang masih tertutup beha berwarna hitam.

“Aduh mas, mhm, enak sekali, ” katanya sambil menggelinjang. Tangankupun bergerilya membuka pengait behanya.

Tetapi ketika kulepaskan ciumanku karena hendak membuka behanya ia kembali tersadar dan protes, ” lho mas janjinya behanya tidak dibuka, ”

Tanpa menjawab segera kuserbu payudaranya yang tidak besar tetapi sangat indah bentuknya, dengan puting yang kecil berwarna coklat muda. Kukulum payudara kanannya sambil kuemut-emut. Ia tidak dapat berkata-kata tetapi menjerit-jerit keenakan. Terdengar alunan suara erangan yang indah, ” mph, ehm, ahhh, ‘ dari bibirnya yang mungil. Jemariku segera mulai menjelajah selangkangannya yang masih tertutup CD yang juga berwarna hitam. Rupanya hebat sekali rangsangan demi rangsangan yang Ayryani terima sehingga mulai keluar cairan dari MQ-nya yang membasahi CDnya.

“Oh mas, oh mas, mph, enak sekali, ” lenguhnya. Tanpa disadarinya jariku sudah menyelinap ke balik CD-nya dan mulai menari-nari di celah kewanitaannya. Jariku berhasil menyentuh klitorisnya dan terus kuputar-putar, membuatnya badannya gemetaran merasakan kenikmatan yang amat sangat. Sengaja tidak kucolok, karena itu bukan bagian jariku tetapi adik kecilku nanti.

“Ahhh !” jerit Aryani, dibarengi tubuhnya yang mengejang. Rupanya ia sudah mencapai klimaksnya. Tak lama tubuhnya melemas, setelah mengalami kenikmatan pertama kali dalam hidupnya. Ia terbaring di sofa dengan setengah telanjang, hanya sebuah CD yang menutupi tubuhnya.

Segera aku berdiri dan melepaskan celana panjang serta CD-ku, pikirku ia masih lemas, pasti tidak akan banyak protes. “Lho mas, kok mas telanjang. Jangan mas, jangan sampai terlalu jauh, ” katanya sambil berusaha untuk duduk. “

“Yan, kamu itu curang sekali. Kamu sudah merasakan kenikmatan, aku belum. kamu sudah melihat seluruh tubuhku, aku cuma bagian atas saja, ” kataku sambil secepat kilat menarik cd-nya.

“Mas, jangan ! ” protesnya sambil mau memertahankan CD-nya, tetapi ternyata kalah tangkas dengan kecepatan tanganku yang berhasil melolosi CD-nya dari kedua kakinya. Terlihatlah pemandangan indah yang baru pertama kali kulihat langsung. MQ-nya masih terkatup, dan baru ditumbuhi sedikit bulu-bulu jarang. Adik kecilku langsung membesar dan mengeras

Segera kuciumi bibirnya kembali dan kulumat payudaranya. Aryani kembali terangsang. Lalu sambil kuciumi lehernya Kunaiki tubuhnya. Kubuka kedua kakinya dengan kedua kakiku, “mas, jangan, oh !” katanya. Tetapi tanpa memperdulikan protesnya kulumat bibirnya agar tidak dapat bersuara. Perlahan-lahan torpedoku mulai mencari sasarannya. Ah, ternyata susah sekali memasukkan burung peliaraanku ke sangkarnya yang baru. Bolak-balik meleset dari sasarannya. Aku tidak tahu pasti di mana letaknya sang lubang kenikmatan.

“Mas, jangan, aku masih perawan, ” protes Aryani ketika berhasil melepaskan bibirnya dari ciumanku.

“Jangan takut sayang, aku cuma gesek-gesek di luar saja, ” kataku ngegombal sambil memegang torpedo dan mengarahkannya ke celah yang sangat sempit.

Ketika tepat di depan gua kewanitaannya, kutempelkan dan kusegesk-gesek sambil juga kuputar-putar di dinding luar MQ-nya. “Mas, mas, mphm, oh, uenak sekali, ” katanya penuh kenikmatan. Kurasakan cairan pelumasnya mulai keluar kembali dan membasahi helmku.

Lalu mulai kepala helmku sedikit demi sedikit kumasukkan ke dalam MQ-nya dengan menyodoknya perlahan-lahan, “Aw mas, sakit ! Tadi katanya tidak akan dimasukkan, ” protes Aryani, ketika kepala helmku mulai agak masuk. “Nggak kok, ini masih di luar. Udah nggak usah protes, nikmatin aja, Yan !” kataku setengah berbohong sambil terus bekerja.

Sempit sekali lubangnya si Yani, sehingga susah bagiku untuk memasukkan torpoedoku seluruhnya. Wah kalau begini terus, jangan-jangan si otong sudah muntah duluan di luar, pikirku. Sambil sedikit demi sedikit memaju-mundurkan torpedoku, kugigiti telinganya dengan gigitan kecil-kecil. Tiba-tiba kugigit telinganya agak keras, Yani terpekik, “Aw !” Saat itu dengan sekuat tenagaku kusodok torpedoku yang berhasil tenggelam semuanya di MQ-nya Aryani.

Gerakan pantatku semakin menggila memaju-mundurkan torpedoku di dalam MQ Aryani. Tetapi tidak kutarik sampai kelaut, takut susah lagi memasukkannya. Rupanya rasa sakit yang dialami Aryani tergantikan dengan rasa nikmat. Yang keluar dari bibir mungilnya hanyalah suara ah, uh, ah, uh setiap kali ku maju mundurkan torpedoku, menandakan ia sangat menikmati pengalaman baru ini.

Torpedoku semakin menegang. Keringat bercucuran dari tubuhku, akupun melngalami kenikmatan yang selama ini hanya kuimpikan. Sekitar selangkanganku terasa ngilu. Rupanya aku sudah mendekati klimaks. Gerakan pantatku semakin cepat, terasa jepitan MQ perawan desa ini semakin kencang juga. Empuk sekali rasanya setiap kali torpedoku terbenam di dalamnya. Terasa hampir meledak torpedoku, siap memuntahkan lahar panasnya ke dalam surga kenikmatan Aryani. Dengan sekut tenaga kubenamkan torpedoku sedalam-dalamnya dan crot, crot, cort ! Air maniku muncrat ke dalam rahim Aryani, Terdengar lenguhan panjang dari bibir mungil Aryani. Rupanya kami mencapai orgasme bersamaan. Tubuhkupun jatuh terbaring di atas tubuhnya penuh dengan kenikmatan. Kami berdua terbaring tak berdaya. Tubuh lemas, tetapi masih terasa kenikmatan yang sampai ke ubun-ubun.

CERITA HOT : PENGEN NIDURIN DONNA AYAM KAMPUS | CERITA SEKS




Cerita Panas Dewasa: Pengen Nidurin Donna, Tapi – Sudah setengah jam ini suara dengusan nafas yang memburu dan lenguhan penuh birahi terdengar sayup-sayup dari sebuah kamar kos di bilangan Jakarta Selatan. Suaranya tentu saja lebih heboh dan tidak beraturan bila di dalam ruangannya sendiri. Ethan sedang nafsu-nafsunya menggenjot Dea, anak Psikologi semester 5, dengan posisi Missionaris. Tangan kiri Ethan menjambak rambut Dea, tangan kanannya sibuk meremas tak karuan toked Dea yang bulat kencang, dengan pinggul sibuk menggenjot naik turun. “Aahh.. ahh… egghh.. Thann.. janghan kenceng-kenceng ngocoknyaaa… Gue.. gue.. jadi mau kluarr lagiiii….” rengek Dea yang sudah kelelahan. Tapi, Ethan malah memutar-mutar pantatnya sehingga batang kontholnya semakin ganas mengobel-ngobel mhemek sempit si Dea. “Akh.. mhemek lo masih ngremes-ngremes konthol gue gini kok. Nih.. rasainn..” tukas Ethan. Benar saja, tak sampai semenit Dea sudah merasakan sensasi gatal mau meledak di sekujur selangkangannya. Sambil memeluk erat (plus cakaran di punggung), lenguhan klimaks Dea terdengan:”MMMHHHHH… HUUAGGHHH…EUUHHHH… FUCCKK…”. Dea kelonjotan, kepalanya mendongak, seluruh tubuhnya menegang karena sensasi kenikmatan yang membanjiri. “Gimana rasanya keluar yang ke-5 ini De?” tanya Ethan iseng. Masih megap-megap, Dea nyahut “Setan lo Than. Gila, gw sampai melengkung gara-gara orgasme”. “Tapi enak kan.. hehehe” balas Ethan. “Iya sih” kata Dea dalam hati.


Cerita Panas dewasa Terbaik - Tiba-tiba si Dea sadar sesuatu. Benda yang tebal besar masih mengganjal dalam mhemeknya. “Eh, Than, lo blum kluar ya?” tanya Dea khawatir. “Dikit lagi ya Yang” ujar Ethan sambil mulai mengeluar-masukkan kontholnya. “Hiya.. cepetan than” desah Dea lemas. Ethan memutar tubuh Dea, menginginkan posisi semi Doggy. Sambil memeluk guling, Dea mengangkat pantatnya yang bulat tinggi-tinggi sambil membuka pahanya lebar-lebar. Cengiran lebar Ethan muncul, melihat posisi yang konak habis. Mhemek Dea sudah basah kuyup dan warna pink-nya semakin semburat. Tanpa tedeng aling-aling, Ethan langsung membenamkan 3/4 kontholnya dan langsung masuk RPM tinggi. SLEP..SLEP..SLEP.. suara kecipak cairan birahi mhemek Dea hanya ditutupi oleh lenguhan Dea yang birahinya naik lagi. “Mulut aja lo ngomong cukup-cukup. Tapi kalo gw enthot, tetep aja lo demen” ejek Ethan. Tapi, gerakan genjotan Ethan sendiri semakin cepat dan tak karuan. Ujung pal-konnya sudah berdenyut-denyut. Sensasi gatal yang menuntut untuk di’garuk’ semakin memuncak. “Hh..hhh…hahh….” dengus Ethan yang semakin bernafsu. “Thannn.. jangan di dalem keluarrnyaaa…” rengekan desperate Dea terdengar. Tapi, Dea sendiri sebenarnya sadar kalo si Ethan pasti akan ngeluarin di dalam. Ga ada tanda-tanda dia bakal nyabut kontholnya. Dea merasakan konthol yang semakin membengkak di dalam mhemeknya. Membuat Dea semakin blingsatan dan mau orgasme lagi.


“HIIAAHHHH……AUUUUUUUUHHHHHHHHHHH…” jeritan klimaks Dea membahana. Ethan juga tidak mau kalah. Sambil meremas kuat-kuat pantat Dea, Ethan menancapkan dalam-dalam kontholnya untuk membanjiri mhemek Dea dengan pejunya. “HUAHHH… ENNAKKKNYAA…” lenguh Ethan penuh kepuasan. Tulang-belulang serasa diloloskan dan lemas. Tapi, puasss. Setelah itu, Ethan langsung menindih tubuh Dea yang banjir keringat (dan banjir peju tentunya). Berbisik di telinga Dea “Gila, emang mantep banget ngenthot same elu pagi-pagi gini Dea”. Dea cuma tersipu, tapi membales dengan agak ketus “Iya, tapi gue harus minum pil KB lagi. Males tau”. “Hehehe.. ahh kan ga sebanding dg nikmatnya. Eh, Gue cabut dulu ya. Ada kuliah sejam lagi” kata Ethan. Tapi Dea tidak membalas, karena sudah jatuh tertidur. Lemesss… Sambil-sambil cengar-cengir puas, Ethan mandi dan bersiap-siap cabut dari kos Dea. Sebelum berangkat, Ethan menikmati pemandangan tubuh bugil Dea yang tertidur pulas. Dea anak Bogor dengan tubuh cukup mungil (cuma 158cm tingginya), tapi punya pantat bulat dan kencang. Tokednya yang kencang dan bulat (34B), terlihat besar karena tubuhnya yang mungil. “Lumayanlah.. Gratis ini” batin Ethan. Dan meluncurlah Ethan ke kampusnya di kisaran Jakarta Selatan juga.



Nafsu sudah tersalurkan, badan bersih habis mandi, pikiran Ethan jernih dan rasanya siap hadapi kuliah Pak Marto. Jalanan Jakarta pukul 9 sudah macet. Tapi, Ethan tenang saja karena kuliahnya baru mulai jam 10. Paling jam 9.45 sudah sampai. Masih sempat kongkow-kongkow dulu di kantin. Kali-kali ada cewek bening yang nyantol wkwkwkwk. Kampus S sudah ramai. Berbagai macam mahasiwa dan mahasiswi sibuk berkeliaran di koridor atau berkumpul duduk-duduk di plasa. Mata Ethan cepat menyisiri areal kampus, mencari-cari teman-temannya. “Yeh, itu dia anak-anak kampret” batin Ethan sambil berjalan cepat ke pojok plasa. Roy yang melihat si Ethan menghampiri, langsung bangkit dan menonjok Ethan. Sambil memiting leher Ethan, Roy berbisik “Setan kampret! Lo habis garap si Dea anak psikologi kan? Gue liat lo semalem di Kemang”. Senyum tulus Ethan langsung terbit “Eh, kok lo tau. Cuma sekali semalem, sekali lagi paginya kok. Dan gw jamin, dienya puas. Lo tenang aja sob.” imbuh Ethan. Jepitan Roy semakin keras “Bukan itu maksud gue buduk! Gue juga ngincer diaaa..!” Mimik memelas Ethan langsung muncul “Aduh sory SOb. Gue betul-betul ga tau. Lagian ini semua salah si Dea. Ngapain pake tank top pas minta temenin Gue nyari buku kemarin. Ya mana tahan gue.” Roy jelas-jelas tidak terima dengan penjelasan Ethan yang tidak bertanggung jawab “Pokoknya, ntar sore lo harus makcomblangin gw ama die. Gue udah pengen ngremes bokongnya dari kapan tau.” Demi menyelamatkan kepalanya, Ethan dengan suka cita menyetujui permintaan Roy. Begitu Ethan setuju, cengir lebar Roy langsung muncul. “Jago ga dia, Than? Males gue kalo masih amatir” tanya Roy antusias. “Lumayan Sob. There’re still room for improvement. But overall, she’s GOOD!” balas Ethan sambil acungin jempol. Sambil terkekeh-kekeh penuh aura mesum, kedua penjahat kelamin itu melangkah menuju kelas, karena Pak Marto sudah terlihat di ambang pintu.



Setelah 1 mata kuliah lainnya yang selesai pukul 4 sore, Ethan & Roy berjalan cepat penuh nafsu (Roy aja sih. Ethan sedikit kurang termotivasi jalan ke Fak Psikologi karena kurangnya insentif buat dirinya). Di koridor menuju areal parkir mereka berpapasan dengan cewek berambut pendek brunette yang sexy. “Hai Vani..” sapa Ethan berusaha semanis mungkin. Tapi, tetap dengan nuansa mesum. Vani yang hari itu memakai halter neck ungu tanpa lengan dengan celana jeans skinny gelap sehingga pantatnya yang montok tercetak jelas malah hanya meleletkan lidah ke arah Ethan sambil berlalu cuek (siapakah Vani? Baca yang disini ya). “Wuiihh… Than, lo lihat ga? Perasaan tokednya Vani makin gede aja. Aduuhh.. gue mau bayar berapa aja biar bisa ngremesin tu melon” ratap Roy penuh harap sambil terus memandangi pantat Vani yang megal-megol menjauh. “Emang mantep & kenyal banget toked tuh anak” ujar Ethan. Si Roy langsung memandang Ethan tajam “Kaya lo pernah megang aja. Gue aja ditolak dengan sukses pas ngajak di nge-date. Gue bayarin lo full time di ******** kalo lo bisa bawa Vani ke tempat tidur” tantang Roy. Ethan langsung semangat “Bener ya? Awas lo, jangan kabur lo ya”. “IYA. Roy ga pernah ingkar janji kecuali ke cewek” balas Roy dengan jantannya. Ethan cengar-cengir senang. Dia ga pernah cerita ke Roy storynya dengan Vani. Walo dalam hati Ethan agak ga yakin gimana caranya ngajak Vani ngenthot lagi. Sejak itu si Vani jaga jarak dan sok cool gitu kepada Ethan. “Ya udahlah. Dipikir nanti aja. Sekarang beresin urusan si kupret satu ini dulu dengan Dea” batin Ethan.



Di Fak Psikologi suasana sudah mulai lengang. Cuma ada beberapa mahasiswa-mahasiswi yang berkeliaran untuk ikut kuliah terakhir hari itu. Tiba-tiba terdengar teriakan manis memanggil Ethan “Ethaannnnn….”. Sesosok cewek manis berlari kecil menuju Ethan & Roy. Melihat Dea datang, Roy langsung meremas tangan Ethan kuat-kuat. Yang ditepiskan dengan kasar oleh Ethan. “Ngehek. Apa pikiran orang kalo lihat dua cowok tinggi besar pegang-pegangan tangan di tempat umum?” bisik Ethan seVan. Begitu menemui Ethan, Dea langsung dengan centilnya menggandeng tangan Ethan. “Jadi kan temenin gue Supermarket?” tanya Dea. Sikutan keras terasa di rusuk Ethan. Ethan langsung tanggap “Wah sory Dea. Gue ga bisa. Mendadak bokap minta dianterin ke Bintaro. Sory banget ya.” Dea langsung cemberut “Yahhh, kok gitu sih lo”. “Tapi tenang neng… Temen gue yang ganteng ini bersedia untuk nganterin” ujar Ethan cepat-cepat sambil menepuk-nepuk bahu Roy. “Ya udahlah” terima Dea pasrah. Roy hampir melonjak kegirangan. “Tapi awas kalo lo coba-coba ngajak gue ke tempat tidur” ancam Dea ke Roy. “Eh.. nggak lah” jawab Roy salah tingkah dan bingung (Lah rugi dong gue, kali pikir si Roy). Dea ngomong lagi “Eh, tapi anterin gue balik kelas bentar ya. Ada yang mo gue ambil”. Mereka bertiga beriringan menuju kelas Dea.



Di kelas, Dea langsung menghampiri seorang cewek yang masih sibuk dengan HPnya. Mata Ethan & Roy langsung membesar melihat itu cewek. “Buseeettt…. hot juga yaa…” pikir mereka berdua dengan sinkronnya. Dengan berlari centil, kedua cowok mesum ini langsung menghampiri Dea dan temannya. “Don, ini gue kenalin sama Ethan & Roy. “Hai Donna” sapa Ethan & Roy kompak. Donna memang one hell of a equipment. Ketika Donna berdiri untuk menyalami kedua mahkluk menyedihkan itu, Ethan bisa menikmati seluruh lekuk tubuhnya. Dengan tinggi hampir 175cm, tubuhnya yang berlekuk indah jadi makin menawan. “Hmm bodynya OK banget. Tokednya paling 34-an. Tapi, kelihatannya mancung” terawang Ethan sambil curi-curi pandang ke toked Donna yang tidak terlalu jelas terlihat karena Donna menggunakan kemeja putih agak longgar lengan panjang yg dilipat sampai ke siku. Wajah oval Donna lebih ke manis dan menyenangkan, timbang dibilang cantik. “Tapi, dengan body se-hot , tampang udah jadi no3″ batin Ethan. Suara Dea membuyarkan pikiran mesum Ethan. “Don, kita perginya jadinya sama si Roy. Ethan ada urusan sama bokapnya di Bintaro”. “O gitu. Yaudah, bisa kita pergi sekarang” Tanya Donna. “Eh, Donna juga ikut?” Tanya Ethan kaget. “Iya. Nyesel sekarang lo batal antar gue?” sepet Dea pedes. “Agak sih” kata Ethan polos. Donna tertawa kecil mendengarnya. “Aduuhh.. jadi tambah nggemesin ni anak kalo ketawa” batin Ethan. “Tapi tengsin gue kalo narik kata-kata gue. Lagian ga enak sama si Roy. Moga-moga aja si Donna ga tergoda threesome sama kupret ini” doa Ethan dalam hati. Mereka pun berpisah.


Ethan menyetir mobilnya santai menuju kostnya di daerah Cilandak. Walopun bonyok anak ini tinggal di Jakarta juga, sejak kuliah Ethan sudah ngekost. Bonyoknya juga tidak mempermasalahkan. Toh kalo kehabisan duit ni anak juga pulang, pikir mereka. Lagian mereka juga sebel liatin tingkah Ethan nyelundupin cewek-cewek ke kamarnya. Dipikir kita-kita ga tu kali ya, pikir bonyoknya. Jadilah Ethan ngekost, pisah tinggal dari bonyoknya. Everybody happy. Mampir warung padang untuk makan, 45 menit kemudian Ethan sudah di jalanan lagi. Tiba-tiba HP Ethan berdering. Nyokapnya telepon. “Than, mampir ke Ace hardware dong. Beliin mama curtain showare yang baru. Plus Selang semprotan buat toilet juga. Yang warna.hitam ya selangnya, biar matching sama toiletnya” ujar Mamanya Ethan genit. “Lha, napa ga minta pak Sudin aja Ma yang beli” Ethan menyebut nama sopir keluarga mereka. “Pak Sudin nganterin Papa ke Bintaro lihat ruko yang mau dijual itu”. “[i]Eh kok bisa pas ya Papa ke Bintaro hari ini” Ethan ga habis pikir. Berbaliklah mobil Ethan menuju Ace Hardware Fatmawati.



Sesampainya di Ace Hardware, Ethan langsung naik ke lantai 3 menuju tempat dijualnya peralatan untuk kamar mandi dan toilet. Tapi di lantai 2, mata & radar Ethan yang awas menangkap gerakan mahkluk sexy. “Weh, kayaknya boleh nih. Tapi kok gw kaya kenal nih cewek”pikir Ethan sambil berjalan menghampiri seorang cewek yang sedang melihat-lihat lampu duduk. “Lho, Donna. Ngapain lo disini? Bukannya mo ke Carrefour?” Tanya Ethan surprise. Donna agak kaget, tapi senyumnya langsung mengembang melihat Ethan (pada saat yang sama konthol Ethan juga mulai mengembang). “Udah tadi. Sekarang gue lagi nyari lampu hias buat di rumah. Nyokap nyuruh. Dea juga lagi nyari kursi malas kecil buat di kost” kata Donna ramah. Ethan tidak berkedip memandang bibir Donna yang penuh dan sensual, yang menelurkan kata demi kata dengan indahnya. “Aduhh, bisa ga ya gue nidurin si Donna” harap Ethan sepenuh hati dan sepenuh konthol. Akhirnya Ethan menemani Donna memilih-milih lampu, kemudian mereka berdua menuju bagian peratalan mandi. Sepanjang waktu itu Ethan mulai menebarkan jurus-jurus andalannya agar si Donna terpikat. Tapi, Ethan merasa Donna masih anteng-anteng aja. Tiba-tiba ucapan Donna berikutnya mengagetkan Ethan “Than, lo aja yang nganterin gue pulang ya”. “Lah, emang napa sama si Roy & Dea” Tanya Ethan antusias (yang masih berusaha ditutup-tutupi ambisinya). “Lo liat aja sendiri deh” kata Donna sambil menarik tangan Ethan ke pojok lantai 2 yang sepi. “Waow.. waow.. agresif juga ne cewek” sorak Ethan dalam hati. Dipojokan rak-rak yang tinggi, Ethan baru sadar makna ucapan Donna. Di situ Ethan melihat si Dea bergelayutan ke lengan Roy. Sedang tangan Roy dengan aktifnya meremas-remas pantat sekal si Dea. Bahkan kadang-kadang jari tengahnya kaya menekan-nekan di area lubang pantatnya. Membuat Dea menggelinjang-gelinjang dan membalas dengan gigitan kecil ke lengan Roy. “Busyet. Jago amat si Roy. Ilmunya naek setingkat lagi neh. Dulu butuh minimal 2 hari buat nidurin cewek. Sekarang itungin jam, udah bisa remes-remes bokong. Kampret! Gue jadi makin konak neh” runtuk Ethan dalam hati. “Ya gitu itu. Mereka bedua udah kaya gitu semenjak di Carrefour” ucap Donna agak sebel. “Bentar lagi gue rasa kepala si Roy udah nyusup ke selangkangan si Dea” analisis Ethan dengan tajam. “Hihihi.. gue setuju Than” balas Donna terkikik kecil. “Eh, tadi mukanya agak merah ya si Donna?” harap Ethan. Ethan mendekati kedua pasangan yang sedang di mabuk birahi itu. Kemudian dengan kasarnya ditaboknya si Roy. “Woi, cari kamar napa?” sentak Ethan. Gelagepan si Roy dan Dea cepat-cepat ambil jarak. “Anjrit lo Than! Ngagetin aja” tukas Roy yang lega cuma Ethan yang nge-gap tingkah mereka. Dea juga membalas dengan menghadiahi Ethan cubitan bertubi-tubi. Donna langsung berkata “De, gue pulang bareng Ethan ya. Kasian kalo Roy nganter gue dulu. Kan muter lagi arahnya ke kos lo”. “Ya udahlah kalo gitu. Sorry ya Don”. Kemudian Dea berpaling ke Ethan “Lo gapapa kan nganter Donna? Eh, btw ngapain lo dimari?” Tanya Dea curiga. “Nyokap minta dibeliin curtain shower” jawab Ethan cepat. Selanjutnya mereka berempat langsung menuju kasir dan setelahnya langsung bergegas ke mobil masing-masing.



“Asyiikkk… Gue punya kesempatan untuk deketin Donna. Kalo emang jodoh, ga akan kemana hihihihi” pikir Ethan bahagia. Tapi, baru aja mau memundurkan mobil, Roy tiba-tiba menggedor jendela Ethan. ”Sob, sorry banget. Lo keliatannya harus nganterin kita bertiga deh. Boil gue mogok” kata Roy tanpa beban. “Bangsat lo Roy” desis Ethan kesal setengah konak. “Tunggu 15 menit ya, sampe derek bengkel gue datang” tambah Roy. 20 menit kemudian mobil Ethan baru meluncur keluar dari Ace Hardware. Tampang Ethan tertekuk. Buyar sudah semua rencananya. Mana kedua mahkluk itu terkikik-kikik mesum di jok belakang. Bikin Ethan ga tahan bolak-balik noleh belakang. “Buseett.. udah mulai cipokan aja” runtuk Ethan. Di jok belakang, Roy sudah mulai gencar menyerang pertahanan Dea, yang memang ga bikin pertahanan sama sekali. Bibir Roy yang agak tebal sudah melumat bibir mungil Dea. Kadang Roy menggigit-gigit kecil bibir bawah Dea sehingga membuat Dea terkikik-kikik. Tangan kiri Roy sudah masuk dari bawah t-shirt Dea dan sibuk meremas-remas toked Dea yang bulat kencang itu. Tawa kecil Dea berubah menjadi dengusan nafas yang memburu, ketika Roy mulai memilin-milin puting Dea sambil menjilati lehernya.



“Woe, lo bedua bisa ga nahan sampe kos dulu?” Tanya Ethan tanpa harapan. “Udeh lo nyetir aja Pir. Jangan pikirin kita bedua. “ jawab Roy seenaknya. “Iyaah nih Ethan rese. Hhhhh.. uhhh” tambah Dea disela-sela desahannya. “Don, lo servis Ethan napa..ehh..ahhh..” kata Dea lagi. Semburat merah muncul di wajah Donna. “Enak aja lo ngomong” jawab Donna agak tengsin. Tapi, Ethan yakin, pas ngomong gitu si Donna ngelirik dirinya (tapi memang dasarnya nih orang super PD). Ketika Ethan menoleh ke arah Donna, Donna langsung berkata tegas “Ga usah mikir macem-macem lo ya!” “Eh nggak kok Don. Gue Cuma mikir gimana caranya biar cepet sampe dan cepet lepas dari kedua mahkluk konak di belakang” jawab Ethan innocent. “Iya nih. Dasar Dea geblek” runtuk Donna sambil memanyunkan bibirnya.



Tapi situasi di jok belakang semakin tidak terkendali. Desahan Dea sudah berubah mejadi lenguhan liar. Ethan & Donna juga sudah mulai mendengar bunyi berkecipakan becek. Slep.. slep.. slep… “Auuhhhh… huaahhhhh.. ahhhhh.. ahhhh…” lenguh Dea yang keenakan mhemeknya dikocok oleh Roy. Tangan Roy yang sudah menyelusup ke dalam celana Dea, dengan aktif jari tengah & telunjuknya mengobel-ngobel mhemek Dea yang rapat dan becek. Tendangan Dea tiba-tiba menghentak jok Ethan ketika orgasmenya meledak. “EAAHHHHHHH… AGGHHHHHH…. GUE KELUARRRR…!!!” jerit Dea penuh kepuasan. Cengiran lebar menghiasi wajah Roy. “Bangsat lo bedua. Udah sampe neh. Sana keluar dari mobil gue. Sekaraangg..!!! Bentak Ethan. Cepat-cepat Dea & Roy merapikan pakaian masing-masing dan keluar dari mobil Ethan. Cengiran lebar keduanya mengiringi langkah mereka menuju kamar kos Dea untuk menuntaskan apa yang mereka sudah mulai.



Selama 10 menit Ethan dan Donna diam saja. Ethan bingung mau mulai speak-speak dari mana, karena tingkah Roy-Dea tadi merusak semua scenario yang sudah disusunnya. Donna juga keliatan masih agak jengah. Jadi Ethan menyalakan radio. Mendengar lagu-lagu yang keluar, si Donna jadi keliatan lebih relaks. Mereka mulai membicarakan lagu-lagu yang sedang dimainkan. Tapi, ketika penyiar radionya mulai bicara, topiknya ternyata tentang seksologi; tepatnya tentang multi orgasme pada wanita, Ethan jadi panik lagi. Takut mood Donna jadi rusak. Ethan sudah mau pindahkan gelombang, ketika tiba-tiba Donna berkata “Emang ada ya cewe yang bisa orgasme sampe berkali-kali?” Ethan yang masih agak kaget akan pertanyaan tersebut butuh 3 detik untuk bisa menjawab “Seingat gue, sebagian besar cewek yang gue kenal kalo orgasme lebih dari 2 kali. Termasuk multi kan tuh”. “Maksud lo cewek yang pernah lo tiduri?” tukas Donna tangkas. “He-eh, iya. Gitu deh” jawab Ethan agak tersipu-sipu. “Lah, emang kalo elo nge-sex sama cowo lo biasanya orgasme berapa kali” Tanya Ethan polos. Dengan agak malu-malu Donna menjawab “Satu kali lah. Biasanya hampir barengan ama cowo gue. “Lah emang pas foreplay ga orgasme?” Tanya Ethan lagi. “Foreplay kan cuma bentar, gimana bisa orgasme gue” tandas Donna heran. “Berarti bokin lo yang kurang sabar nggarap lo di foreplay-nya. Pengen cepet-cepet nancepin batangnya” jawab Ethan. “Lah, lo liat tadi, si Dea dikobel-kobel sama si Roy hampir 10 menit kan. Makanya tadi bisa sampe keluar gitu. Pake acara nendang jok gue segala pula” kata Ethan masih agak seVan. “Bener juga ya. Gue ga pernah mikir sampe situ. Iihhhh.. jadi horny nih” batin Donna. Mendengar jawaban dan melihat reaksi Donna, Ethan langsung paham kalo nih cewek pengalaman seksnya masih kurang. Atau paling nggak partner sexnya selama ini pada kurang jago. Jadinya dia belum mengeksplore seluruh potensi seksnya.”Hihihihi.. pasti bisa gue enthot si Donna” pikir Ethan dengan bahagianya.



Tahap ke-1: Tunjukkan bahwa si cewek punya masalah dengan kehidupan seksnya dan kita perhatian dan bersedia untuk ‘membantu’ untuk mengatasinya (pada tahap ini ‘bantuan’ sebatas saran Bro. Begitu kata pakar mesum Dr. Ethan). “Nurut pengalaman gue ya Don, dan dari artikel-artikel seksologi yang pernah gue baca, cewe itu lebih susah capai klimaksnya dibanding cowok. Walo kaya Dea tadi dia udeh keluar sekali. Tapi itu baru orgasme kecil. Si Dea belum capai klimaksnya. Lah, kalo si Roy sudah maen tancep aja dari menit-menit awal, bisa barengan mereka. Habis itu game over dah. Kasihan ceweknya. Kalo cowok udah keluar, rata-rata butuh setengah jam lagi bisa ngaceng lagi. Kebanyakan langsung molor” kata Ethan panjang lebar kaya ahli beneran. “Iya, cowo gue kaya gitu tuh. Kalo udah puas, langsung molor” saut Donna bersemangat. “Itulah sebabnya si cowok sebaiknya di menit-menit awal permainan, merangsang ceweknya, kalo bisa sampe si cewe orgasme. Fokus di daerah-daerah sensitif si cewek, Remas-remas tokednya, pilin-pilin dan jilatin putingnya, gigit-gitiin perutnya, mhemeknya dikobel-kobel” tambah Ethan lagi. “Iihh.. Ethan bahasanya vulgar banget. Gue kan jengah” kata Donna malu. “Weh, sorry Don. Baru sekali ini bahas kaya ginian sama cewek. Biasanya cuma antar cowok. Makanya bahasanya ngaco gini. Gapapa ya. Biar gampang gue neranginnya“ Ethan menjelaskan (ini jelas-jelas bohong besar. Ethan malah seringnya menjelaskan ini ke cewek yang lagi curhat dan pengen dilahap sama Ethan). “Ya udah, tersera lo lah Than. Tapi, gue baru sadar kalo gue bisa lebih menikmati ngeseks ya. Selama ini ada yang mengganjal setiap gue habis ngeseks, ternyata gue belum klimaks kali ya” kata Donna agak menerawang. “Yesss.. Tahap 1 clear” sorak Ethan dalam hati.


Tahap ke-2: Kalo cewe merespon baik penjelasan di tahap 1 (ditunjukkan adanya pertanyaan dan mengikuti alur penjelasan. Kalo si cewek cuek-cuek aja atau malah berusaha mengalihkan topik, berarti penjelasan lo ga masuk di hatinya . Rugi ajak kalo masuk ke tahap ke-2), kita bisa masuk ke tahap ke-2, yaitu: mensimulasi situasi dimana si cewek mendapat treatment seksnya yang menjadi solusi masalahnya. Disini cowok harus pinter-pinter milih kata-kata dan intonasi (atau pitch control wkwkwk). Tapi inget ya, kalo cewe target lo dasarnya berjiwa lonte ato matre, kagak perlu sampe repot-repot begini. Ajak minum ato tawarin duit, langsung aja coblos. Ini cuma buat cewek-cewek yang punya kelas. “Don, mau gue kasi tips ga buat Lo dan cowok lo agar seks kalian lebih asyik lagi” Ethan menawarkan. “Mau.. mau than..” sambut Donna agak kelewat bersemangat, yang kemudian dia jadi agak malu sendiri. “Gini caranya, lo harus bayangin apa yang gue katakan. Lo inget-inget sensasinya. Jadi lo bisa lebih mudah njelasinnya ke cowok lo past nge-seks nanti. Si Donna tidak sadar kalo laju mobil jadi jauh lebih melambat. “Pejemin mata lo Don. Bayangin lo lagi bercumbu sama Cowo lo” Ethan memulai therapinya. “Eh btw, lo paling demen di rangsang dimana sih” Tanya Ethan sok tanpa tendensi. “Di susu gue Than” jawab Donna pelan dengan wajah memerah. “Ok. Pejemin mata lo lagi. Bayangin bibir lo bedua sudah saling melumat. Dia gigit-gigit bibir bawah lo. Lidahnya sekali-kali masuk ke dalam mulut lo, dan mainin lidah lo. Tangannya mulai meremas-remas toked lo. Awalnya pelan-pelan, terus semakin keras, semakin kasar. Putting lo di pilin-pilin, dan sekali-kali ditarik.”. Donna yang memejamkan mata, nafasnya mulai agak memburu. Dadanya naik turun lebih cepat. Ethan semakin bersemangat “Cowok lo mulai nyiumin leher lo. Turun terus, sampai di toked lo. Toked lo masih diremas-remas, sambil digigit-gigit. Puting lo diisep kuat-kuat. Lidah cowok lo mainin puting lo”. Pada saat itu, Donna sebenarnya sudah horny berat. Cuma rasa tengsin dan ego saja yang mencegahnya menerkam Ethan dan mengajaknya bergumul. Tangan Donna menegang dan meremas jok mobil kuat-kuat. Bibir bawahnya digigit kuat-kuat. Kata-kata Ethan mengalir masuk melalui kupingnya, membawa aliran hangat ke tokednya. Putingnya menegang dan gatal ingin dihisap. “Huummppfffff aduhh mhemek gue gatel banget. Udah mulai banjir rasanya dibawah” desah Donna dalam hati. Tapi Donna tidak ingin berhenti. Donna suka sensasi ini. Ditambah ada cowo asing disebelahnya, malah membuat sensasi itu semakin kuat. “Cowo lo masih menjilati puting lo. Tangan kirinya meremas-meremas toked lo dengan kasarnya. Sedang tangan kanannya mulai membelai-belai selangkangan lo. Donna mendesah agak keras “Ehhhmmm….Uhh..”. Tangan kanannya mulai membuka celana lo dan menurunkan resleting lo. Jari tengahnya mulai membelai bibir mhemek lo. Eh, Don gue ga bisa nerusin neh” potong Ethan tiba-tiba.



Donna yang libidonya semakin memuncak, membuka mata dengan kaget “Eh napaa..? Tanya Donna lebih keras dari yang diinginkannya. “Habis kemeja lo ga dikancing atasnya. Jadinya gue bisa ngliat sebagian besar belahan toked lo dari samping sini. Jadi ga konsen lah gue. Sorry ya, gue jadi horny sendiri “kata Ethan tampak penuh penyasalan (percayalah pembaca, ini cuma akting die aja). Donna memang tidak mengancingkan 2 kancing atas kemeja putihnya. Belahan tokednya, dan sebagian isinya, bisa terlihat jelas dari sisi Ethan. Apalagi ketika Donna semakin horny, tubuhnya semakin menegak dan dadanya semakin membusung, membuat Ethan semakin jelas melihat belahan toked Donna. “Wah sory Than, bukannya gue ga mau ngancingin. Emang ga bisa gue kancingin “jawab Donna tersipu. “Sory ya Than. Apa yang bisa gue bantu?” tawaran Donna mengejutkan Ethan. Dan langsung reflek dijawab “Kasi gue blow job dong Dona”. Muka Donna bersemu tambah merah lagi “Ih, kamu maunya”. Karena tidak terlihat reaksi penolakan yang berlebih, Ethan memberanikan diri meraih pundak Donna dan menarik Donna mendekati dirinya dan langsung melumat bibir Donna yang sensual. Donna membalas cipokan Ethan selama beberapa detik, kemudian melepaskan diri dan berkata “Cuma blowjob aja ya. Lo jangan grepe-grepe gue. Awas lo” ancam Donna manis. “Iya, gue usahakan” cengir Ethan sambil berusaha melepaskan sabuknya dengan tangan kiri. Walaupun Donna masih agak malu-malu, tapi sensasi gatal di dada dan selangkangannya mengatasi logikanya sehingga keinginannya untuk menjamah konthol Ethan menang. Donna membuka celana Ethan, dan terlonjak kaget ketika konthol Ethan yang 17.5cm meloncat keluar “Ehh.. gede banget!” pekik Donna ga sadar. “Aduhh.. cukup ga ya mulut gue” batin Donna. Tapi karena tangan kiri Ethan sudah menekan kepala Donna, Donna tidak sempat berpikir ulang lagi dan langsung membuka mulutnya untuk mencaplok palkon Ethan. “Ehhmm…” desah Ethan keenakan ketika Donna mulai mengemut-ngemut palkonnya. Rasa geli dan nikmat menjalar di seluruh konthol, selangkangan dan menjalar keseluruh tubuh.


Sambil tangan kanannya mengocok konthol Ethan, bibir Donna melumat-lumat palkon dengan penuh nafsu. Lidah Donna kadang-kadang menjilati lubang konthol dan sepanjang batang konthol Ethan. Ethan mulai blingsatan duduknya. Konsen menyetir jadi lebih susah lagi. Untung jalanan macet, jadi jalan pelan banget. Tangan Ethan menjambak rambut Donna, dan memaksanya menelan kontholnya lebih dalam lagi, kemudian mengocoknya dengan gerakan kepala naik turun. Donna agak megap-megap melakukan manuver ini karena konthol Ethan yang hampir 5cm lebarnya betul-betul memenuhi mulutnya. Ethan yang makin horny semakin tidak tahan memegang janjinya untuk tidak grepe-grepe. Apalagi melihat Donna yang penuh nafsu menyepong kontholnya. Tangan kirinya bergerak ke bawah badan Donna dan menyasar area tokednya. Dengan mudah toked Donna diraih oleh Ethan. Langsung menyusup kedalam kemejanya, dan meremas toked montok dari balik bra Donna. Donna sempat kaget ketika tokednya tiba-tiba diremas “Ughhh..si Ethan kurang ajar banget sih. Toked gue diremes-remes.. Tapi enak banget.. Gue stop ga ya” pikir Donna bingung ambil keputusan. Tapi, pada saat itu tangan Ethan malah berenti meremas-remas toked Donna. Donna yang sedikit merasa sayang, meneruskan blowjobya. Sebenarnya Ethan malah berusaha melepas kaitan BH Donna, yang untungnya, ada dibelakang. Dengan jari yang sudah terlatih, kaitan BH langsung lepas. Donna juga langsung merasakan bahwa tokednya langsung jatuh bebas tidak ada lagi yang menyangga. Belum sempat melepaskan konthol Ethan dari mulutnya, Donna sudah merasakan jemari kasar Ethan menjamah dan langsung meremas-remas tokednya yang kini tanpa pelindung. Sensasinya luar biasa..! Libido Donna langsung naik tinggi. “Ethannn.. sialan Lo. Kan udah janji eahh.. hahhhhh…” ucapan Donna terputus desahan erotisnya karena Ethan memilin-milin putingnya dengan ahli. Rasa gatal di areola tokednya yang sedari tadi terpendam, langsung bereaksi dan menebarkan sensai nikmat yang sangat. Tubuh Donna menggeliat-geliat tanpa bisa ditahan. “ Ajrit! Ternyata toked ni anak gede bener. Ini sih 36D! Mana kenyal banget. Mujurr…” kata Ethan dalam hati. Melihat Donna menggeliat-geliat keenakan dan sibuk mendesah-desah lupa akan blowjobnya, Ethan semakin aktif meremas-remas sepasang toked montok Donna. Kini dua tangan Ethan juga meremas-remas dan mempermainkan putting Donna sekaligus. Donna semakin belingsatan karena didera gelombang libido yang semakin memuncak.


Tiba-tiba Ethan mengangkat badan Donna agar tegak lagi. Kemudian sambil merapikan kancing-kancing kemeja Donna yang terbuka 2 kancing lagi, Ethan berkata “Rumah lo yang mana neh? Udah di jalan ****”. Donna yang masih dibuai gairah birahi, agak bingung dengan pertanyaan Ethan dan berhentinya acara remas-meremas yang mulai memanas. “Eh, oh.. Rumah gue ya? Oo udah sampe sini toh” jawab Donna kebingungan dan jengah. “Itu rumah gue yang pagar coklat” tambah Donna sambil merapikan rambut dan pakaiannya. Nafas Donna masih agak tersengal-sengal karena pacuan birahi tadi. Ethan memarkir mobilnya di depan pagar rumah Donna yang megah. “Anak tajir ternyata. Gede amat rumahnya” batin Ethan. “Than, lo mampir ga?” tanya Donna setengah berharap. “Iyalah. Kan lo blum nuntasi gawean lo” jawab Ethan blak-blakan. “U-uh. Ternyata gara-gara itu doang ya lo mau mampirnya” jawab Donna merajuk, yang bikin Ethan tambah gemes dan horny. “Ya udah. Ayo masuk yuk” ajak Donna.



Weh, ternyata bokap-nyokapnya Donna ada di rumah. Lagi nonton film di ruang keluarganya yang simple tapi terlihat berkelas. Setelah dikenalkan dan basa-basi dikit, Ethan ditinggal di ruang tamu, bonyoknya Donna balik lagi nonton film. “Gue ganti baju dulu ya Than. Tunggu aja disini bentar” kata Donna sambil mengerdipkan mata. “He-eh” balas Ethan dengan tampang bodoh. “Anjrritt… Napa juga bonyoknya ada di rumah. Ga bisa ngikut ke kamarnya si Donna dong gue. Gimana nasib adek gue neh” runtuk Ethan dalam hati. Tiba-tiba seorang wanita setengah baya masuk ke ruang tamu sambil berkata “Neng Donna pesen, Mas Ethan diminta nunggu di taman samping. Minuman juga sudah Mbok taruh disana”. Diantar pembantu itu, Ethan melangkah ke luar rumah menuju taman di samping rumah. Ethan bersorak dalam hati melihat tempat yang dimaksud. Di pojok taman ada area kursi dan kolam kecil. Yang bikin Ethan bahagia, tempat tersebut terlindungi dari rumah karena dibalik pohon dan semak bunga-bungaan. Berbagai skenario mesum langsung berkelebat di benak Ethan.



Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat. Donna muncul dengan hanya menggunakan kemeja putih kedodoran yang panjangnya hampir selututnya. Dua kancing atas tetap terbuka. Entah mengapa, penampilan yang diluar harapan Ethan ini malah membuat Donna terlihat lebih sensual. Nafas Ethan langsung memburu. Ethan berdiri menghampiri Donna. “Mau langsung dimulai nih Than?” tanya Donna lirih tapi sambil tersenyum malu-malu. “Ga usah Don. Lo lupain aja blowjobnya. Gue udah ga minat lagi” kata Ethan mengejutkan Donna. “Loh, gue pikir..”. Belum habis ucapan Donna, tangan Ethan sudah meraih pinggang Donna kedalam pelukannya, dan bibir Ethan melumat bibir Donna penuh nafsu. Beberapa saat Donna gelagepan, tapi langsung bisa mengimbangi. Tangan Ethan bergerak turun dan meremas-remas bongkahan pantat Donna, yang walaupun tidak semenonjol punya Dea tapi proporsional dan kencang.



Ethan mendudukkan Donna di kursi taman, lalu dengan kasar membuka kemeja Donna. Sepasang toked besar dan bulat seperti melompat keluar. Mata Ethan melotot melihat ukuran toked Donna yang supersize seperti di film-film bokep. Impian jadi nyata! Karena cuma diliatin saja, Donna menjadi jengah “Cuma mo liatin aja Than?” “Sorry Don. Toked lo indah bener. Besar dan bulat” ujar Ethan jujur. Kedua tangan Ethan langsung meraup kedua bongkahan bulat tersebut dan meremas-remasnya dengan penuh nafsu. Gerakan memutar-mutar dari pangkal toked kemudia merucut ke putingnya, sambil diremas-remas dengan kasar. Donna sepertinya menyukai tokednya diperlakukan dengan kasar. Terbukti Donna langsung memejamkan mata dan mengeluarakan lenguhan tertahan “Uuuhh….sshhhh.. hmmmpppfff”. Puting Donna yang super sensitif tak lepas dari ransangan Ethan. Dipilin dan ditarik-tarik. Lalu lidah Ethan mulai menjilatinya, dan ditengahi oleh hisapan-hisapan dalam mulutnya. “[i]Hhmmmppffff.. enak bangetttt.. Belum pernah susu gue diginiin[i] ceracau Donna dalam hati. Sensasi lidah Ethan yang kasar di putih Donna, belum lagi gigitan-gigitan kecil, membuat sensasi gatal yang menyenangkan menyebar keseluruh tubuh. Mhemek Donna sudah mulai basah dan berkedut-kedut. Seperti bisa membaca tuntutan hati (dan mhemek Donna), jemari Ethan mulai menjamah selangkangan Donna. Celana dalam sutranya ternyata sudah basah. Jari tengah Ethan langsung menekan gundukan mhemek Donna dan menggeseknya kuat-kuat. Tubuh Donna agak melengkung oleh sensasi kenikmatan yang menjadi-jadi “Ouuhhh…. Etthhannn….” lenguh Donna yang mencapai orgasme pertamanya hari ini. Setelah kelonjotan kecil, Donna menarik napas panjang. “Gila Than, enak bangett..” bisik Donna di telinga Ethan. “Ini baru pemanasan Sayang” bisik Ethan sambil meloloskan celana dalam Donna. Ethan mengambil posisi berjongkok di depan Donna yang duduk di kursi, di tengah-tengah paha Donna yg dipentangkan lebar oleh Ethan. “Eh, lo mo ngapain Than?” tanya Donna agak jengah karena muka Ethan hanya sejengkal dari bibir mhemeknya. Ethan tidak menjawab, tapi langsung mengangkat paha Donna lebih tinggi sehingga pantat Donna agak tarangkat dan mhemek lebih terekspos. Ethan melihat dua gundukan putih yang montok tanpa jembi dengan penuh nafsu. Tanpa tedeng aling-aling Ethan langsung melumat bibir mhemek Donna dengan semangat. “Ethann.. gue belum pernah diginiin..” jerit kecil Donna, sambil berusaha menjauhkan kepala Ethan dari selangkangannya. Tapi, Ethan tetap berkeras. Malah lidahnya mulai menyelusup ke dalam mhemek yang sudah basah kuyup itu, sambil menggerakkan lidahnya naik turun dengan cepat. “Fuahhhhhh… ahhh..ahhh.. ouuuuhhhh..” lenguh Donna lebih heboh lagi, karena rasa gatal yang sudah sempat terpuaskan tadi, muncul kembali dengan lebih dahsyat. Rasanya ada yang berusaha hendak keluar dari mhemeknya dan rasa itu berkumpul, bergetar, mengirimkan gelombang kenikmatan ke sekujur tubuh Donna. Tangan Donna kini tidak lagi berusaha menjauhkan kepala Ethan, malah menekannya semakin erat ke selangkangannya. Sambil menjilati klitoris Donna yang makin menonjol, jari tengah Ethan juga aktif mengocok lubang mhemek Donna. Suara becek berkecipakan, ditingkahi oleh lenguhan Donna yang dibanjiri oleh sensasi birahi yang semakin memuncak. SLEP..SLEP..SLEP..” Auhh.. Auhhh.. Ekkhhhhh… Ehhhhhffffmmpppp…” Donna mendesah keenakan. Kepalanya menggeleng ke kiri dan ke kanan. Punggungnya semakin melengkung. Tidak sampai 5 menit, Donna sudah berkata “Than.. thann.. ehhmm.. gue mo kluar.. gue mo kluar..”kata Donna terbata-bata. Ethan cepat mengocok lubang mhemek yang smakin banjir. Dan…” OUUUHHHHHH….. HAAHHHHHHHHH…” jeritan orgasme Donna keluar seiring banjir cairan orgasmenya. Tidak ingin membiarkan Donna istirahat, ketika Donna mencapai orgasme, Ethan malah semakin kencang mengocok dan melumat klitori Donna. “AUUHHH… AHH.AHHH .. ETH..ETH..ANN…GUE GA KUATT…” rengek Donna yang dilanda gelombang orgasme 2 sekaligus… Pantat Donna sampai terangkat dan kelonjotan karena sensasi orgasme yang bertubi-tubi. Baru Ethan melepaskan rangsangannya. “Lebih enak lagi kan pas lo keluar yang kedua ini Don?” tanya Ethan sambil nyengir jail. Donna berusaha mengatur nafasnya yang memburu baru menjawab “Sialan lo Than.. Gue udah ga kuat, masih juga lo kocok-kocok vagina gue”. Ini bedanya Donna sama Dea & Vani, walopun dipuncak nafsu, ga ada kata-kata vulgar yang keluar. Tapi harus dicek, goyangannya kalah ga sama mereka. “Tapi, lo demen kan. Ini pengalaman pertama lo capai orgasme seperti ini” balas Ethan. “Iya sih..” jawab Donna tersipu-sipu.



Ethan langsung melepaskan celananya dan celana dalamnya. Kontholnya yang sudah ngaceng dari tadi langsung mengacung tegak di hadapan Donna. Kedua tangan Ethan langsung mengangkan paha Donna lebar-lebar. Donna agak gelagepan “Eh..oh.. Lo mo ngelakuinnya di sini? Gue blow job aja ya Than” tawar Donna agak panik. Kalo urusan petting dan blowjob itu ok-lah, kalo urusan mhemeknya mau dipenetrasi konthol asing bukan milik cowoknya, itu beda lagi. Donna merasa belum siap. Apalagi melihat ukuran kontol Ethan yang jauh lebih besar dari konthol cowoknya. Tapi, Ethan nafsunya sudah diubun-ubun. Pantatnya semakin ditekan lagi ke arah selangkangan Donna. Walopun kedua tangan Donna berusah menahan gerakan pinggang Ethan, tapi tenaganya yang sudah terkuras orgasme-orgasme yang bertubi-tubi, tak mampu berbuat banyak. Sekejap saja, pal-kon Ethan sudah mencium bibir mhemek Donna, dan mulai menyeruak masuk. “Ethannnn… jangan dimasukinn..” erang Donna tanpa daya. Blesssh..! Palkon dan batang kontol Ethan masuk sebagian ke mhemek Donna yang sudah basah kuyup. Cairan peju dan pelumas Donna memudahkan batang konthol Ethan untuk melesak masuk. “Ummpppfff..” Donna agak tersedak karena sensasi benda asing yang sangat menyesaki dinding-dinding mhemeknya. “Busettt.. besar bangett.. Vagina gue penuh banget rasanya” erang Donna dalam hati. Konthol Ethan mulai bergerak keluar masuk dengan teratur. Semakin lama semakin cepat. Karena mhemek Donna sempit, banyak cairan peju Donna yang ikut keluar ketika Ethan menarik kontholnya. Itupun kontholnya baru masuk setengahnya. Ethan tidak mau memaksa langsung membenamkan seluruh batangnya, karena Ethan ingin Donna terbiasa dulu dan ikut menikmatinya (walopun Ethan setengah mati nahan nafsu untuk langsung membenamkan dan masuk RPM tinggi).



Seiring semakin lancarnya gerak masuk-keluar konthol Ethan dalam mhemek Donna, semakin keras lenguhan birahi Donna terdengar. Kepalanya kembali menggeleng-geleng dengan heboh. Ethan langsung menancapkan penuh-penuh kontholnya dan dilanjutkan dengan kocokan gigi 4. “Hhh..Hhh.. Hhh.. sempit banget mhemek lo Don.. Konthol gue kaya diperet-peret. Lo jarang ngenthot ya?” ujar Ethan penuh birahi, ditambah pemandangan raut muka Donna yang diliputi nafsu dan goncangan kedua tokednya yang bergerak naik turun tidak karuan karena goyangan Ethan. Ucapan Ethan yang vulgar membuat sensasi gatal di sekujur selangkangan Donna semakin menghebat. “AHHHH.. AHHH… OUUHH..OUUGGHHHH…! Donna melenguh hebat ketika rasa gatal di mhemeknya digaruk-garuk kasar oleh konthol Ethan, sehingga meledak tanpa bisa dibendung. Orgasmenya kali ini lebih hebat dari yang sebelum-sebelumnya. Dengan masih membiarkan kontholnya di dalam mhemek Donna, Ethan mengangkat Donna dan dibaringkan di atas rumput. Dengan posisi yang lebih nyaman ini, Ethan semakin ganas mengocok dan mengobel-ngobel mhemek Donna. Gerakan naik turun pantatnya, diselingi gerakan memutar-mutar yang heboh, membuat Donna memasuki fase birahi yang lebih tinggi lagi. “AHHH.. AHH.. ENAK BANGET THAN.. ENAK BANGETT..!! jerit Donna penuh nafsu. Toked Donna yang mengkal sudah penuh bekas cupangan Ethan yang tidak bosan-bosannya mengerjai sepasang toked melon itu. Selama 10 menit, Donna mengalami dua orgasme lagi, yang dicapainya nyaris tanpa jeda karena Ethan tetap menggenjot dengan torsi tinggi ketika Donna keluar.



“Than.. than.. break bhentar..uhhmm. bentar aja” pinta Donna tersengal-sengal. Ethan menghentikan goyangannya, dan menarik keluar kontholnya. Donna memanfaatkan waktu itu untuk memejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam. Kepalanya terasa ringan karena sensasi orgasme yang bertubi-tubi. Rasa bahagia dan nikmat masih meliputi seluruh tubuhnya, sehingga udara dingin malam tidak terasa. Tiba-tiba Donna merasa tubuhnya dimiringkan ke kanan dan kaki kirinya diangkat lebar-lebar. Membuka matanya, Donna melihat Ethan sedang berusaha memasukkan kontholnya dalam posisi menyamping. “Eh, lo masih pingin ya than. Jangan keras-keras ya Than” pinta Donna merajuk. Tapi, mana mungkin Ethan memenuhi permintaan seperti ini. Palkonnya sudah terasa semakin berdenyut-denyut dan semakin gatal ingin digaruk oleh mhemek sempit Donna. Tanpa tedeng aling-aling Ethan langsung membenamkan seluruh batang kontholnya “BLESSS..SLEPPP..” . “AUUHHH….” Pekik Donna kaget. Dalam posisi menyamping begini, konthol Ethan masuk lebih dalam dan lebih mudah menggesek-gesek g-spot Donna. Tangan kirinya pun lebih mudah meraih toked Donna. Sambil meremas toked Donna, Ethan menggerakkan pinggulnya maju-mundur dengan kecepatan tinggi. PLAK..PLAK.. PLAK.. SLEPPHH..SLEPPHH.. “Damn, mhemek lo kok makin sempit aja Don” maki Ethan keenakan. Donna sebenarnya sadar kenapa Ethan merasa mhemeknya semakin sempit. Itu karena aliran spema Ethan sudah berada di batangnya dan siap menyembur keluar. Berlawanan dengan akal sehatnya yang menyuruhnya mendorong Ethan menjauh dan melepaskan kontholnya, Donna malah semakin heboh melenguh dan bergoyang sedapatnya “YESS.. YESS… OUUUHHMMMMM..OUUHHHGGHHHH…”. Rasa gatal yang memuncak dan berkumpul di mhemeknya membuat Donna semakin histeris ingin cepat-cepat dipuaskan. Tiba-tiba Ethan meremas toked Donna kuat-kuat, dan menekan kuat-kuat kontholnya ke dalam mhemek Ethan, sambil melenguh puas konthol Ethan menyemburkan pejunya kuat-kuat “AOOUUUUHHH… HHHEEHHHHHH.. Enakknnyaa…”. Lenguhan Donna yang lebih keras lagi menandakan Donna mencapai klimaksnya. Semprotan peju dan tekanan kuat konthol Ethan menjebol dinding pertahanan Donna “OOOAAAHHH..HHAHHHHHHHH….Ahh..AHH..AHH..”. Donna kelonjotan selama beberapa saat sampai akhirnya tenang setelah badai orgasme berlalu.



“Gila lo Than. Baru kali ini gue ngalamin seks kaya gini. Ternyata nikmatnya luar biasa” bisik Donna lirih pada Ethan yang terlentang di sebelahnya. “Gue juga nikmatin banget Don. Ga nyangka lo jago goyangnya, dan mhemek lo peret banget. Blum pernah gue lemes kaya gini sehabis ngenthot (ini jelas boong)” balas Ethan. Mendengar itu, Donna agak bersemu merah “Gue harusnya bangga, gitu” balas Donna, yang maunya pedes tapi senyum malu-malunya menghapus kesan judesnya. “Untung sekarang bukan masa subur gue” rajuk Donna lagi. “Thanks ya sexy” kata Ethan lembut sambil mengecup bibir Donna. Donna tersenyum manissss sekali. “Sayang, lo udah punya cowok. Ga enak gue ganggu lo lagi setelah ini” tambah Ethan. Donna diam aja. Setelah bebenah dan bersih-bersih dikit, Ethan pamit pulang kepada bonyok Donna. Ketika berpisah di pagar depan, sambil mengecup ringan Donna, Ethan masih sempat meremas toked Donna sekali.



Esoknya. Sehabis kuliah jam pertama, Ethan beranjak menuju kantin. Tiba-tiba HP nya berbunyi. Dea nelpon. “Ngapain ni Anak? Kurang puas kali sama Roy” pikir Ethan. “Halo, apaan De?” sapa Ethan. Suara Dea yang tinggi langsung terdengar “Hei, kupret. Lo apain si Donna kemaren hah?” damprat Dea. “Lah, emang napa? Gue ga apa-apain kok” jawab Ethan berusaha keliatan innocent. “Dia mutusin si Sinyo cowo-nya barusan”. “Hah?” jawab kaget Ethan. “ puji syukur. Kalo jodoh emang ga kemana ya” ucap Ethan dalam hati sambil membelai selangkangannya

mau baca lebih cerita hot klik di sini ya >>> hot <<<<

NIKMAT BERCINTA DIDALAM KERETA

Cerita Dewasa Sex Hot - Peristiwa ini berlaku sewaktu aku bekerja di JB di mana aku telah dilantik menjadi ketua untuk menganjurkan company family day. Seperti tradisinya hanya orang bujang akan menjadi jawatankuasa penganjur. Sebagai ketua aku telah menetapkan aktiviti dan melantik ahli jawatankuasa yang lain.

Nak dijadikan cerita dua minggu sebelum function kami perlu ke beach resort yang sudah ditempah untuk memastikan persediaanya berjalan lancar. Kami 6 orang, 3 lelaki dan 3 wanita akan kesana yaitu aku, Roy dan Khan sementara wanita pula Nurool (nama sebenar) awekku, Mimi dan Leen.


Kami bertolak jam 3 petang selepas mendapat kebenaran Personnel Manager dengan dua kereta. Kami sampai jam 5 petang. Setelah 2-3 jam berbincang dengan pengurusan hotel kami pun berangkat pulang kira kira pukul 8 malam. Sebelum pulang aku memberi isyarat kepada Roy aku nak balik berdua dengan Nurool aja. Terpaksalah Roy tumpang kereta Khan, dia pun faham.

Nurool ni memang lawa baru aja grade dan masih 6 bulan bekerja di sini. Berasal dari utara. Budaknya berkulit putih bertubuh langsing tinggi dan bila tersenyum amat manis sekali. Habis budak jantan kat sini nak tackle dia tapi sudah rezeki aku agaknya. Tapi part paling seksi buah dadanya yang menonjol dan punggungnya yang melentik agak tonggek. Tambahan lagi dia nia jenis outspoken dan boleh diajak sembang dan bergurau tentang seks. Tak keterlaluan aku katakan sudah ber gelen gelen air maniku habis melancap bermodalkan Nurool.

Berbalik pada kisah kami. Oleh kerana perjalanan kami agak jauh kami berbual supaya tidak mengantuk dalam masa yang sama tangan aku mengambil kesempatan meraba-raba peha dan sekali sekala buah dada Nurool. Nurool tak kisah sebab kami sudah selalu ringan-ringan kadang-kadang tu dalam office pun jadi. Nurool pulak menyandarkan kepalanya ke bahuku sementara tangannya mengosok gosok pehaku.

Sambil tu Nurool mencium-cium aku lama kelamaan batang konekku pun bangun stim, senak perutku bila adikku tu mengeras dalam seluar jeans. Aku bagitau Nurool supaya membuka seluarku sebab aku sudah tak tahan. Nurool pulak nakal diramas-ramas, dilurut dari atas kebawah batang pelirku. Makin mencanak kerasnya. Aku makin tak selesa sebab aku tak boleh respons kat Nurool kerana sedang memandu.

Jadi aku memutuskan untuk cari port yang sesuai dan beromen sebelum meneruskan perjalanan. Aku memberhentikan kereta disebuah kawasan taman yang sunyi dan aku yakin tak dilihat orang. Bila kereta sudah parking senanglah kami beromen, aku segera memeluk Nurool, kami berkucup-kucupan penuh mesra tanganku meraba-raba buah dada Nurool yang mengkal pejal dibaluti coli nipis. Tangan Nurool pula masih mengurut-urut batang pelirku.

Kami terus berkucup dan berkulum-lulum lidah sambil tanganku membuka satu persatu butang blouse yang dipakainya, kemudian tanganku menyelinap masuk ke dalam coli dan meramas perlahan-lahan buah dada sambil mengentel-gentel putingnya. Tanganku tak henti-henti menguli payudara Nurool hingga buah dadanya kemerah-merahan dan keras mengkal terpacak. Setelah puas berkulum lidah aku meneruskan dengan mecium dan menjilat-jilat pipi tengkuk, cuping telinga hingga kelehernya semua aku kerjakan sampai birat-birat. Aku teruskan lagi dengan mulutku menghisap sebelah buah dada Nurool sementara tanganku meramas yang sebelah lagi.

Aku lihat Nurool sudah gelisah nafasnya turun naik kencang sesekali mendengus-dengus matanya pula tertutup rapat menikmati rangsangan tangan dan mulutku ke atas buah dadanya. Aku hisap dan ramas buah dadanya hingga lenjun dengan air liurku. Aku teruskan lagi dengan tanganku merayap keperutnya yang rata, ke pusat hingga ketendunnya yang tembam dan masih ditutupi skirt labuh yang dipakainya.

Sewaktu tanganku cuba menyentuh bahagian sulitnya Nurool menolak tanganku melarangku daripada meneruskannya. Memangpun sebelum ini aku tak pernah menyentuh bahagian sulitnya, tapi kali ini aku amat terangsang untuk melihat sendiri faraj Nurool. Maklumlah dia ni memang lawa dan putih melepak orangnya.

Aku memujuk rayu Nurool agar membenarkan aku menyentuh farajnya. Aku katakan padanya yang aku amat mencintainya dan tak akan merosakkanya dan aku berjanji hanya nak menyentuhnya tak lebih dari itu. Akhirnya Nurool terpedaya dengan pujuk rayuku dengan syarat aku hanya menyentuh tanpa memasukkan jari atau batang pelirku ke dalam rongga farajnya.

Tanganku mula meraba-raba faraj Nurool daripada luar skirtnya aku dapat merasakan pantatnya beransur-ansur mengembang bila kuusap-usap hingga menjadi semakin tembam walaupun masih ditutupi skirt. Beransur ansur aku masukkan tanganku kecelah pehanya kuusap-usap peha lembut dan gebu hingga kepangkalnya. Apabila sampai kepangkal peha aku menekup faraj Nurool dengan tapak tanganku. Penuh tapak tanganku, 'memang besar pantat budak ni' getus hatiku. Aku dapat merasakan panties Nurool dan lembab dengan cairan ghairah daripada farajnya. Tanganku mula bergerak ke atas dan ke bawah mengikut alur pantatnya sementara mulutku masih mengerjakan buah dadanya. Makin lama makin banyak cairan hingga basah pantiesnya, tapak tanganku pula dan semakin lenjun dibuatnya.

Aku segera menyelak pantiesnya dan melurutkan jari tengahku ke alur farajnya. Pantat nya betul betul sudah lenjun aku terus melurut-lurut jari jemariku ke atas adan kebawah hingga menyentuh biji kelentitnya. Pantatnya begitu hangat dan basah sambil terasa bibir farajnya mengemut-ngemut menahan asakan berahi jemariku.

Kali ini Nurool tak lagi mendengus malah mengerang-ngerang kesedapan setiap kali jariku mengentel biji kelentitnya sambil tangannya meramas-ramas badanku. Sesekali tangan Nurool menahan tanganku agar terus mengentel biji kelentitnya. Aku juga amat terangsang menyebabkan batangku mencanak sekali. Aku cuba merapatkan mulutku kefarajnya tetapi agak sukar kerana kami berada ditempat duduk depan kereta jadi pergerakan dan aksi kami amat terbatas.

Aku segera memusingkan badan Nurool supaya menyandar ke dinding kereta sementara kaki kanannya kuletakkan ke konsol kaki kirinya kuletakkan ke dash board. Nurool agak kurang selesa tapi sebab sudah syok dia akur sahaja. Dalam samar-samar aku dapat melihat dengan jelas farajnya yang menjadi idamanku selama ini. Farajnya amat tembam tersembul dan merah merekah. Kelihatan amat dijaga rapi hanya bulu-bulu nipis menutupi bahagian atas sementara bahagian bibir farajnya bersih dicukur. Dalam posisi mengangkang jelas kelihatan saluran faraj Nurool sudah terbuka sambil mengalirkan cairan jernih yang membasahi keseluruhan permukaan faraj dan meleleh hingga ke duburnya.

Aku amat terangsang lalu menyuakan mukaku kecelah kelengkangnya. Lidahku menjilat-jilat seluruh farajnya, kelentit dan duburnya hingga habis cairannya aku hisap. Habis aku gigit kelentit dan menyedut pantat Nurool hingga birat-birat kukerjakan. Akhirnya Nurool tak dapat menahan lagi nafsunya nafasnya semakin pantas tubuhnya kejang kedua tangannya memaut kemas menekan kepalaku diikuti farajnya mengemut ngemut sebelum membuakkan cairan faraj dengan banyak sekali. Nurool mencapai klimaksnya. Habis mulut dan muka aku dipenuhi lendi daripada farajnya.

Tubuh Nurool sudah kelihatan amat lesu dan longlai tersandar dikerusi kereta, matanya kuyu memandangku kosong sambil tersenyum kepuasan tapi aku belum puas lagi. Nafsuku membuak-buak ingin merodok rongga dara Nurool dengan batang pelirku yang sudah terhunus keras, walaupun aku sudah berjanji tak nak merosakkannya tapi atas desakan nafsu yang membuak-buak aku tak peduli lagi. Aku tengok Nurool pun sudah pasrah dan lemas dalam lautan nikmat seksual seperti meminta aku meneruskan kembara hingga kepuncaknya. Oleh kerana kami di dalam kereta yang agak sempit untuk bersenggama jadi aku memberi isyarat kepada Nurool supaya merangkak ke kerusi belakang pula.

Ketika merangkak aku memerhatikan punggung Nurool yang putih melepak dan menonggek amat menghairahkan nafsuku. Aku menyuruh Nurool menyandar ke pintu kereta sambil membuka kangkangnya. Aku membongkok menghampirinya kucium mulut dan berkulum lidah, tanganku pula meramas lembut buah dadanya sementara tangan sebelah lagi memaut erat pinggang Nurool yang ramping. Nurool juga memaut erat pinggangku sementara sebelah tangannya mengusap dadaku sambil mengentel puntingnya. Aku betul betul sudah steam tapi cuba bertenang sambil mengawal keadaan. Aku acukan batang pelirku yang keras seperti batu tepat ke lubang farajnya, kutusukkan perlahan sekadar melepasi kepala butuhku yang dang kembang macam cendawan. Aku terasa amat hangat dan ketat sekali kemutan faraj Nurool sehingga batangku tersekat walaupun farajnya tak henti-henti mengeluarkan pelincir. Memang masih dara lagi Nurool ni bisik hatiku memandangkan begitu sukar aku memasukkan batangku tambahan pula saiz batangku memang agak besar.

Aku teruskan menusuk pelirku keluar masuk setakat yang dapat, Nurool pulak mendesah dan mengerang kesedapan setiap kali aku tusukkan senjataku ke dalam pantatnya.

"Ohh.. Ohh.. Abangg.. Seedapnya bang.. Oohh.. Abang pelan sikit Nurool tak tahan.. Sakitt.. Oohh.." Begitulah keluhnya.

Apabila aku merasakan lubang pantatnya sudah semakin kembang aku tusukkan lebih dalam lagi hingga satu ketika kepala butuhku terasa seperti telah menembusi lapisan kulit, diikuti raungan daripada Nurool.

"Aduuhh.. Oohh.. Sakiit Bang aduhh." Nurool menahan kesakitan dalam kelazatan, aku lihat dia mengalirkan air mata barangkali memang sakit ketika aku mengoyakkan selaput daranya.

Apabila Nurool dan agak tenang aku terus tusukkan batang pelirku hingga santak kepangkal rahim. Nurool meraung lagi penuh kenikmatan, aku membiarkan batangku seketika di dalam untuk menikmati kemutan faraj Nurool yang amat kejap dan berturut-turut. Kemudian aku meneruskan dengan acara sorong tarik, aku menyorong dengan perlahan hingga santak dan menarik batang pelirku dengan pantas bertalu-talu. Punggung Nurool terangkat-angkat mengikut irama hayunanku menambahkan lagi kenikmatan persetubuhan. Nurool begitu terangsang hingga klimaks beberapa kali, dia meraung kesedapan sambil tangannya menarik narik rambutku.

"Ohh.. Ohh.. Ooohh.. Arghh.." Itu saja yang kedengaran dari mulut mungil Nurool yang pantatnya sedang aku kerjakan.

Setelah puas memantat dalam posisi menelentang aku menyuruh Nurool menungging. Ku ramas ramas punggungnya yang montok dan kubuka kangkangnya seluas-luas hingga tersembul farajnya. Kulihat farajnya sudah banjir dengan lendir lalu ku suakan mulutku menjilat cipapnya hingga ke dubur hingga hampir kering kukerjakan. Dalam posisi doggy style terus aku tusukkan seluruh batangku ke dalam lubang farajnya hingga santak kepangkal rahimnya. Aku menghayun dengan pantas dan bertalu-talu hingga menghasilkan bunyi berdecap-decup batang pelirku berlaga dengan pantat Nurool. Sambil menghayun batang pelirku ke dalam faraj tanganku sibuk menguli buah dadanya mulutku pula mengigit tengkuknya. Betul-betul 3 dalam 1. Punggung Nurool pula maju mundur mengikut hala tusukan, terkemut-kemut farajnya menahan asakan batangku. Badan kami berdua sudah lenjun bermandi peluh maklumlah bersenggama dalam kereta, buka tingkap sikit aja cukup-cukup untuk udara bernafas. Tiba-tiba pantat Nurool mengemut begitu kuat sekali dan meraung penuh ghairah mencapai klimaks yang entah keberapa.

Akibatnya kepala butuhku terangsang yang amat sangat, aku seperti tak dapat mengawal keadaan, nafasku kencang jantung berdegup pantas kepala butuhku pula berdenyut seperti nak terpancut. Nurool seperti mengerti keadaanku meminta aku pancut diluar farajnya.

"Abangg.. Buang kat luarr.. Oohh.. Pless.." Rayunya.

Dengan pantas aku mencabut pelirku dan cuba bertenang mengawal pernafasan supaya tidak terpancut dahulu sebab aku belum puas lagi menyetubuhi pantat Nurool. Lagi pula aku tak mahu memancurkan air maniku ke dalam pantat Nurool, buatnya dia mengandung naya aku. Jadi aku meminta nurool mengisap saja pelirku hingga memancutkan air mani.

Aku menyandar sementara Nurool membongkok mencapai pelirku. Dia cuba memasukkan keseluruhan batangku namun tak dapat sebab terlalu panjang. Nurool mengulom batangku dengan lahap sekali sambil tangannya melancapkan bahagian batang pelir yang tak muat dimulutnya. Jilatan dari lidah kasap nurool serta urutan jemarinya yang lembut ke atas batang pelirku amat menghairahkan sekali. Mataku terpejam menahan kesedapan oral seks sambil tanganku meramas ramas punggung Nurool yang pejal dan menonggek. Sesekali jariku mengusap lubang dubur dan hujung farajnya. Terangkat punggung Nurool bila jejariku menusuk nusuk lubang buntutnya.

Setelah hampir 10 minit batangku dikerjakan Nurool, aku sudah tak dapat nak menahan lagi kepala butuhku terasa berdenyut-denyut, uraturat pelirku terasa amat tegang diikuti rasa sensasi yang amat sangat hingga akhirnya aku memancutkan keseluruhan air mani ke dalam rongga halkum Nurool. Nurool awalya cuba mencabut mulutnya tapi tanganku lebih pantas menekan kepalanya hingga kesemua air maniku habis ditelannya.

Aku amat puas kerana dapat menyetubuhi pantat Nurool gadis pujaanku, walaupun aku terpaksa melakukannya

AKIBAT IRI HATI DAN BENCI

Cerita Dewasa - Akibat iri hati dan benci.

AKIBAT IRI HATI DAN BENCI

Namaku Audrey, aku ingin menceritakan pengalaman pahit yang sampai sekarang masih menjadi trauma yang sangat hebat bagiku. Pada waktu kejadian ini menimpa diriku aku masih siswi SMU kelas 3 di salah satu SMU negeri di Jakarta barat. Kata teman-temanku, wajahku mirip aktris Hongkong Cecilia Cung.

Aku lahir di Sumatera dan baru ke Jakarta waktu SMU. Aku tinggal sendirian di Kost di daerah kota waktu itu. Keluargu masih tinggal di Sumatera. Ayahku mempunyai perkebunan yang cukup besar disana. Aku tinggal sendirian di Kost di daerah kota.

Di sekolah aku sangat aktif di kegiatan ektrakurikuler. Pada tahun pertama aku dipilih menjadi menjadi pemain inti team volley dan basket di sekolahku. Karena prestasiku yang sangat menonjol di dalam team, guru olahragaku sangat kagum kepadaku.

Aku mengganti Lina yang menjadi kepala team Volley dan Basket saat itu dan posisi ini diberikan kepadaku. Lina adalah teman sekelasku. Sejak dipegang olehku team volley dan basket sekolahku menjadi juara 2 team volley dan dan juara 3 team basket di seluruh SMU negeri di Jakarta.

Pada waktu dipegang oleh Lina, prestasi team volley dan basket sekolah sangatlah buruk. Setelah team volley dan basket dipegang olehku, Lina aku keluarkan dari team volley maupun basket karena kulihat dia suka menjadi provokator yang membuat kekompakan team terganggu. Setelah Lina aku keluarkan dia marah besar padaku dan protes kepada guru olahragaku, tapi karena guru olahragaku takut kehilanganku dari team maka protes itu tidak digubrisnya. Lina sangatlah iri dan benci kepadaku. Mulai dari kejadian itu Lina berusaha untuk membalas dendam atas perbuatanku.

Masih kuingat awal kejadiannya dengan jelas. Pada saat itu pelajaran terakhir kelasku adalah pelajaran olahraga. Aku memakai kaos olahraga dan celana olahraga sekolahku yang bewarna abu-abu. Pada waktu aku sedang melakukan latihan volley kulihat Lina memperhatikanku terus, aku berusaha tidak melihatnya. Setelah selesai pelajaran olahraga dan pada waktu itu aku hendak balik menuju ke kelasku, Lina mengikutiku dari belakang dan memangilku, aku cukup kaget dia memangilku. Dia menghampiriku dan meminta maaf atas protes yang dia ajukan kepada guru olahragaku. Dia bilang dia turut bangga dengan prestasi team volley dan basket sekarang ini. Lina lalu menjabat tanganku meminta maaf sekali lagi kepadaku, sebagai tanda penyesalasannya dia mau mentraktirku di sebuah café.

Pertama aku menolaknya karena aku tidak mau merepotkannya, tapi dia terus memohon kepadaku. Aku melihat dari raut mukanya dia kelihatannya menyesal lalu aku menerima tawarannya karena merasa tidak enak dengannya. Yang tidak kusadari saat itu, semua itu hanya sandiwara dan jebakannya belaka untuk melaksanakan rencana balas dendamnya terhadapku.

Lina mengajakku di tempat parkir sekolah dimana dia memarkir mobilnya. Kami berdua masuk ke dalam mobil Honda CRV Hitam miliknya. Dalam waktu 20 menit sampailah kami di sebuah ruko baru. Kami berdua turun dari mobil dan masuk ke dalam ruko.

Kami langsung disambut oleh seorang Ibu. Ibu ini mempersilahkan kami masuk ke lantai 2 dimana terdapat meja dan kursi yang telah disusun dengan rapi. Ibu itu bilang karena cafenya baru akan buka besok maka hari ini masih sepi dengan pengunjung. Ibu itu menyodorkan menu makanan kepada kami. Kami memesan makanan dan lemon tea.

Setelah 5 menit turun ke lantai dasar ibu naik dengan membawa 2 gelas lemon tea. Lina langsung meneguk habis gelas yang berisi lemon tea tersebut lalu akupun menyusul manghabiskan lemon tea karena sudah kehausan sekali setelah tadi habis berolahraga di sekolah.

Sambil menunggu makanan, kami mengobrol mengenai team volley dan basket sekolah kami, 20 menit kemudian naiklah ibu itu dengan membawa beberapa piring makanan yang telah kami pesan. Kami berdua mulai menyantap makanan tersebut. Setelah selesai makan aku merasa sedikit aneh denganku, kepalaku terasa agak pusing dan mulai merasakan ngantuk yang luar biasa, penghilatanku agak kabur dan badanku terasa lemas. Setelah itu aku tidak tahu sadar lagi apa yang terjadi berikutnya denganku.

Waktu aku sadar aku berada di suatu ruangan yang sangat panas sekali sepertinya di ruangan sauna, aku masih memakai kaos olahraga abu-abu sekolahku dan rok abu-abu SMU yang sangat basah oleh keringatku. Posisi dalam posisi duduk kaki dan tangan terikat tali dan mulutku disumpal.

Aku baru sadar dengan apa yang terjadi denganku saat itu dan baru menyadari semua ini hanya jebakan dari Lina. Aku sungguh sangat menyesal telah menerima ajakannya. Aku berharap dapat keluar dari tempat ini tanpa terjadi sesuatu yang buruk terhadapku. Aku mulai mencari jalan keluar dan berusaha untuk melepaskan diri dari ikatan di tangan dan kakiku tapi usahaku sia sia saja. Aku hanya dapat berdoa agar Lina merubah jalan pikirannya dan melepaskanku bahkan aku bersedia minta maaf kepadanya karena telah mengeluarkannya dari team volley dan basket.

Lima menit kemudian masuklah ibu tadi dengan membawa sebuah handuk yang basah, tanpa sepatah katapun ibu itu lalu mendekatiku dan membekap hidungku dengan handuk yang telah dibasahi dengan cairan di dalam botol tersebut. Aku meronta ronta berusaha menghindar dari bekapan handuk yang dipegang oleh ibu itu tapi karena dalam keadaan terikat aku tidak bisa berbuat banyak. Tak lama kemudian aku sudah tak sadarkan diri lagi.

Setelah sadar diriku dalam keadaan terikat dan duduk di sebuah kursi dan dihadapanku ada sebuah TV besar. Aku merasakan seluruh badanku terasa sakit dan anusku terasa sangat perih. Kuperhatikan pula seluruh yang kupakai telah diganti mulai dari BH olahraga, CD, baju olahraga, rok abu-abu SMU.

Tiba-Tiba di TV besar itu muncul tayangan terlihatlah aku dalam keadaan terikat dan tak sadarkan diri di ruangan sauna. Rupanya tayangan adalah yang terjadi padaku selama aku tak sadarkan diri.
Tak lama kemudian Ibu tadi dan Lina membuka ikatan di tangan dan kakiku dan membawaku yang tak sadarkan diri ke sebuah kamar tidur yang besar.

Aku dibaringkan di atas tempat tidur lalu ibu itu membuka Kaos dan rok yang dipakainya lalu ia menghampiriku. Ia mengambil digital camera dan mulai memotretku lalu ia melepaskan baju olahraga beserta rok SMU-ku yang basah oleh keringatku.

Baju olahragaku diciumnya terutama di bagian yang sangat basah oleh keringatku sambil melakukan onani, demikian pula rok smuku diciumnya dan kemudian diberikan kepada Lina yang turut menikmati aroma keringat yang ada di baju olahragaku dan rok SMU-ku.

Aku yang masih memakai BH olahraga dan CD berwarna biru dipotretnya lalu ia melepaskan BH dan CDku. CDku yang basah oleh keringat diciumnya terutama di bagian yang ada bekas cairan yang berasal dari vaginaku dan ini sangat merangsang sekali buatnya lalu CD dan BHku diberikan kepada Lina untuk dinikmati juga. Aku baru pertama kali menyaksikan perilaku seksual yang sangat aneh seperti itu. Mereka sangat bernafsu sekali mencium aroma keringatku.

Ibu itu memotretku lagi dalam keadaan bugil, buah dadaku serta bulu-bulu halus disekitar vagina dipotretnya bibir vagina dibukanya dan juga dipotretnya close up, kemudian badanku dibaliknya sehingga posisiku sekarang terlungkup dan kedua kakiku dilebarkan selebar mungkin sehingga kelihatan dengan jelas lubang anusku dan kemudian dipotretnya dengan close up.

Ibu itu membalikkan badanku dan mulai menciumku dengan nafsu dan menjilati telingaku dan leherku lalu kedua puting payudaraku dihisapnya dengan penuh nafsu, payudaraku diremas remasnya dan putingku digigitnya dan dipelintirnya, lalu ia mencium dan menjilat pahaku. Kedua kakiku direntangkan dengan lebar sehingga lubang kemaluanku beserta bulu-bulu halus disekitarnya kelihatan dengan jelas lalu ia mulai menjilat bibir vaginaku dengan penuh nafsu sambil memasukkan kedua jarinya ke dalam lubang vaginaku selama beberapa saat.

Ibu itu kemudian membuka BH dan celana dalamnya sendiri dan mulai mendekatkan vaginanya ke vaginaku sedekat mungkin dan mulai mengesekannya sambil menarik kedua kakiku supaya gesekannya dan kenikmatan yang diperoleh semakin nikmat. Ia terus mengesekan vagina ke vaginaku sampai ia mengeluarkan lendir putih dari lubang vagina dan mencapai orgasme.

Badanku lalu dibalikan lagi dan pantatku dilebarkan sehingga lubang anusku kelihatan dengan jelas lalu ia menusukan kedua jarinya ke dalam anusku dikocoknya dengan kedua jarinya. Ibu itu lalu mengambil penis buatan dan dilumasinya dengan cairan. Lubang anusku yang akan menjadi sasaran penis buatan tersebut. Dengan agak susah payah ia berusaha untuk memasukan penis buatan itu ke dalam anusku. Akhirnya dengan paksa ia berhasil juga memasukan penis buatan itu dan terus memasukan sampai dalam sekali dan ditekannya terus penis itu selama beberapa saat.

Aku yang masih tak sadarkan diri tidak merasakan penyiksaan yang dilakukan terhadap anusku. Anusku diperlakukan dengan kasar tanpa ampun dengan penis buatan itu sampai ibu itu merasa puas dan lemas. Kemudian tayangan di TV berhenti. Aku merasa malu sekali terhadap apa yang telah terjadi kepada diriku, dan sangat tertekan dan ketakutan sekali dengan apa yang baru saja aku saksikan di layar TV tadi.

Tiba-tiba masukkah Lina ke dalam ruangan dimana aku berada sambil mengejek dan merendahkanku. Ia berkata akan sambil tersenyum senang karena telah berhasil membalaskan dendam terhadapku dan ini belum cukup katanya sambil menyodorkan sebuah vCD dan beberapa buah album foto.

Lina berkata vCD ini berisi tayangan yang baru aku saksikan dan foto foto di album ini berisikan perkosaan yang baru saja menimpa diriku dan dia akan memperbanyak vCD dan foto-foto tersebut dan vCD dan foto-foto ini akan diposkan ke sekolah dan diedarkan ke internet dan ia akan mencari alamat rumah orang tuaku di Sumatera dari arsip di sekolah dan mengirimkan vCD dan foto tersebut ke alamat orang tuaku kalau Aku tidak bersedia menandatangai 2 lembar kertas yang baru disodornya kepadaku.

Aku sangat ketakutan mendengar ancaman yang baru saja dilontarkan Lina kepadaku serasa mau pingsan. Aku tidak tahan menerima penderitaan ini. Aku merasa sangat tertekan dan ketakukan sekali kalau vCD dan foto-foto ini sampai dilihat oleh seluruh siswa di sekolahku, lebih-lebih lagi betapa malunya kalau sampai ketahuan oleh kedua orang tuaku.

Lina memaksaku membaca isi 2 lembar kertas itu sambil tersenyum gembira. Aku mulai membaca isi surat pernyataan persetujuan yang inti isinya, Aku harus bersedia setiap saat menuruti segala perintah dan kemauannya serta tidak boleh membantah sedikitpun perintahnya kepadaku. Aku harus menerima segala resiko yang buruk atas perintah yang ia berikan kepadaku dan berjanji tidak akan menuntut juga tidak akan melaporkannya ke Polisi. Kalau melanggar isi dari persetujuan ini vCD dan foto-foto ini akan disebarkan olehnya.

Lina terus mengancamku untuk segera menanda tangani isi perjanjian ini akhirnya karena tidak ada pilihan aku menandatangi kedua lembar surat perjanjian persetujuan antara kami berdua.

Lina melonjak girang karena aku sudah ditaluknya dan nasibku selanjutnya berada ditangannya dan dia bebas menjalankan segala kemauannya kepadaku. Lina mengajakku keluar dan memberiku HP berikut nomornya. HP itu harus terus kunyalakan karena setiap saat ia akan memberikan perintahnya kepadaku lewat HP tersebut. Jika Hp itu aku matikan akibatnya vCD dan foto tersebut akan ia sebarluaskan.

Lina mengantarku kembali ke tempat kostku dan ia mengancam harus merahasiakan kejadian ini kalau aku melanggar akan menerima resikonya. Lina berkata kepadaku besok dia akan memberikan perintah pertamanya kepadaku. Ia bilang akan membawaku ke suatu club fetish dan bondage besok.

Arsip Blog